Mari Putuskan Berbahagia Sekarang Juga!

Tidaklah penting seberapa banyak yang telah kita miliki, tapi seberapa banyak kita bersyukur atas segala apa yang telah dimiliki.

Mata boleh memandang jauh ke depan, atau melihat tinggi. Tapi tetap jangan lupa pada pijakan diri. Sesekali perlu juga melihat ke bawah.

Bersyukur adalah lebih baik dari pada berharap terlalu banyak. Sebab, semakin bersyukur maka akan banyak yang kita dapati. Minimal, kita merasa puas pada yang ada, tidak berangan pada yang tidak ada. Dengan puas pada yang ada, maka kebahagiaan akan didapat.

Kita tentu saja akan merasa senang, jika ada yang berterimakasih terhadap kebaikan yang pernah kita berikan kepadanya. Demikian pula Allah, amat senang diri-Nya atas syukur yang kita ucapkan atas segala Kemurahan-Nya—walau sebenarnya Dia tidak membutuhkan rasa syukur kita itu sebab Dia Maha Segalanya. Syukur bukan semata persoalan berterimakasih, tapi adalah bagaimana membangun pola hubungan yang harmonis. Dan bukankah “harmonis” adalah salah satu komponen tanda bahagia?

Sering orang merasa tidak bahagia, karena mengukur rasa dengan sesuatu yang berjarak pada dirinya. Bukankah lebih baik, menerima keberkahan-keberkahan yang dimiliki selama ini. Sebab, kalau pun diukur juga, bukankah semua yang telah dimiliki selama ini adalah berkah yang luar biasa…???

Coba periksa, nikmat iman dan sehat yang dimiliki, bukankah itu anugerah terbesar yang kita punya? Betapa banyak orang yang berpikir logis, lalu menganggap bahwa semua yang didapat adalah hasil pencapaian olah pikir dan usahanya? Padahal, kalau mau berpikir di luar kotak egonya, bahwa semua yang ada didapat adalah atas Tangan Yang Maha Kuasa? Sesuatu yang di luar dirinya!

Iman adalah kunci bahagia. “Beruntunglah orang yang beriman”, demikian Allah SWT berfirman. “Beruntung”, bukankah itu tandanya orang yang berbahagia? Orang berbahagia selalu menganggap dirinya beruntung. Orang tidak bahagia, selalu menganggap dirinya malang dan tidak beruntung.

Iman adalah sistem keyakinan. “Sungguh menakjubkan orang beriman itu, jika mereka ditimpa masalah maka mereka bersabar. Dan bila mereka mendapatkan nikmat maka mereka bersyukur”, demikian baginda Rasulullah Muhammad SAW bersabda.

Lihat nikmat sehat. Kalau kita memeriksa diri dan membandingkan dengan orang-orang lain, bukankah teramat banyak nikmat kelebihan yang kita punya? Ada orang yang menderita tidak bisa makan enak, tidak bisa tidur nyenyak, tidak bisa melakukan input, proses dan output sewajarnya pada sistem metabolisme tubuhnya padahal semua kelimpahan materi ada pada dirinya. Nikmat Tuhan manakah lagi yang kita ingkari…?

Bahagia bukanlah kekayaan yang perlu kita cari kemana-mana. Ia adalah mutiara yang ada dalam diri. Jika belum bertemu, kita cuma tinggal sedikit memoles cermin hati, lalu tak lama kemudian kita akan menemukan cercah cahayanya.

Bahagia adalah pilihan. Bukan tujuan!

Bahagia tidaklah berapa banyak yang kita miliki dan akan bisa dicapai, tapi berapa banyak kita bersyukur atas segala yang ada dan telah dicapai.

Bahagia adalah sebuah keputusan. Maka mari kita putuskan, untuk berbahagia saat ini juga!

Mari berbagi bahagia!

Saya berbahagia saat ini juga!

 

Hotel Gemilang, Muara Bulian, Jambi 27 September 2007 – 22.17 WIB

Satu gagasan untuk “Mari Putuskan Berbahagia Sekarang Juga!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s