Kenangan Pesta Wirausaha 2012

Usai sudah Pesta Wirausaha TDA 2012. Acara yang berlangsung 28-29 Januari 2012 ini digagas oleh komunitas bisnis Tangan Di Atas adalah dalam rangka milad TDA  yang ke-6. Lebih dari 1800 peserta dan partisipan memenuhi gedung Smesco di Jakarta.

Ruangan utama sebagai pusat acara, sesak dan terasa panas. Pendingin ruangan yang semula dingin tak mampu lagi menyejukkan ruangan dimana sekitar 1400 peserta tumpah dalam antusias, bersemangat, bergembira dan bergelora dalam semangat persaudaraan dan perjuangan. Terbakar oleh inspirasi, motivasi dan gelora enterpreneurship.

Bagaimana tidak, tokoh-tokoh yang berbicara mengisi panggung bukan pula orang sembarangan. Ada Dahlan Iskan, menteri BUMN, Chairul Tanjung, CEO Trans Corporation, Jamil Azzaini, Inspirator Sukses-Mulia, Sandiaga Uno, pengusaha muda sukses, Arief Budiman, CEO Petakumpet, dan banyak lainnya.

Itu baru hari pertama, hari kedua diisi oleh Merry Riana, pengusaha muda sukses yang terkenal dengan Mimpi Sejuta Dollar, Joko Widodo, “ambassador” mobil Esemka, Nukman Luthfie, pegiat social media, Sumardy (pakar marketing), Asep Khairul Gani (pakar HRD) dan ditutup oleh mas Mono “Ayam Bakar” serta ustad Yusuf Mansur. Belum lagi kelihaian pembawa acara Iwel Sastra dan Putri Dwiandari.

Selain dihadiri oleh inspirator TDA Haji Alay, juga tampak para pendiri TDA. Yang terbanyak adalah rombongan peserta dari TDA wilayah yang punya ciri khas masing-masing tampak dari seragam yang digunakan atau penanda lainnya. Ratusan stan penuh dan tentu saja terjadi penjualan dan deal yang signifikan bagi pemiliknya. Dari beberapa kali even dan pameran yang saya datangi di gedung Smesco, baru kali inilah tampak paling ramai.

Selain ruang utama dengan acara besar, beberapa kelas workshop juga dibuka gratis untuk pengunjung acara. Pembicaranya juga top markotop dan pakar di bidang masing-masing. Ada Budi Rachmat, Fauzi Rachmanto, Zaenal “Teroris” Abidin, Bije Wijayanto, Teguh Wibawanto, Hafiz Khairul Rizal, Sonny B Sofyan, Ali Akbar, dan lainnya.

Salut sama teman-teman panitia yang menyiapkan acara ini. Berminggu dan berbulan mereka menyiapkan acara ini. Bahkan kabarnya adalah salah satu panitia yang rela menutup toko/bisnisnya selama satu bulan demi menyukseskan acara ini. Dan, asal tahu saja mereka semua tidak dibayar dalam kepanitiaan ini.

Hebat! Mana ada orang yang rela berkurban seperti ini. Apalagi semua mereka adalah Pengusaha. Ini bisnis bung!

Tapi itulah, semangat dan misi TDA “Bersama Menebar Rahmat” begitu kentara di acara ini. Dari jauh datang dengan ongkos sendiri, peserta begitu bahagia hanya untuk bersilaturahim dan bertatap muka. Sebab selama ini hanya banyak berinteraksi melalui dunia maya saja baik di milis, dan media sosial lainnya.

Dan, juga para pembicara hebat yang menginsiprasi dan memotivasi semua mau berbagi ilmu tanpa dibayar pula! Yah, inilah TDA!

Untuk acara selama dua hari, yang penuh daging dan bergizi semua, begitu murah harga yang harus dibayar. Kalau boleh dikata, paling uang peserta hanya untuk sewa dan petugas gedung, konsumsi dan perangkat acara. Sedangkan kalau yang tidak bayar, ya tidak dapat kartu tanda peserta dan konsumsi. Sedangkan lainnya gratis, dan bisa ikut workshop pula! Acara full dari pagi sampai malam! Gratis!

Merinding saya mengikuti acara ini dan menyaksikan semangat peserta. Teringat kisah lama ketika bergerak mengubah Indonesia dengan cara berbeda.  Jika para politisi ngakunya merubah Indonesia dengan cara perdebatan, wacana, dan ujung-ujungnya malah berbagi kekuasan dan merampok uang negara. Ini para pemuda yang berkumpul, berbicara dan bertindak dengan caranya sendiri. Tanpa banyak bicara, action oriented ternyata telah menggerakkan roda-roda ekonomi dan perubahan di tempatnya masing-masing. Biarkanlah para politisi berdebat, kita bekerja saja!

Saya percaya, bahwa perubahan itu tidak semata dari kekuatan politik. Politik dan ekonomi sebagai dua sisi mata uang. Dan sesungguhnya dibalik perubahan dunia ada kekuatan tersembunyi ekonomi di belakangnya. Mana bisa beli senjata tanpa uang! Mana bisa mengangkat senjata kalau perut lapar! Para founding father sedari awal sudah menyadari ini. Bahwa kejayaan Indonesia hanya bisa melalui 3 hal: Berdaulat di bidang politik, mandiri di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang budaya.

Saya melihat ada semangat Beli Indonesia, semangat Bela Indonesia bersatu di acara ini. Saya melihat semangat, bahwa kalau mau sukses maka harus menyukseskan orang lain juga. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Inilah Sukses Mulia yang menjadi semangat Tangan Di Atas.

Dan yang paling membuat saya terharu dan meneteskan airmata, ketika sesi Merry Riana meminta semua peserta berdiri dan semua menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Bagimu Negeri. Kapan terakhir kita menyanyikan kedua lagu ini? Semua larut dalam nasionalisme Indonesia.

Beruntung saya, telah menjadi bagian dari komunitas ini: Tangan Di Atas, dengan misinya: Bersama menebar rahmat. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

Seribu orangtua hanya bisa bermimpi tapi seorang Pengusaha bisa mengubah dunia!

6 gagasan untuk “Kenangan Pesta Wirausaha 2012

  1. Wah bangga sekali melihat TDA sukses tiap membuat acara miladnya…Energi positif kalau dibagikan, bukannya berkurang tapi malah bertambah ya Pak. Salam sukses penuh kemuliaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s