Satu Sakit yang Lain juga Merasa Sakit

Sudah dua minggu ini pergelangan tangan kanan saya terasa ngilu. Entah keseleo atau ada ruas tulang yang melenceng dari tempatnya. Sepertinya ada tonjolan tulang kecil di antara ruas pergelangan. Rasanya sakit kalau tersentuh, atau kalau saya melakukan gerakan yang menggunakan engsel tangan.

Tiba-tiba saja terasa sakit sekitar dua minggu lalu. Awalnya tak terlalu ngilu, lalu saya minta diurutin sama orang kantor. Dia rupanya ahli pijat (otot atau urat), bukan ahli urut tulang. Bukannya jadi lebih baik, eh malah jadi bengkak tangan saya. Jadilah pergelangan tangan saya ngilu untuk digerakkan. Sampai untuk mengetik keyboard saja saya agak kesulitan.

Kesalahan posisi tulang tangan ini sebenarnya sudah lama, tapi dulu tidak saya acuhkan. Dibiarkan saja. Kebiasaaan saya, kalau sakit, kurang enak badan atau keseleo saya nggak mau mengobatinya. Dibiarkan saja, atau urut sendiri nanti juga sembuh atau normal sendiri. Kalau nggak salah, keseleo tangan ini berasal sewaktu tangan saya dipelintir oleh teman latihan. Dulu saya ikut latihan Jiu Jitsu. Dalam satu sesi latihan, seorang teman terlalu memaksakan teknik. Ada satu teknik beladiri bagaimana menjatuhkan lawan tanpa bantingan melalui tangkapan pergelangan tangan lalu diteruskan dengan kuncian bawah. Gerakannya ternyata nggak pas tapi tetap memaksa menjatuhkan saya dengan memelintir pergelangan tangan saya. Dia tidak bisa mengontrol gerakannya, pergelangan tangan saya main babat saja. Jadi deh, pergelangan tangan saya ngilu. Tapi saya biarkan saja, saya pikir toh nggak terlalu berbahaya dan nanti sembuh sendiri.

Akhirnya ngilu atau keseleo tangan saya sembuh sendiri. Belakangan, saya merasa ada sedikit tulang menonjol sebesar ujung korek api di bagian dalam pergelangan tangan saya, muncul sekali-kali. Kadang-kadang ngilu kalau saya memutar pergelangan.

Tapi ngilu kali ini begitu lain dari biasa. Rasa ngilu ini sudah berlangsung sudah dua minggu lebih. Biasanya cuma sebentar saja.

Rasa ngilu yang dibawa kemana-mana ini mengimbas ke perasaan secara umum. Walau pergelangan tangan yang sakit, tapi efeknya seluruh tubuh seolah merasa sakit juga. Bawaan jadi nggak mood, kalau bergerak menggunakan tangan kanan nggak sefleksibel seperti biasa lagi.

Saya teringat dengan hadist Nabi Muhammad SAW:

“Kalian itu seperti satu tubuh, sakit satu maka yang lainnya akan merasa sakit juga.”

Hadist nabi ini konteksnya ke kesatuan umat Islam. Mereka seperti satu tubuh, satu disakiti maka yang lain merasa disakiti juga.

Kalau saya bawa ke konteks organisasi, atau komunitas, satu anggota yang “sakit” maka semestinya satu organisasi atau komunitas itu akan merasa sakit juga—itu kalau organisasi/komunitas itu menganggap mereka adalah sebagai satu tubuh.

Banyak kasus, jika satu anggota bermasalah maka akan mengimbas baik atau buruk terhadap anggota yang lain.

Jika imunitas atau kondisi suatu tubuh itu sangat baik, maka sakit itu akan sembuh sendiri. Atau perlu dicari solusi agar sakit itu bisa disembuhkan. Jangan sakit itu menyebabkan terganggunya fungsi-fungsi tubuh yang lain, sehingga mengganggu hidupnya organisasi/komunitas. Jika masih sekedar flu ringan, atau kecapean mungkin bisa diselesaikan dengan istirahat, atau obat ringan, atau dibiarkan nanti juga sembuh sendiri. Tapi kalau “sakit” itu semacam kanker, atau akan menggeroroti tubuh yang lain, kan tidak bisa dibiarkan begitu saja. Ya, mestilah di operasi atau amputasi.

Dalam berorganisasi/berkomunitas sering kita dihadapkan dengan kasus satu atau banyak anggota yang bermasalah. Jika kasusnya dalam rangka mendewasakan atau membentuk imunitas maka tak akan jadi masalah. Seorang bayi kan perlu juga disuntik vaksinasi untuk membentuk daya imun tubuhnya, agar kelak dia bisa bertahan dan melawan penyakit.

Dalam latihan, sering otot kita merasa pegal atau ngilu. Biasanya pada latihan pertama kali, otot akan merasa kaget. Dengan sedikit balsem, atau pijatan ringan maka badan akan baik atau segar kembali. Kita tidak perlu memotong otot bisep, atau yang lain hanya cuma karena ada rasa pegal atau ngilu yang sangat. Dengan urutan atau pijatan dan istirahat maka akan bisa mengembalikan ke kondisi baik kembali.

Kita juga tidak bisa membiarkan kuku, kumis, atau rambut yang semakin memanjang begitu saja, walau tak ada rasa sakit sama sekali. Mesti dipotong untuk tetap mempertahankan keindahan dan kerapihan.

Tapi sekiranya ada daging tumbuh yang tidak semestinya, kanker, atau ada luka yang kalau dibiarkan begitu saja pasti akan menyebarkan penyakit dan menyusahkan anggota yang lain, maka tidak kata selain amputasi!(HS)

http://hensyam.co.nr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s