Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Tokoh’ Category

Namanya, Sarbini saja. Satu kata, seperti nama-nama orang besar atau yang pernah tercatat di sejarah. Saya yakin, beliau pun juga akan mencatatkan namanya sebagai salah satu orang besar. Coba perhatikan: Ibrahim, Muhammad, Sukarno, Syailendra, Suharto (yang ini kontroversi), hanya satu kata nama saja. Profil beliau, selain di http://sarbini.net, bisa juga dilihat di Facebook pada link ini atau link ini.

Anak Banten, yang lahir dari kampung Onyam, Tangerang ini melewatkan masa kecilnya di kampung. Menamatkan SMP di pondok pesantren Yayasan Pesantren Islam (YAPI), Bangil-Jawa Timur. Lalu dia menghabiskan masa remajanya di pondok pesantren Daar el-Qalam, Tangerang yang dilanjutkan dengan menamatkan pendidikan S1 di Universitas Tujuh Belas Agustus (UNTAG) 1945 Jakarta.

Saya mengenalnya sejak perjuangan tahun ’98. Mantan Ketua Senat Mahasiswa dan Presiden Mahasiswa UNTAG ’45 Jakarta ini adalah aktivis dan pejuang tulen. Koordinator FKSMJ (Forum Komunikasi Senat Mahaiswa se-Jakarta) tahun 1998 ini adalah motor, inspirator dan motivator perjuangan mahasiswa. Sosoknya yang low profile acap kali hilang dari liputan dan wawancara media massa.

Saya ingat, ketika Jakarta membara pada medio Mei ’98. Konstalasi politik tidak menentu pasca resesi ekonomi dan penembakan (pembunuhan?) mahasiswa serta bumi hangus Jakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia. Berbagai lapisan masyarakat ingin menyampaikan aspirasi ke gedung DPR/MPR, tapi terhalang oleh pagar duri dan hadangan tentara bersenjata lengkap. Tak ada celah untuk bisa masuk kesana. Demo-demo mahasiswa hanya bisa terjadi di dalam kampus saja, tak bisa keluar karena dijaga aparat bersenjata.

Saya ingat, kami para pentolan pimpinan berbagai kampus Jakarta. Para Ketua-ketua Senat Mahasiswa atau perwakilannya yang tergabung dalam Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta (FKSMJ) berkumpul di IKIP Jakarta, lalu menyusup dalam rombongan rektor IKIP Jakarta masuk ke Gedung DPR/MPR. Saat itulah kepemimpinan dan ketokohan Sarbini terlihat. Bertindak sebagai juru bicara FKSMJ, beliau dan kami mendesak pimpinan DPR/MPR meminta agar Suharto mundur dari Presiden Republik Indonesia dan diadakan Sidang Istimewa segera!

Saya menyaksikan, betapa pucat dan gugup muka Harmoko dan pimpinan Dewan yang lain, atas desakan mahasiswa menyampaikan agar Suharto mundur dari Presiden. Hasilnya, reaksi hebat para elit pemerintah dan aparat terhadap seruan ini. Wiranto sebagai Pangliman ABRI waktu itu langsung bereaksi bahwa seruan itu adalah seruan pribadi dan siap melindungi keluarga Suharto.

Kami memutuskan menginap di gedung DPR/MPR, dalam kepungan tentara bersenjata dan sniper yang mengincar di malam hari. Saking mencekamnya disana, sampai Syarwan Hamid dari Fraksi ABRI di DPR/MPR tidak berani keluar dari sana.

Ah, betapa mencekam malam itu. Bayangan peristiwa 27 Juli masih saja terbayang di mata. Apakah kami akan berakhir seperti ini?

Nostalgia, ya kenangan itu begitu melekat pada diri saya dengan Sarbini sebagai salah satu tokoh sentral dalam aksi ini.

Singkat cerita, akhirnya Suharto pun tumbang digantikan Habibie yang penuh kontoversi. Mahasiswa terpecah dukung-mendukung dan menentang dengan meminta sidang istimewa MPR atau membentuk pemerintahan transisi atau pemerintahan rakyat. Isu berkembang menjadi fitnah, bahwa yang menentang Habibie adalah kelompok komunis. Kami pun dipetakan dalam grup komunis ini.

Tapi mana mungkin Sarbini, jebolan pesantren murid kesayangan kiyai bisa menjadi komunis? Dalam forum-forum diskusi dan seminar, lugas dan cerdas Sarbini menjawab fitnah dan tuduhan ini.

Kami menyebut Sarbini dengan istilah Buldozer. Ya, beliau adalah jagonya dalam retorika dan berorasi. Dalam setiap forum, beliau mampu melabrak para elit yang pasca runtuh Suharto mengklaim sebagai pihak yang paling berjasa dalam menjatuhkan Orde Baru, dan mengklaim sebagai “orang” dibalik gerakan mahasiswa. Sebagai pelaku langsung di lapangan, Sarbini tentu saja perlu meluruskan hal ini. Gerakan mahasiswa bersih dari kepentingan elit!

Kami menyebut dia si Buldozer! Argumentasinya jelas dan logikanya benar. Tentu saja para oportunis yang main di forum-forum mati kutu olehnya.

Pasca jatuhnya Suharto, gerakan mahasiswa masih melakukan reli-reli aksi. Sarbini masih saja berada di garis terdepan. Beliau mempelopori pertemuan-pertemuan ketua senat mahasiswa dan perwakilan mahasiswa secara nasional untuk menghasilkan sinergi perjuangan.

Ketika pemerintah tak lagi legitimate maka perlu dicari pemimpin alternatif, yang bisa menyatukan semua perbedaan dan menghindarkan Indonesia dari perpecahan dan kehancuran. Sarbini adalah salah satu orang yang menjadi otak dari pertemuan para tokoh bangsa dan mendorong mereka untuk bertemu. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan yang dikenal dengan Deklarasi Ciganjur. Dimana, dari pertemuan inilah naiknya popularitas Gus Dur, Megawati, Amien Rais dan Sri Sultan HB IX.

Sayang, tak banyak diharap dari pertemuan tokoh ini. Mereka masih takut untuk maju memimpin alih kepemimpinan nasional. Semenjak itulah kami menyatakan tidak lagi percaya kepada para elit, dan menyerukan POTONG SATU GENERASI!.

Sarbini adalah sahabat saya, yang lahir dari kancah perjuangan. Ketika mahasiswa terpecah dalam isu dukung-mendukung Habibie, menentang dan mendukung Sidang Istimewa, beliau tampil beda dengan argumentasi yang cerdas logis. Beliau belajar dari guru terbaik, dan tentu saja semua apa yang disampaikannya tak terbantahkan!

Pasca reformasi ’98, sebagian mahasiswa balik ke kampus dan sebagian lagi sibuk dengan perjuangan. Ada juga yang masuk ke gelanggang politik praktis. Berbeda dengan Sarbini, ketika berbagai tawaran datang masuk afiliasi politik, sampai tawaran beasiswa dan dukungan dana dari berbagai funding. Beliau masih tetap dalam jalur independen dan bersih dari kepentingan praktis.

Ketika beberapa teman bergabung dengan berbagai partai politik, atau melanjutkan kuliah di luar negeri, Sarbini memilih mematangkan dan menyiapkan diri. Beliau belajar dari guru terbaik, dari aktivis angkatan ’60an, ’70an sampai ’80an. Mahasiswa kesayangan dari Prof. Sri Soemantri, guru besar ilmu hukum tata negara ini kuat dalam landasan ilmiah. Murid kesayangan kiyai di pondok pesantren ini, kuat dalam dalam argumentasi agama dan ilmiah. Sehingga ketika pertentangan mahasiswa membelok ke isu politik, ekonomi sampai agama, maka Sarbini bisa selamat dan menang dalam hal ini.

Kematangan politik dan basis massa Sarbini teruji dalam perjuangan. Beliau adalah tokoh yang menjadi tangan kanan Sarwono Kusumaatmadja yang berhasil memenangkan dan mengantarkan Sarwono maju sebagai wakil DKI Jakarta pada DPR MPR RI periode 2004-2009. Sampai akhirnya dipercaya menjadi staf ahli parlemen di DPD bidang politik mendampingi Ir. Sarwono Kusumaatmadja.

Sekarang, setelah merasa saatnya tiba dan matang, beliau maju membawa aspirasi rakyat Jakarta sebagai calon legislatif DPR RI dari Partai Hanura. Dengan dukungan penuh dari KH. Drs, Ahmad Syahiduddin selaku pimpinan Pondok Pesantren Daar el-Qolam, Sarbini bertekad akan membawa dan membela kepentingan rakyat.

Tak diragukan lagi, saya percaya dengan latar belakang perjuangan yang teruji maka Sarbini akan mampu membawa aspirasi rakyat ke DPR MPR RI.

Selamat berjuang sahabat, kami para sahabatmu akan mendukungmu!

Wassalam,
Helsusandra Syam

http://hensyam.com

Koordinator FKSJM (Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta) tahun 2000.

Read Full Post »

Beberapa hari yang lalu, di rumah kami ada acara kumpul-kumpul ibu mertua dengan teman-teman semasa sekolahnya dulu di PGA (Pendidikan Guru Agama) di Payakumbuh. Ibu mertua yang baru datang liburan dari kampung, ingin reunian dengan teman-teman sekolahnya dulu yang saat ini berada di Jakarta dan sekitarnya.

Bapak-bapak dan ibu-ibu umur 50-an pun berdatangan, dan rumah kecil kami alhamdulillah cukup menyambut mereka dengan hidangan ala kadarnya.

Rumah kami pun ramai di datangi oleh teman-teman ibu yang kebanyakan mereka adalah para guru. Ada satu bapak yang menarik perhatian saya. Seorang guru di salah satu SMA Jakarta. Datang dengan mobil Land Cruiser Cygnus. Wow! Seorang guru dengan mobil mahal dan dengan supir pula!

Sebelumnya, saya sudah mendengar beliau dari cerita ibu mertua. Tentang temannya ini yang guru dan juga seorang Pebisnis sukses. Juga cerita kedermawan beliau di kampungnya.

Dalam bayangan saya, beliau itu pastilah seseorang dengan tampilan tertentu layaknya orang kaya kebanyakan. Dengan wibawa dan gayanya tersendiri. Tapi yang saya lihat kali ini adalah seorang lelaki yang tenang, bersahaja, dan biasa saja. Selain tentu saja aura tertentu yang melekat padanya.

Ketika para orangtua paruh baya ini berkumpul di ruang tengah, bercanda, bercerita nostalgia karena sudah puluhan tahun tidak berjumpa, saya mendengar saja sekilas suara mereka dari teras rumah. Dalam bayangan saya si pak Guru ini sudah pasti akan mendominasi pembicaraan, atau pertemuan akan terfokus pada kekuatan-kekuasaannya. Sebagaimana biasanya kalau dalam satu pertemuan, saya perhatikan biasanya orang-orang kaya dan hebat selalu mendominasi pembicaraan atau terfokus ke dia. Tapi, saya hampir tidak mendengar suaranya.

Yang dominan dan banyak heboh ternyata teman-temannya yang lain. Suara beliau kalaupun sekali-kali terdengar biasa-biasa saja dan tenang.

“Saya harus berguru kepada orang ini”, batin saya bersuara.

Selagi mereka berbincang dan bercanda di dalam, saya sempatkan untuk mengabadikan diri berfoto di depan mobil pak guru. Lumayan, saya mendapatkan bahan afirmasi dengan berfoto di mobilnya:). Apalagi nomor plat mobil ini, B XX HSB sesuai pula dengan inisial atau singkatan nama saya: Helsusandra Syam. Lalu, “B” di belakang “HS”, artinya apa kak?, tanya isteri saya. Yaa… ‘kan diawali dengan “B” dan diakhiri juga dengan “B”, kilah saya ‘maksain. He.he… Seolah alam memberi pertanda, akan hadirnya Triliuner Baru:).

Ketika saat makan siang, saya berkesempatan ngobrol dengan pak Guru dan teman-temannya. Di bagian rumah yang juga merupakan tempat produksi pakaian renang muslim—bisnis saya dan isteri, saya menceritakan bisnis saya karena ditanyakan oleh mereka. Saya bercerita agak banyak berharap dapat atensi dari pak Guru, karena saya memang berniat untuk mendapatkan ilmu dari beliau.

Sekali lagi, saya pikir beliau akan seperti pebisnis lainnya akan bercerita banyak menimpali saya. Lalu memberikan nasehat, masukan, sharing atau segala macamnyalah. Ternyata saya salah, beliau benar-benar low profile. Lebih banyak mendengar.  Yang banyak tanya-tanya dan berkomentar malah teman-temannya yang lain.

Selepas kami shalat Ashar berjamaah di mushola dekat rumah saya baru bisa ngobrol sedikit langsung dengan beliau. Lalu, ketika acara selesai dan beliau akan pulang memesan satu stel pakaian renang kami, “Untuk ngajak isteri berenang”, kata pak Guru sambil tertawa ditanya oleh teman-temannya untuk siapa.

Ketika saya minta kartu namanya, saya sampaikan ke beliau, “Pak, kapan-kapan saya boleh main ke rumah ya. Saya ingin berguru ke bapak mengenai bisnis. Mau jadikan mentor”.

“Ah, sudah bagus bisnis ini. Tak perlu lagi belajar ke saya”, kilah beliau merendah. Beliau bersedia, kapan-kapan saya bisa datang bersilaturahim ke tempatnya. Semoga saya bisa belajar banyak dari pak Guru ini. Sedikit saya dapat cerita dari ibu mertua, tentang bisnis yang berkah dari pak guru ini, sesuai pula dengan nama perusahaanya: Berkah Group.

Ternyata kita temukan banyak orang-orang hebat yanglow profile, luput dari media dan publikasi. Tanpa panggung dan sensasi, mereka berbuat untuk negeri.

Mengenai bisnis, perjuangan dan kisah hidupnya yang lain, lain waktu akan saya ceritakan kembali. Semoga suatu saat nanti saya dapat bertemu kembali dengan pak Guru ini. Ingin berguru langsung dan mendapatkan ilmu dan pengalamannya, dan bisa pula membagikannya kepada teman-teman.

Read Full Post »

Suatu ketika Rasullah Saw diundang makan oleh salah seorang sahabat. Makanan itu cuma cukup utk beberapa orang sj. Tapi Rasul membaginya dg sahabat yang lain, yg kalau secara logika tdk akan cukup. Tapi masyaAllah ternyata cukup dan mengenyangkan.

Ternyata keberkahannyalah yg menyebabkan hal ini.

Baginda Rasul sangat menyukai jamaah.

Read Full Post »

Older Posts »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 533 pengikut lainnya.