Meraih Impian

Sampailah sudah saya pada hari terakhir bekerja sebagai karyawan, setelah sebulan sebelumnya mengajukan diri berhenti. Sesuai peraturan kantor, surat pengunduran (memajukan diri) harus diajukan sebulan sebelum berhenti. Maka, Selasa 15 April 2008 tunailah sudah masa-masa “pengabdian”.

Ada debar-debar membayangkan masa depan, debar mengakhiri hari terakhir bekerja. Menyerahkan diri sepenuhnya pada Allah SWT, tak ada lagi jaminan “kesejahteraan” setiap akhir bulan.

Pagi sebelum berangkat, isteriku bertanya, “Ada yang jemput dari kantor ‘nggak?”

“‘Nggak ada”, jawabku.

“Kalau ‘gitu, Efa aja deh yang jemput kakak”, isteriku tersenyum menawarkan diri.

“‘Nggak usah”, sambungku. “Tunggu aja di rumah.”

Maka, berangkatlah aku ke kantor untuk terakhir kalinya. Hari ini aku selesaikan serah-terima pekerjaan, meeting dengan Manajer System Development untuk koordinasi pekerjaan dengan yang menggantikan. Alhamdulillah, sesuai dengan tawaran dia dan kesepakatan kami beberapa lalu saat aku mengajukan resign, mantan manajerku menawari aku untuk memberikan training kepada karyawan yang menggantikan. Beliau minta aku menyusun proposal penawaran. Ya, Alhamdulillah deh. ‘Nggak ‘nganggur amat, ada rezeki yang telah menunggu :)

Sesaat menjelang pulang dari kantor, lewat chatting isteriku menyampaikan, “Kak, nanti sebelum sampai rumah, sms Efa ya. Nanti Efa jemput di depan.”

Isteriku masih tetap ingin menyambutku secara istimewa. Walau tak jadi menjemput langsung ke kantor tapi paling tidak jemput ke depanlah. Untuk diketahui, rumah (lebih tepatnya kontrakan) kami agak masuk ke dalam dari jalan raya.

nirwana-kom Acer 4920, sang pengganti

Selesai shalat Maghrib, dengan tas ransel besar kusandang barang-barang terakhir dari kantor. Sesaat kutatap komputerku yang kuberi nama nirwana-kom yang telah menemaniku selama 2 tahun 10 bulan ini semasa berjuang sebagai karyawan. Suka-duka, dialah yang menemami perjuanganku sebagai karyawan.

Setelah menyampaikan selamat tinggal dengan beberapa teman yang belum pulang dan menyampaikannya juga melalui intranet maka kutinggalkan kantor. Kuhirup udara kebebasan pertama setelah full TDA di malam Jakarta yang sesak berasap.

Sesampai gang masuk rumah, isteriku sudah menyambutku. Tersenyum dia, “Kak, makan pisang bakar dulu yuk.” Dia menawarkan, rupanya dia mau menyambut secara istimewa. Lalu kami menuju warung yang menjual pisang bakar, walau akhirnya makan bakso juga akhirnya di warung sebelahnya.

Kami ‘ngobrol-ngobrol, dan saya sangat menikmati saat-saat ini.

…………………….

Pagi Rabu ini, setelah Shalat Shubuh, kubuka laptop mulai menulis. Duet Opick dan Tasya menemani.

“Bersujud kepada Allah, bersyukur sepanjang waktu. Setiap nafasmu, seluruh hidupmu semoga diberkahi Allah….”

Banyak hal yang ingin diceritakan, tapi sedikit yang tertulis. Beberapa langkah akan ditapaki untuk mencapai mimpi. Hari ini adalah hari pertamaku bebas dari rutinitas harian seperti biasa. Tak ada lagi degup kuatir keterlabatan, berpacu di pagi yang macet menuju kantor. Gesit mendapatkan bus kota yang kosong, atau sekedar mendapatkan bangku tempat duduk.

Selamat tinggal “zona nyaman”. Dikaulah masa lalu, kuhadang masa depan. Kuraih mimpi. Jika selama ini rezekiku sudah terjatah, maka sekarang adalah masa menjemput dan menunggu rezeki yang tak pasti. Ya, dengan potensi ketidakpastian ini berarti Allah sudah menetapkan rezeki tidak lagi terbatas. Berarti ada potensi rezeki besar tak terbatas disana.

Semoga Allah ridha dengan pilihanku ini.

About these ads

13 gagasan untuk “Meraih Impian

  1. Wah …sebuah keputusan yang luar biasa…

    Saya jadi haru biru nih membacanya, melihat semangatnya disini, saya jadi iri.

    2 bln belakangan ini, keyword yang paling saya ketik saat googling adalah TDA.

    Saya sangat ingin bisa bergabung dengan rekan2 TDA, dan menjadi TDA.

    Tapi saat ini saya sedang focus u/ menanti kelahiran anak saya yg kedua. Dan kebetulan saya juga staff IT disebuah perusahaan Swasta…. Intinya masih ada keraguan.

    Well, Tetap semangat, semoga Allah bersama Mas Syam dan keluarga diberi kekuatan lebih untuk nantinya bisa berbagi.

    Salam.

  2. Bu Melani Alifa,
    Terimakasih atas apresiasi dan doanya. Saya doakan juga semoga Bu Melani sukses dalam kehidupannya.

    Mengenai TDA, silahkan kunjungi http://www.tangandiatas.com
    Saya tidak tahu berapa jumlah anggotanya saat ini. Tapi berdasarkan kesepakatan para founder TDA, untuk membatasi dulu jumlah anggota sampai 2000 orang. Ini dilakukan untuk mengevaluasi komunitas. Sebab TDA bukan milis biasa, TDA adalah jaringan bisnis. Untuk apa banyak anggota tapi cuma kerumunan saja.

    Dari hasil evaluasi ini mudah-mudahan anggotanya menjadi berhasil dan sedang dirumuskan untuk pengembangan komunitas ke depan.

    Wassalam,
    Syam
    http://hensyam.co.nr

  3. Sebenarnya kita mengakui juga ADA blogger/cracker/hacker(?) yang “nakal” karena “blogger juga manusia” he…he.

    Namun sebagaimana komunitas di dunia nyata, setiap kumpulan hrs ada yg bertindak sbg pelurusnya (QS. 3:104). Cara RS meluruskan terkesan apriori dan menggeneralisir, kalau kita dgn “nyemplung” bergaul di komunitas. Sebenarnya dari sudut pandang ini, RS adalah kawan/partner kita juga.

    WalLaahu a’lam

  4. Salam kenal pak Syam, saya mampir di blog bapak dari link di blognya pak Roni .. saya baru tau, ternyata kita punya banyak kesamaan :
    - sama2 orang Minang
    - anggota TDA (walaupun saya masih belum seberani pak Syam untuk jadi Full TDA )
    - kerja di bagian IT ( saya kerja di Le Meridien Hotel sbg IT Manager )
    - kita juga sama2 alumnus BL ya .. kalo boleh tau pak Syam angkatan berapa? pasti angkatan muda yah? kalo saya angkatan tua nih .. angkatan 86..

    senang kenalan dgn anda, mudah2an kapan2 bisa kop-dar yah .. :)

  5. assalamualaikum ww
    selamat pak syam. anda baru saja memulai langkah besar, semoga juga dapat hasil besar. langkah yang bapak ambil sebuah keputusan yang sangat luar biasa. suatu saat saya ikuti, insya allah.

  6. Ping-balik: Bila Waktu Berjalan Mundur « Light the World!

  7. Ping-balik: Memulai Bisnis sebagai Pilihan Hidup | Light the World!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s