Perjalanan ke Bandung

Alhamdulillah, Sabtu-Minggu (9-10 Juni) saya berada di Bandung.

Awalnya, saya berkenalan dengan Kang Komar (Ustad Komarudin Chalil, manajer pelatihan DT Bandung). Saya tertarik dengan ceramah beliau di Mesjid Daarut Tauhid Jakarta. Materi yang disampaikan begitu luar biasa. Saya menemukan benang merah yang saya cari-cari setelah menonton filem The Secret. Saya sempat diskusi kecil dengan beliau, dan memperkenalkan fenomena The Secret. Beliau belum pernah menontonnya, dan tertarik untuk menonton. Lalu saya tawarkan untuk nonton bareng dalam acara yang digagas teman-teman TDA Bandung.

Ingin melanjutkan diskusi, dan memperkenalkan beliau dengan teman-teman TDA Bandung maka saya berencana ingin pula ikut serta nonton bareng di Bandung.

Selain itu sudah lama saya dan isteri berniat pergi ke Bandung, mewujudkan rencana lama. Khususnya kami ingin melihat suasana Daarut TauhidBandung.

Ternyata Kang Komar berhalangan datang karena ada acara mengisi materi pelatihan di Jakarta. Namun saya tetap pergi. Selain memang karena ingin nonton dan melihat dinamika TDA Bandung, saya juga mengantarkan pesanan baju renang koleksi toko online kami (efashion.co.nr) ke Pak Fauzi buat isterinya.

Dan ternyata beberapa member TDA Jakarta ada juga yang berangkat kesana.

Jadilah Sabtu pagi saya dan isteri nebeng dengan Pak Roni ke Bandung. Janjian jam 7 pagi di ITC Permata Hijau. Pak Roni dan isteri selain atas undangan Pak Fauzi juga ada acara bisnis di Bandung.

Jam 8 dari sana kami menjemput Pak Iim, Pak Indra dan Pak Muslih (Tim TDA IT) di Mangga Dua Square. Bertujuh kami pergi ke Bandung. Sepanjang perjalanan, banyak canda yang dibuat. Apalagi kalau bukan mencandai Pak Indra yang masih jomblo (Pengumuman: Pak Indra masih single dan ingin cari isteri nih..he.he. . jangan marah ya Pak.. )

Law of Attraction Bekerja-Terbukti!

Sampai di tempat acara Gedung Pos Indonesia Bandung, sekitar pukul 12. Sesi pertama pemutaran filem sudah selesai. Kami tak dapat ikutan nonton bareng.

Saya menyiapkan barang bawaan, nebeng stan salah satu peserta expo mengeluarkan koleksi baju renang kami. Sayang, pesanan baju renang untuk isteri Pak Fauzi yang ukuran M habis, namun puteri beliau akhirnya yang berminat membeli dengan ukuran lain.

yusefSementara itu terlihat Pak Yusef dan Pak Try sedang menunggui stan TDA-Book Club. Koleksi dan alat-alat permainan yang dibawa membuat para pengunjungan begitu antusias

Sungguh dahsyat melihat semangat teman-teman Bandung dalam sesi kedua acara diskusi. Beda semangat Jakarta, beda pula semangat Bandung. Sesi diskusi disampaikan oleh Pak Eddy Djoti dari rahasiahidup.com. Pak Roni juga ikut sharing. Acara dipandu oleh Pak Fauzi. Luar biasa, ternyata acara ini tidak hanya diikuti oleh peserta dari Bandung saja, ada dari Jakarta, Surabaya, Wonosobo, dan dari Duri, Riau.

giftvcdmr_yusefSesi kedua ini begitu seru. Pak Eddy menyampaikan sharing-nya. Beliau juga memberikan kejutan hadiah VCD The Secret yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Apalagi di akhir acara Pak Yusef “Mr. Fire” Hilmi membakar penonton dengan materi dan praktik motivasi-inspirasinya. Luar biasa, sharing peserta juga membuat acara ini bergemuruh.

Sudah lama saya mencari-cari ingin mendapatkan filem The Secret. Selesai nonton bareng The Secret yang pertama di Jakarta Design Center, Jakarta beberapa waktu lalu saya mencoba hubungi panitia untuk mengkopi filemnya. Rupanya panitia tidak bersedia karena terikat dengan perjanjian untuk tidak memperbanyak filem. Saya terobsesi terus. Lalu di kantor saya searching di Internet. Dapat! Tapi dalam bahasa asli non-teks. Tapi tak apalah, bisa ngerti dikiti-dikit juga ‘kan…?

Pencarian dan usaha tak pernah berhenti. Ada teman TDA yang punya VCD-nya dalam teks Inggris. Saya ingin mengkopi dari beliau. Syaratnya saya transfer uang untuk sekedar pengganti burning CD. Karena lagi bokek waktu itu, tak jadi saya mendapatkannya. Dari Pak Zaidi saya mendapatkan free VCD The Secret, tapi non-teks. Akhirnya, ketika lagi nge-lapak di Karawaci saya mendapatkan versi bukunya yang baru beredar.

Saya yakin, insyaAllah suatu saat saya akan mendapatkan VCD The Secret dengan teks Bahasa Indonesia. Kenapa saya menganggap ini penting dan ingin sekali? Karena saya ingin juga mengajak orang-orang kenalan saya untuk ikut pula menonton filem ini. Diantara mereka tentu ada yang tidak fasih bahasa Inggrisnya.

Lalu, law of attraction bekerja! Kehendak adalah energi yang terkirim ke semesta. Saya telah berhasrat dan meminta, dan keajaiban pun tercipta. Allah telah merespon keinginan saya.

Selesai acara diskusi di gedung Pos Bandung, para pembicara dan peserta mulai meninggalkan tempat. Pak Eddy saya hampiri. Saya nanya bagaimana beliau bisa membuat The Secret dengan teks Bahasa Indonesia. Maksud saya, ingin medapatkan kopian VCD-nya dan berapa yang mesti saya bayar sebagai pengganti usaha dan VCD. Ternyata apa yang saya dapatkan?

“Untung bapak sekarang menemui saya, nih saya kasih VCD-nya”, Pak Eddy memberikan VCD ke tangan saya. “Tinggal satu saja.”

” Hah!?” Di tangan saya sudah ada VCD The Secret dengan bahasa Indonesia. Sesuatu yang sudah lama saya cari-cari, sekarang sudah berada di telapak tangan. Berapa nih harganya Pak?”

“Ambil aja, buat bapak.”

Sungguh, saya surprise sekali! Terimakasih Pak Eddy, semoga kebaikan bapak menjadi ladang amal dan dibalas pula dengan kebaikan berganda.

Saya berpikir, bagaimana ya caranya agar VCD ini pun dapat diedarkan terbatas di lingkungan teman-teman TDA. Karena dalam pengantar teks filem ini tertulis, “alih bahasa khusus buat komunitas TDA.” Barangkali teman-teman TDA-Book Club, TDA-Media atau TDA-Manajemen bisa membuat solusi atas ini.

Ternyata my dream telah menjadi nyata. Ke Bandung pun adalah salah satu dream saya. Sudah lama saya tak mengunjungi dan wisata ke daerah ini.

Nginap di DT Bandung

Setelah selesai acara, kami bertujuh yang bareng dari Jakarta jalan-jalan ke sebuah factory outlet/FO (saya lupa namanya). Bagus sekali rancang-bangun lokasi FO ini. Memadukan lokasi belanja busana dan makanan. Terpadu dalam suatu lokasi dan taman yang indah. Bandung memang oke punya dalam hal wisata belanja busana.

Setelah mengantarkan Pak Iim cs ke travel (mereka mesti balik ke Jakarta malam itu juga), kami–Pak Roni-isteri dan saya-isteri menuju ke Geger Kalong, tempat DT (Daarut Tauhid-Aa Gym) berada. Kami merencanakan menginap disana. Kami memilih menginap di cottage DT.

Bagus sekali penginapannya, sayang saya lupa memotret cottage-nya. Model cottage berupa rumah papan yang terdiri 2 tingkat. Suasana islami kental di sekitar DT.

Setelah shalat Isya di Mesjid DT (ternyata Aa Gym ada persis di depan saf shalat saya), kami jalan-jalan melihat sekitar lokasi DT. Luar biasa konsep DT ini. Dalam pikiran saya, lokasi DT Bandung adalah suatu wilayah terpadu pesantren, kegiatan bisnis dalam satu lokasi tertentu atau suatu komplek bangunan pesantren. Tapi bayangan saya meleset. Wilayah DT ternyata menyatu dengan perumahan/wilayah penduduk. Tak ada sekat tembok atau pagar pesantren, atau wilayah eksklusif pesantren disana. Yang ada hanyalah keterpaduan wilayah. Dari satu titik berkembang ke lingkungannya. Ternyata, perubahan itu bisa kita mulai dari diri sendiri, dan berkembang ke lingkungan, tanpa mesti menunggu atau mengawalinya dari hal yang ideal terlebih dahulu.

Sambil berjalan-jalan (duh, mesra sekali kali ya, dua pasangan suami isteri jalan-jalan malam), kami melihat-lihat ke sekitarnya. Banyak santri di sekeliling. Banyak unit-unit bisnis yang hidup di sekitarnya. Tanpa sengaja, kami melihat Aa Gym hendak pergi. Beliau tengah menyiapkan sepdea motornya.

aagym“Mau foto nggak?”, beliau menawarkan ke kami.

“Apa kabar A’?”, kami menyapa beliau.

“Mau nyoba motor baru nih”, kata Aa.

“Mau foto nggak?”, sekali lagi beliau menawarkan. Yah, tentu saja kami tak akan menolak. Jadilah kami-Pak Roni dengan isteri, saya dan isteri -masing-masing bergantian berfoto dengan Aa Gym.

Setelah berfoto dengan Aa Gym, kami makan malam di warung/restoran sederhana di depan mesjid DT. Saya mendapat telpon dari teman lama di kampus dulu (www.bl.ac.id). Namanya Ikhsan. Kami janjian di DT malam itu untuk ketemuan. Teman saya ini sekarang punya usaha memproduksi kaos dengan label SIX Clothing dan punya toko di Parahyangan Plaza.

Selesai makan malam, kami balik ke cottange. Saya dan Ikhsan melanjutkan pembicaraan di penginapan.

Malam semakin larut, Ikhsan mesti balik.

Dingin malam di Bandung mengantar saya jatuh ke peraduan (eh, pelukan…..:D)

Lembang is Beautiful Land

Yah, kami memutuskan Minggu pagi ini akan kesana. Kapan lagi kalau ke Bandung nggak berwisata. Bisnis boleh, tapi memanjakan diri dengan plesiran mesti jugalah. Jangan nyari duit aja bisa, tapi memanjakan diri lupa…

Selesai shalat Shubuh yang diimani oleh Aa Gym, lalu beliau sebentar memberikan pengantar ceramah yang disiarkan langsung oleh MQ-FM dan Radio PRO 2 FM Jakarta serta dipancar-luarkan oleh radio lainnya secara nasional. Aa Gym mesti ke Tangerang pagi ini untuk mengisi acara dan dilanjutkan siangnya di Masjid Istiqlal dalam pengajian bulanan MQ.

Sarapan pagi masih lama disiapkan oleh pihak penginapan, yaitu pukul 7.

me_mylove3Pagi itu kami berjalan-jalan sekitar lokasi DT. Sempat berfoto mesra dengan pasangan masing-masing di teras rumah Aa Gym (suiit..suit…. ;)). Lalu kami melanjutkan meninjau lokasi-lokasi unit usaha DT. Ada Radio MQ-FM dan MQ-TV. Dari papan nama korporasi MQ (Manajemen Qolbu) ternyata terdapat banyak unit-unit atau grup bisnis MQ (mirip dengan unit-unit yang ada di TDA ya? Ada TDA-Manajemen, TDA-QS, TDA-Media, dll :) ). Bisa dilihat pada foto yang terdapat disini.

mq

Setelah selesai sarapan pagi yang diisi diskusi kecil dengan Pak Roni tentang The Founding Father Indonesia, diskusi kebangsaan lalu merembet ke hal lain, kami bersiap diri untuk menuju ke Lembang. Daerah dataran tinggi di sebelah utara Bandung.

Sepanjang perjalanan, panorama alam begitu mempesona. Semilir angin Lembang, sejuk membelai masuk dari jendela mobil. Kami memutuskan ingin ke Observatorium Boscha, lokasi romantis dengan teropong bintangya. Tapi hari Minggu ternyata Boscha tutup. Kecewa juga, masa’ tempat wisata hari Minggu tutup? Bukankah pada hari libur itu sebenarnya pengunjung paling banyak? Ada-ada saja ini kebijakan pengelolanya.

Yah sudah, lalu kami memutuskan ke Rumah Stroberi. Dalam bayangan kami, tempat ini adalah kebun stroberi yang mana pengunjung bebas memetik buah stroberi.

Cukup sulit juga kami mencari lokasi Rumah Stroberi. Tak banyak petunjuk yang terdapat di jalanan. Sempat nyasar ke utara Lembang, nanya sana-sini. Kata orang, “malu bertanya maka.. mari jalan-jalan….”, he.he.. dengan perjuangan tidak malu bertanya, akhirnya kami dapati juga lokasinya.

me_mylove1Rumah Strobery memadukan konsep wisata agro dengan restoran. Akhirnya, orang-orang yang datang kesana bukannya ke kebun stroberi tapi malah makan-makan. Memang, sangat bagus lokasi makan disini. Terperdaya juga kami, niat awal ingin melihat kebun stroberi dan memetiknya, malah makan siang disini. View dataran tinggi, meja-meja makan yang bertebaran di lereng bukit, dengan payung-payung menjadikan makan siang terasa nikmat.

me_bdg1Harus saya akui, menu makan siang yang disajikan oleh rumah makan stroberi ini (saya tak menyebut Rumah Stroberi lagi, karena bisnis utamanya yang saya lihat ternyata adalah restoran. Kebun strobery yang dijual dalam namanya ternyata hanyalah sekedar penarik saja).

Sebagai penunggu pesanan nasi liwet, kami memesan jus stoberi campur susu. Duh nikmaat..!! Segar, jus yang kami minum mampu memijit urat-urat syaraf kelelahan siang ini. Pak Roni sampai megap-megap oleh kejuatan rasa asam-manisnya stroberi. Lumayan, buat obat ngantuk…:)

nasiPaket nasi liwetnya teryata luar biasa! Nasi yang disajikan unik sekali. Ditanak dengan periuk dan disajikan langsung dengan periuknyadi atas meja. Dimasak dengan campuran teri, dan beberapa bumbu yang unik, harum nasi yang berbumbu sungguh memancing selera makan. Paduan ikan asin, ayam goreng, tahu-tempe goreng, lalapan, dan tentu saja sambalnya (wuissh.. saat menulis tak terasa air liur saya tertelan) nikmat. Nggak percaya? Liat aja di foto Pak Roni dan isteri begitu lahap makannya. Tentu saja saya juga dong.. nggak terasa sampai 2 kali saya nambah makan. Kalau tak diingatkan isteri, bisa-bisa tak kehitung berapa nambah nasinya. Untung aja nggak ada petai, bisa-bisa gelagapan saya nggak bisa ‘nahan selera…he.h.eh.

nikmatMakan besar siang ini adalah salah satu makan terenak dalam hidup saya. Tak rugi rasanya paket nasi liwet untuk ukuran 4 orang seharga Rp 75 ribu rupiah. Jus stroberi per gelas seharga Rp 10ribu. Makan ber-tambuah (‘nambah maksudnya) sampai 2,5 kali. Pak Roni aja juga nambah (kalau gak salah 3 kali ya Pak nambahnya?). Wah, gawat nih! Kemungkinan besar kantuk akan menyusul siang ini…:D

Kami berfoto-foto di lokasi Rumah, eh restoran stroberi. Jepret, sana jepret sini. Pokoknya, acara wisata kami di Bandung ini bisa bikin iri teman-teman yang nggak ikutan, atau malah yang pulang duluan ke Jakarta.

tergiurSelesai makan, Pak Roni rupanya masih tertarik dengan kue stroberi (apa ya, nama kuenya? Saya lupa nanya tuh). Roti bakar dengan isi stroberi di dalamnya, dimasak dalam cetakan bulat, sehingga roti ini hasilnya berbentuk bola. Walau sudah makan besar kekenyangan, tetap saja kami memesan dan menikmati roti ini….

Perut sudah kenyang. Kami mesti meninggalkan tempat ini. Selesai shalat Zhuhur yang dijamak-qasar dengan Ashar, lalu kami beranjak pergi.

Pukul 3 sore saya dan isteri meninggalkan Bandung dengan travel. Pak Roni dan isteri masih tetap disana, karena masih ada urusan bisnis hari Senin.

Kenangan Bandung tak terlupakan. Suasana ketenangan yang tidak seribut di Jakarta. Udaranya yang sejuk begitu menyegarkan. Pemandangan alam dan suasana kota Bandung menjadi idaman buat saya.

Suatu saat, terniat di hati kami, kami mesti ke Bandung lagi. Kalau tidak untuk kunjungan wisata paling tidak untuk kunjungan lainnya. Barangkali, suatu saat kami akan tinggal di Bandung…???

Entahlah, oh Jakarta, dikau masih memelukku….

7 gagasan untuk “Perjalanan ke Bandung

  1. Hehehe :)…Pak Syam, terima kasih atas promosi jomblonya ya hehe :)
    Indra DS

    Halo Pak Indra,
    Salam kenal yah.
    Irma
    Jomblo juga

    Wah, ini sama-sama jomblo nih. Saling kenalan dong. Paling nggak komentarnya disini dicantumin juga kontaknya. Kalau nggak ada blog personal sebagai promosi diri, paling nggak id email atau telpon… :)
    Semoga segera mendapatkan pasangan jiwanya ya… :)
    Wassalam

  2. Waduh…asyik banget ya kalau tempat tinggal gak begitu berjauhan dengan “orang-orang hebat”. Rasanya kok enak ya tinggal di daerah Jakarta – Jawa Barat. Banyak sekali kehebatan di sana, terutama orang-orang hebat yang tinggal di sana bisa begitu kuat rasa kekeluargaannya.

    Jadi pingin nih tinggal di sana. Banyak member TDA yang penuh kekerabatan. Dan, bisa jalan-jalan ke pesantren Aa’ Gym lagi. Nanti kalau ke Jakarta, berarti harus saya siapkan bekal untuk beberapa hari ya. Kan gak cukup kalau hanya 2 – 3 hari…kira2 mesti 1 minggu full deh kalau saya ingin keliling ke rekan-rekan TDA yang top abis ini..

    Ok, sukses selalu. Meskipun saya jauh di Surabaya, tapi tetap saya merasa dekat di hati dengan Anda para TDA ini.

    Wasalam,
    Wuryanano

  3. Ass.wr.wb
    masih banyak loh tempat-tempat asyik buat jalan-jalan di bandung. Di jamin mak nyuss! gimana caranya gabung TDA? Kegiatannya dibanyakin donk! Ayo bikin acara rame-rame. Saya tinggal di bandung lho
    salam buat Pak Indra. Saya juga jomblo he..he..

  4. Ping-balik: Perjalanan ke Bandung « Light the World!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s