Yang Maha Menjaga

Kalau saja setiap dosa kita mengeluarkan bau, maka bayangkan akan seperti apa bau tubuh kita dan apakah orang akan mau mendekati kita?
Kalau saja setiap dosa kita mengeluarkan belatung, maka akan seperti apa tubuh kita? Dan apakah orang akan mau mendekati kita?

Kita masih dihargai orang lain karena Allah masih menutupi keburukan-keburukan kita. Coba kalau aib kita dibukakan, apakah orang lain masih mau mendekat dan menghargai diri ini?

Wahai Yang Membolak-balik hati, tetapkan hati kami ini dalam agama-Mu.

Ya Allah janganlah Engkau condongkan hati kami ke arah kesesatan setelah. Engkau berikan kami hidayah.

Bersyukur Selalu

Para motivator mengajarkan, untuk mendapatkan bahagia itu sederhana: bersyukurlah terhadap apa-apa yang telah kita dapatkan atau miliki.

Syukur itu tak harus pada rumah nyaman yang punyai. Tak juga pada mobil dan kekayaan yang kita miliki. Syukur bisa mulai dari hal-hal kecil yang jarang kita renungi.

Tafakur sejenak untuk mensyukuri apa yang telah kita miliki, maka akan menibulkan kebahagiaan dan menumbuhkan cinta kepada Illahi.

Coba kita renungkan, ketika kita dalam kesulitan lalu ada seseorang yang memberikan bantuan–baik karena kita minta ataupun tidak–maka hal ini akan menimbulkan hormat dan kagum kita pada orang itu. Setiap kesulitan kita dipenuhi oleh dia, maka ketika suatu saat orang itu mengundang kita untuk datang pada acaranya maka dipastikan kita akan datang dan merasa tidak akan enak hati untuk menolaknya.

Apatah lagi pada Tuhan yang banyak memberikan nikmat-karunia pada diri kita; baik yang kita minta ataupun tidak. Sudah inherent dalam diri kita.
Komposisi tulang dan organ tubuh kita begitu sempurna. Jika saja Allah hilangkan atau kurangi cairan atau pelumas antar tulang kita, maka akan dibayangkan betapa sakitnya. Berapa banyak biaya yang akan dikeluarkan?

Jika saja satu saraf diantara jutaan saraf di tubuh Allah putuskan, atau terganggu maka betapa sakitnya badan ini. Atau jika kadar oksigen yang kita hirup Allah stop atau kurangi sebentar saja maka betapa sengsaranya hidup ini.

Ini setiap hari kita nikmati kecukupan yang kita dapatkan dari Tuhan? Tanpa meminta sudah begitu saja didapatkan.

Maka, tanpa kita minta pun Allah telah lengkapi dan cukupi penghidupan kita, apalah kalau kita mau meminta. Jika pada manusia meminta kita akan menimbulkan ketidaksukaan, maka Allah sangat suka pada orang yang suka meminta kepada-Nya.

Ya Allah, tuntun kami untuk selalu dekat kepada-Mu.

Refleksi Akhir Tahun 2013

biduk1Pagi akhir tahun, hujan tak jua mereda dari semalam. Gerimis masih saja setia membasahi wilayah Tangerang Selatan—barangkali merata di kawasan Jabodetabek. Pepohonan tunduk ke bumi, tanah basah dan di beberapa tempat air menggenangi. Saat yang melankolis untuk kilas-balik mengenang sepanjang perjalanan 2013.

Seperti musim dan perubahan cuaca, demikian perjalanan hidup berselang-seling kadang bisa diprediksi kapan musim hujan atau musim panas. Tapi terkadang hujan turun di tengah saatnya kemarau, dan panas menyengat malah di tengah musim hujan.

Kadang kita membuat rencana, tapi kenyataan yang dihadapi adalah Kuasa dari Yang Maha Kuasa. Bukan berarti diri tak perlu mempersiapkan diri, terkadang kesiapan untuk beradaptasi yang diperlukan dalam menghadapi hidup ini. Sedia payung sebelum hujan, tambal genteng yang bocor. Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum kalau ia sendiri yang tak mengubahnya.

Ada saat musim tanam, ada saat musim merawat dan ada pula musim memanen. Alam kehidupan mengajarkan kita untuk tegar dan adaptif. Kemarau setahun bisa hilang karena hujan sekejab, tapi hujan sehari tak akan hilang oleh panas sehari pula. Orang bisa lupa akan penderitaan dan terpukau oleh kesenangan.

Kesenangan dan pesona hidup begitu melenakan. Membuat kita lupa akan prioritas dan tujuan hidup ini. Dunia adalah sandiwara dan permainan. Sebaik-baik manusia yang tak lupa akan tujuan hidupnya, dan menyiapkan bekal yang sebaik-baiknya untuk hidup yang lebih kekal.

Mari kita ciptakan atau cari lingkungan yang mendukung untuk pencapaian cita-cita. 5 tahun kehidupan seseorang di masa datang, bisa dilihat dengan siapa dia bergaul pada hari ini.

Kematian adalah pelajaran dan guru yang terbaik. Betapa banyak sahabat dan orang-orang yang tengah nikmat hidup di dunia ini, lalu sekejab kita mendapatkan kabar akan kepergian mereka. Ada harapan, dan ada pula ancaman di dunia ini. Kematian dan kelahiran adalah dua hal yang bersandingan.

Ibarat mendayung biduk, atau berlayar di laut lepas. Perjalanan akan sampai jua di tanah tepi, melabuh di dermaga akhir. Kalau lah tak sampai kemudi ke dermaga, barangkali topan badai kan menghempas-benamkan kapal ke laut dalam. Semoga selamat diri ini membawa bekal sampai ke tanah abadi…..

Ada hal-hal yang patut disyukuri atas pencapaian dan ada pula beberapa hal yang patut menjadi catatan agar diri ini menjadi lebih baik di masa depan. Syukur dan sabar adalah temannya orang yang beriman.

Sungguh beruntunglah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin. Barang siapa yang hari ini sama saja dengan kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang yang hari ini lebih buruk dari kemarin, maka sungguh ia telah celaka.

Kalimat di atas adalah quote dahsyat yang bisa digunakan untuk mengevaluasi diri—baik kehidupan atau pun bisnis.

Tuhan telah menganugerahkan umur dan kesempatan, adakah kita telah mempergunakan dan memaksimalkannya?

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakitlah dahulu bersenang-senang di kemudian.

Teringat akan ucapan Syaidina Ali RA: Ya Allah, tundukkanlah dunia dalam genggamanku, tapi jangan sampai ke hatiku….