<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Light the World!</title>
	<atom:link href="http://hensyam.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hensyam.com</link>
	<description>Cerahkan Dunia. Mari Saling Berbagi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 May 2013 15:32:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hensyam.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/fae135b572e50585555d058c677d003f?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Light the World!</title>
		<link>http://hensyam.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hensyam.com/osd.xml" title="Light the World!" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hensyam.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sarbini, Sang Buldozer</title>
		<link>http://hensyam.com/2013/05/06/sarbini-sang-buldozer/</link>
		<comments>http://hensyam.com/2013/05/06/sarbini-sang-buldozer/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 03:59:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helsusandra Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kawan]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hensyam.wordpress.com/2009/04/04/sarbini-sang-buldozer/</guid>
		<description><![CDATA[Namanya, Sarbini saja. Satu kata, seperti nama-nama orang besar atau yang pernah tercatat di sejarah. Saya yakin, beliau pun juga akan mencatatkan namanya sebagai salah satu orang besar. Coba perhatikan: Ibrahim, Muhammad, Sukarno, Syailendra, Suharto (yang ini kontroversi), hanya satu &#8230; <a href="http://hensyam.com/2013/05/06/sarbini-sang-buldozer/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&#038;blog=291150&#038;post=395&#038;subd=hensyam&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Namanya, <a href="http://sarbini.net" target="_blank">Sarbini</a> saja. Satu kata, seperti nama-nama orang besar atau yang pernah tercatat di sejarah. Saya yakin, beliau pun juga akan mencatatkan namanya sebagai salah satu orang besar. Coba perhatikan: Ibrahim, Muhammad, Sukarno, Syailendra, Suharto (yang ini kontroversi), hanya satu kata nama saja. Profil beliau, selain di <a href="http://sarbini.net" target="_blank">http://sarbini.net</a>, bisa juga dilihat di Facebook pada <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1234147721&amp;ref=ts" target="_blank">link ini</a> atau <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1403919145&amp;ref=ts" target="_blank">link ini</a>.</p>
<p>Anak Banten, yang lahir dari kampung Onyam, Tangerang ini melewatkan masa kecilnya di kampung. Menamatkan SMP di pondok pesantren Yayasan Pesantren Islam (YAPI), Bangil-Jawa Timur. Lalu dia menghabiskan masa remajanya di pondok pesantren Daar el-Qalam, Tangerang yang dilanjutkan dengan menamatkan pendidikan S1 di Universitas Tujuh Belas Agustus (UNTAG) 1945 Jakarta.</p>
<p>Saya mengenalnya sejak perjuangan tahun &#8217;98. Mantan Ketua Senat Mahasiswa dan Presiden Mahasiswa UNTAG &#8217;45 Jakarta ini adalah aktivis dan pejuang tulen. Koordinator FKSMJ (Forum Komunikasi Senat Mahaiswa se-Jakarta) tahun 1998 ini adalah motor, inspirator dan motivator perjuangan mahasiswa. Sosoknya yang <em>low profile</em> acap kali hilang dari liputan dan wawancara media massa.</p>
<p>Saya ingat, ketika Jakarta membara pada medio Mei &#8217;98. Konstalasi politik tidak menentu pasca resesi ekonomi dan penembakan (pembunuhan?) mahasiswa serta bumi hangus Jakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia. Berbagai lapisan masyarakat ingin menyampaikan aspirasi ke gedung DPR/MPR, tapi terhalang oleh pagar duri dan hadangan tentara bersenjata lengkap. Tak ada celah untuk bisa masuk kesana. Demo-demo mahasiswa hanya bisa terjadi di dalam kampus saja, tak bisa keluar karena dijaga aparat bersenjata.</p>
<p>Saya ingat, kami para pentolan pimpinan berbagai kampus Jakarta. Para Ketua-ketua Senat Mahasiswa atau perwakilannya yang tergabung dalam Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta (FKSMJ) berkumpul di IKIP Jakarta, lalu menyusup dalam rombongan rektor IKIP Jakarta masuk ke Gedung DPR/MPR. Saat itulah kepemimpinan dan ketokohan Sarbini terlihat. Bertindak sebagai juru bicara FKSMJ, beliau dan kami mendesak pimpinan DPR/MPR meminta agar Suharto mundur dari Presiden Republik Indonesia dan diadakan Sidang Istimewa segera!</p>
<p>Saya menyaksikan, betapa pucat dan gugup muka Harmoko dan pimpinan Dewan yang lain, atas desakan mahasiswa menyampaikan agar Suharto mundur dari Presiden. Hasilnya, reaksi hebat para elit pemerintah dan aparat terhadap seruan ini. Wiranto sebagai Pangliman ABRI waktu itu langsung bereaksi bahwa seruan itu adalah seruan pribadi dan siap melindungi keluarga Suharto.</p>
<p>Kami memutuskan menginap di gedung DPR/MPR, dalam kepungan tentara bersenjata dan sniper yang mengincar di malam hari. Saking mencekamnya disana, sampai Syarwan Hamid dari Fraksi ABRI di DPR/MPR tidak berani keluar dari sana.</p>
<p>Ah, betapa mencekam malam itu. Bayangan peristiwa 27 Juli masih saja terbayang di mata. Apakah kami akan berakhir seperti ini?</p>
<p>Nostalgia, ya kenangan itu begitu melekat pada diri saya dengan Sarbini sebagai salah satu tokoh sentral dalam aksi ini.</p>
<p>Singkat cerita, akhirnya Suharto pun tumbang digantikan Habibie yang penuh kontoversi. Mahasiswa terpecah dukung-mendukung dan menentang dengan meminta sidang istimewa MPR atau membentuk pemerintahan transisi atau pemerintahan rakyat. Isu berkembang menjadi fitnah, bahwa yang menentang Habibie adalah kelompok komunis. Kami pun dipetakan dalam grup komunis ini.</p>
<p>Tapi mana mungkin Sarbini, jebolan pesantren murid kesayangan kiyai bisa menjadi komunis? Dalam forum-forum diskusi dan seminar, lugas dan cerdas Sarbini menjawab fitnah dan tuduhan ini.</p>
<p>Kami menyebut Sarbini dengan istilah <strong>Buldozer</strong>. Ya, beliau adalah jagonya dalam retorika dan berorasi. Dalam setiap forum, beliau mampu melabrak para elit yang pasca runtuh Suharto mengklaim sebagai pihak yang paling berjasa dalam menjatuhkan Orde Baru, dan mengklaim sebagai &#8220;orang&#8221; dibalik gerakan mahasiswa. Sebagai pelaku langsung di lapangan, Sarbini tentu saja perlu meluruskan hal ini. Gerakan mahasiswa bersih dari kepentingan elit!</p>
<p>Kami menyebut dia si Buldozer! Argumentasinya jelas dan logikanya benar. Tentu saja para oportunis yang main di forum-forum mati kutu olehnya.</p>
<p>Pasca jatuhnya Suharto, gerakan mahasiswa masih melakukan reli-reli aksi. Sarbini masih saja berada di garis terdepan. Beliau mempelopori pertemuan-pertemuan ketua senat mahasiswa dan perwakilan mahasiswa secara nasional untuk menghasilkan sinergi perjuangan.</p>
<p>Ketika pemerintah tak lagi <em>legitimate</em> maka perlu dicari pemimpin alternatif, yang bisa menyatukan semua perbedaan dan menghindarkan Indonesia dari perpecahan dan kehancuran. Sarbini adalah salah satu orang yang menjadi otak dari pertemuan para tokoh bangsa dan mendorong mereka untuk bertemu. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan yang dikenal dengan <strong>Deklarasi Ciganjur</strong>. Dimana, dari pertemuan inilah naiknya popularitas Gus Dur, Megawati, Amien Rais dan Sri Sultan HB IX.</p>
<p>Sayang, tak banyak diharap dari pertemuan tokoh ini. Mereka masih takut untuk maju memimpin alih kepemimpinan nasional. Semenjak itulah kami menyatakan tidak lagi percaya kepada para elit, dan menyerukan POTONG SATU GENERASI!<strong>.<br />
</strong></p>
<p>Sarbini adalah sahabat saya, yang lahir dari kancah perjuangan. Ketika mahasiswa terpecah dalam isu dukung-mendukung Habibie, menentang dan mendukung Sidang Istimewa, beliau tampil beda dengan argumentasi yang cerdas logis. Beliau belajar dari guru terbaik, dan tentu saja semua apa yang disampaikannya tak terbantahkan!</p>
<p>Pasca reformasi &#8217;98, sebagian mahasiswa balik ke kampus dan sebagian lagi sibuk dengan perjuangan. Ada juga yang masuk ke gelanggang politik praktis. Berbeda dengan Sarbini, ketika berbagai tawaran datang masuk afiliasi politik, sampai tawaran beasiswa dan dukungan dana dari berbagai <em>funding</em>. Beliau masih tetap dalam jalur independen dan bersih dari kepentingan praktis.</p>
<p>Ketika beberapa teman bergabung dengan berbagai partai politik, atau melanjutkan kuliah di luar negeri, Sarbini memilih mematangkan dan menyiapkan diri. Beliau belajar dari guru terbaik, dari aktivis angkatan &#8217;60an, &#8217;70an sampai &#8217;80an. Mahasiswa kesayangan dari <a href="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/s/sri-soemantri/index.shtml" target="_blank">Prof. Sri Soemantri</a>, guru besar ilmu hukum tata negara ini kuat dalam landasan ilmiah. Murid kesayangan kiyai di pondok pesantren ini, kuat dalam dalam argumentasi agama dan ilmiah. Sehingga ketika pertentangan mahasiswa membelok ke isu politik, ekonomi sampai agama, maka Sarbini bisa selamat dan menang dalam hal ini.</p>
<p>Kematangan politik dan basis massa Sarbini teruji dalam perjuangan. Beliau adalah tokoh yang menjadi tangan kanan Sarwono Kusumaatmadja yang berhasil memenangkan dan mengantarkan Sarwono maju sebagai wakil DKI Jakarta pada DPR MPR RI periode 2004-2009. Sampai akhirnya dipercaya menjadi staf ahli parlemen di DPD bidang politik mendampingi Ir. Sarwono Kusumaatmadja.</p>
<p>Sekarang, setelah merasa saatnya tiba dan matang, beliau maju membawa aspirasi rakyat Jakarta sebagai <strong>calon legislatif DPR RI dari Partai Hanura</strong>. Dengan dukungan penuh dari KH. Drs, Ahmad Syahiduddin selaku pimpinan Pondok Pesantren Daar el-Qolam, Sarbini bertekad akan membawa dan membela kepentingan rakyat.</p>
<p>Tak diragukan lagi, saya percaya dengan latar belakang perjuangan yang teruji maka Sarbini akan mampu membawa aspirasi rakyat ke DPR MPR RI.</p>
<p>Selamat berjuang sahabat, kami para sahabatmu akan mendukungmu!</p>
<p>Wassalam,<br />
Helsusandra Syam</p>
<p><a href="http://hensyam.com" rel="nofollow">http://hensyam.com</a></p>
<p>Koordinator FKSJM (Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta) tahun 2000.</p>
<br />Filed under: <a href='http://hensyam.com/category/indonesia/'>Indonesia</a>, <a href='http://hensyam.com/category/kawan/'>Kawan</a>, <a href='http://hensyam.com/category/tokoh/'>Tokoh</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hensyam.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hensyam.wordpress.com/395/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&#038;blog=291150&#038;post=395&#038;subd=hensyam&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hensyam.com/2013/05/06/sarbini-sang-buldozer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68c76c34358fe7afdf623db4dabd7ccc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Syam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memaafkan itu Mulia</title>
		<link>http://hensyam.com/2013/04/18/memaafkan-itu-mulia/</link>
		<comments>http://hensyam.com/2013/04/18/memaafkan-itu-mulia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Apr 2013 10:24:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helsusandra Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi-Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hensyam.com/?p=698</guid>
		<description><![CDATA[Diposting dari tulisan isteri saya: Diriwayatkan oleh Tabrani dari Ubadah bin Shamit RA, Rasulullah SAW berkata: Inginkah kalian kuberitahu sesuatu yg dapat membuat Allah SWT memuliakan sosok pribadi dan meningkatkan derajat? &#8220;Mereka berkata, Mau Wahai Rasulullah&#8221;. Beliau bersabda : &#8220;Bersikap &#8230; <a href="http://hensyam.com/2013/04/18/memaafkan-itu-mulia/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&#038;blog=291150&#038;post=698&#038;subd=hensyam&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><em>Diposting dari tulisan isteri saya:</em></p>
<p>Diriwayatkan oleh Tabrani dari Ubadah bin Shamit RA, Rasulullah SAW berkata:<br />
<em>Inginkah kalian kuberitahu sesuatu yg dapat membuat Allah SWT memuliakan sosok pribadi dan meningkatkan derajat? &#8220;Mereka berkata, Mau Wahai Rasulullah&#8221;. </em>Beliau bersabda :</p>
<p>&#8220;Bersikap lembut pada orang yg bodoh darimu, memaafkan orang yg menzalimimu, memberi orang yang menahanmu, dan menghubungkan silahturahim orang yg memutuskanmu.&#8221;</p>
<p>Hadist ini terbukti dengan cerita teman saya, teh Putri (nama disamarkan). Beberapa waktu yang lalu teh Putri pergi melayat saudara seorang ustadzah yg baru saja meninggal.<br />
Yang meninggal ini adalah seorang ibu rumah tangga biasa, yang pendidikannya juga biasa saja. Tapi saat beliau meninggal begitu banyak yg mensholatkan, sampai-sampai mesjid yg 3 lantai penuh dan sampai shalat diluar.<br />
Bukan hanya itu, ketika melayat, teh Putri dan tamu-tamu yang lain mencium bau yg sangat wangi sekali pada diri almarhumah, bau yang belum pernah dicium sebelumnya. Wangi tersebut memenuhi semua ruangan, yang membuat orang-orang berbisik, gerangan apa yang dikerjakan almarhumah sehingga dari beliau tercium wangi sekali.</p>
<p>Ketika ditanya pada sang anak, mereka bilang ibunya hanya seperti Muslimah lainnya, yang biasa tahajud, shalat dhuha, puasa senin kamis. Ketika terus didesak orang-orang, apakah amalan lain si  ibu, anaknya baru ingat, ibunya sangat pemaaf sekali, tiada dendam di hatinya. Ketika ada selisih dengan keluarga atau orang lain pastilah dia yang minta maaf duluan, walaupun sebenarnya beliau nggak salah.  Walaupun orang tersebut masih marah dan memaki-maki beliau, ibu tetap tersenyum dan minta maaf. Beliau mendatangi orang tersebut sambil membawakannya  oleh-oleh buah.</p>
<p>Subhanallah..ternyata pemaafnya sang ibu telah menggetarkan pintu langit, membuat beliau Mulia disisi Allah SWT. Sehingga di dunia pun Allah telah memperlihatkan kepada kita bagaimana mulianya derajat ibu ini nantinya di akhirat.</p>
<p>Semoga kita bisa mencontoh beliau dan menjadi hamba yg dimuliakan Allah SWT, amiin&#8230;.</p>
<br />Filed under: <a href='http://hensyam.com/category/inspirasi-motivasi/'>Inspirasi-Motivasi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hensyam.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hensyam.wordpress.com/698/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&#038;blog=291150&#038;post=698&#038;subd=hensyam&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hensyam.com/2013/04/18/memaafkan-itu-mulia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68c76c34358fe7afdf623db4dabd7ccc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Syam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ada Rumah Makan Padang di Kota Padang</title>
		<link>http://hensyam.com/2012/09/07/ada-rumah-makan-padang-di-kota-padang/</link>
		<comments>http://hensyam.com/2012/09/07/ada-rumah-makan-padang-di-kota-padang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Sep 2012 23:50:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helsusandra Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hensyam.wordpress.com/?p=693</guid>
		<description><![CDATA[Saat pulang kampung kemarin ke Sumatera Barat, saya melihat ada pemandangan menarik di kampung saya. Di pinggir jalan raya, tepatnya di Kecamatan Pangkalan Koto Baru saya melihat berdiri megah sebuah restoran dengan plang besar: Masakan Padang. Di pelintasan jalan raya &#8230; <a href="http://hensyam.com/2012/09/07/ada-rumah-makan-padang-di-kota-padang/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&#038;blog=291150&#038;post=693&#038;subd=hensyam&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/09/rmpadang.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-695" title="Rumah Makan Padang" src="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/09/rmpadang.jpg?w=300&#038;h=198" alt="" width="300" height="198" /></a>Saat pulang kampung kemarin ke Sumatera Barat, saya melihat ada pemandangan menarik di kampung saya. Di pinggir jalan raya, tepatnya di Kecamatan Pangkalan Koto Baru saya melihat berdiri megah sebuah restoran dengan plang besar: Masakan Padang. Di pelintasan jalan raya antar Provinsi Sumbar &#8211; Riau, rumah makan ini ramai oleh para pengunjung yang mudik atau melintas antar provinsi.</p>
<p>Hmm&#8230; seumur-seumur baru kali inilah saya melihat ada restoran (rumah makan) dengan tulisan Masakan Padang, di kampung asalnya sendiri. Saya pikir, mungkin cuma satu ini saja ada rumah makan Masakan Padang di Sumatera Barat di jalan perbatasan provinsi jauh dari kota Padang. Keheranan saya bertambah ketika saat saya main ke kota Padang, saya menemukan pandangan yang serupa: Ada rumah makan dengan tulisan Masakan Padang, malahan di pusat kota Padang sendiri. Hal yang selama ini belum pernah saya lihat.</p>
<p>Apa maksud saya, bukankah dimana-mana di kota-kota pulau Jawa, bahkan sampai mancanegara berdiri rumah makan Padang, istilah orang tinggal di bulan aja yang belum ada rumah makan Padang. Dari gambar yang beredar, malahan keliatannya sudah ada cabang rumah makan Padang di bulan:), kok sekarang saya heran ada rumah makan Padang di kota Padang sendiri?</p>
<p>Sama dengan Warung/Masakan Tegal (warteg), tentu kita tidak akan menemukannya di Tegal sendiri. Atau Pempek Palembang tidak ada di Palembang, disana disebut pempek saja. Nama Padang, Tegal, atau Palembang adalah penanda yang menciri-khaskan makanan yang dijual.</p>
<p>Tapi kenapa sekarang ada &#8220;Restoran Masakan Padang&#8221; di kota Padang sendiri?</p>
<p>Dalam konteks bisnis, kita bisa melihat bahwa ini adalah sebuah fenomena kekinian. Bagi seorang Pebisnis tentu ia ingin menanamkan modalnya ke bisnis yang teruji. Ada 2 tipe Pebisnis, <em>investor</em> dan <em>enterpreneur</em>. Bagi seorang enterpreneur, dia akan terlibat dalam menjalankan bisnisnya. Sementara bagi seorang investor, dia hanya menanamkan modal dan berharap mendapatkan keuntungan, dimana bisnisnya itu akan menjadi mesin uang yang akan mengalirkan laba.</p>
<p>Kembali ke awal cerita, kenapa si Investor mau membeli hak waralaba (franchise) Restoran Masakan Padang tadi? Kalau secara rasa, bukankah lebih banyak lagi rumah makan lain yang lebih enak masakannya dari rumah makan Padang tadi. Apalagi Padang—lebih tepatnya <em>Minang</em>—terkenal dengan surganya makanan enak. Coba main ke Bukittinggi, Payakumbuh, Pariaman, Padang, Padang Panjang, Solok dan banyak lagi daerah di Sumatera Barat yang suaangaat enaak masakannya.</p>
<p>Bisa saja si Pemilik modal menarik tukang masak yang hebat, atau merger atau membeli salah satu rumah makan yang terkenal atau yang enak-enak disana. Kenapa si pemilik modal mau menjadi investor dengan membeli franchise daripada mengelola rumah makan Padang sendiri?</p>
<p>Francshise sudah terbukti dengan sistemnya, manajemen, aturan baku (SOP), pelayanan dan lainnya. Bagi seorang investor dia ingin main aman dengan mengeluarkan uang ke sistem bisnis yang sudah teruji. Tidak kepada suatu bisnis yang masih mulai atau coba-coba. Makanya sekarang kita lihat dimana-mana marak atau bertebaran franchise baik itu rumah makan, swalayan, bengkel dan sebagainya. Si Pemilik uang tidak mau dipusingkan lagi dengan tetek-bengek bisnis, bisnis jalan dia bisa jalan-jalan, he.he.he&#8230;</p>
<p>Ini membuktikan, ketika suatu bisnis sudah teruji barulah ia mempunyai daya jual. Bagi seorang Pelanggan, terkadang kenyamanan menjadi nilai lebih dari sekedar rasa. Walaupun banyak rumah makan Padang yang enak-enak berdiri di Sumatera Barat, rumah makan Padang yang saya sebutkan tadi tetap punya pelanggan sendiri dan kadang penuh. Karena rumah makan ini menawarkan kenyamanan, tempat yang bersih dan suasana yang lebih disukai. Berbeda dengan kebanyakan rumah makan yang lain, tentu saja masih banyak yang suka makan disitu karena soal rasa—nyaman urusan kesekian.</p>
<p>Bagi kita seorang Pebisnis, cerita ini bisa memberikan kita sebuah pembelajaran. Bahwa, ketika bisnis kita sudah teruji, maka kita bisa menjualnya atau menarik investor. Harus ada keunggulan produk atau bisnis yang kita jual. Di era kekinian, sesuai dengan gaya hidup masyarakat yang semakin meningkat, Pelanggan dalam berbelanja terkadang lebih mementingkan kenyamanan daripada rasa atau harga. Tidak hanya soal rumah makan Padang, di pasar-pasar moderen orang lebih suka berbelanja disana daripada pasar-pasar tradisional padahal harga di pasar tradisional lebih murah.</p>
<p>Dalam kasus cerita ini, bahkan bisnis makanan rumah makan Padang yang kantor pusatnya berada di Jakarta berhasil menganeksasi—masuk ke kampung halamannya sendiri dimana disitulah berkuasanya—pusat masakan yang enak-enak!</p>
<br />Filed under: <a href='http://hensyam.com/category/bisnis/'>Bisnis</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hensyam.wordpress.com/693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hensyam.wordpress.com/693/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&#038;blog=291150&#038;post=693&#038;subd=hensyam&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hensyam.com/2012/09/07/ada-rumah-makan-padang-di-kota-padang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68c76c34358fe7afdf623db4dabd7ccc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Syam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/09/rmpadang.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Rumah Makan Padang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rantau dan Kampung</title>
		<link>http://hensyam.com/2012/08/24/rantau-dan-kampung/</link>
		<comments>http://hensyam.com/2012/08/24/rantau-dan-kampung/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Aug 2012 13:29:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helsusandra Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hensyam.com/?p=690</guid>
		<description><![CDATA[Pulang kampung adalah panggilan jiwa. Fitrahnya manusia setelah perjalanan panjang. Setelah lama hidup di rantau, suatu saat akan datang rasa seperti nada minor yang merayu jiwa manusia. Ia seperti musik sahdu, yang membawa kembali jiwa setelah terbang tinggi. Mendengar berita &#8230; <a href="http://hensyam.com/2012/08/24/rantau-dan-kampung/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&#038;blog=291150&#038;post=690&#038;subd=hensyam&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Pulang kampung adalah panggilan jiwa. Fitrahnya manusia setelah perjalanan panjang.</p>
<p>Setelah lama hidup di rantau, suatu saat akan datang rasa seperti nada minor yang merayu jiwa manusia. Ia seperti musik sahdu, yang membawa kembali jiwa setelah terbang tinggi. Mendengar berita dan melihat gambaran kampung halaman, melihat satu demi satu kawan kerabat pulang, semuanya adalah seperti kumpulan simponi orkestra, semuanya seperti dentingan piano, gesekan biola, dentuman dram, yang menghantam kalbu rindu hendak pulang.</p>
<p>Setinggi-tinggi bangau terbang, rindu ia pulang ke kubangan. Sejauh-jauh badan pergi, rindu jiwa hendak pulang.</p>
<p>Dan ketika masanya tiba-tiba kampung halaman penuh dengan para Perantau. Beragam gaya, harta, kemewahan, kendaraan dan hasil perantauan dibawa pulang dan dipertunjukkan.</p>
<p>Sang kaya dengan kebanggaan dan kebahagiaan pulang dengan rasa puas. Membawa bekal dari hasil perantauan, menikmati jerih payah perjuangan. Penuh percaya diri dan bahagia. Bisa berbagi dengan sanak saudara.</p>
<p>Sementara si Miskin pulang dengan kepala kuyu dan dada hampa. Hasil perantauan tak kuasa membahagiakan dan tak bisa dinikmati. Tak terbeli apa yang menggoda, tak akan terbayar apa yang merajuk. Bekal sedikit dan tak membanggakan. Sementara hutang tak lunas dibayar! Sementara kalaulah bertemu kawan kerabat, hanyalah mengingatkan hutang yang akan dilunasi. Kalaulah kuasa diri, tak ingin rasanya pulang. Tapi panggilan telah tiba, dan mesti pulang!</p>
<p>Hakikat hidup di dunia pun seperti ini pula. Sesungguhnya hidup ini di dunia ini adalah negeri rantau. Pada saatnya kita akan pulang ke Negeri Abadi. Suka atau tidak suka, rela atau tidak rela panggilan pulang akan tiba, dan semua orang akan pergi pulang.</p>
<p>Jika banyak bekal pencarian yang didapat di dunia, maka ketika sampai masa penghadapan penuh percaya diri dan aman menghadap Illahi. Tapi jika sedikit amal, atau malahan tidak ada sama sekali, apalah daya penyelamat diri di Kampung Sejati?</p>
<p>Celakalah insan yang pulang dengan pundi-pundi kosong dan hanya membawa sebatang diri. Apa yang akan dikatakan ketika datang pertanyaan, apa yang telah engkau kerjakan selama perantauan, amal apa yang telah kau amalkan dan kejahatan apa yang telah engkau lakukan? Sanggupkah pundi kosongmu, dada hampamu menyelamatkan diri dari melewati Jembatan Penentuan? Sanggupkah selamat dari gelincir dan menyampaikan ke seberang Kebahagiaan?</p>
<p>Hasil kerja atau bisnis selama perantauan, didapat dengan cara apakah? Benarkah timbangan perniagaan, atau cara culas yang dilakukan? Jujurkah cara-cara pekerjaan? Semua akan dipertanggung-jawabkan di kampung akhirat.</p>
<p>Bahagialah insan yang pulang dengan banyak bekal dan penuh pundi-pundi. Banyak amal yang menyelematkan diri di hari akhir nanti. Bekal yang dibawa cukup membayar tunai harga Surga dan menyelamatkan dari neraka. Pundi-pundi yang penuh cukup untuk pembayar hutang selama perantauan. Bahkan kelebihan amal sanggup pula menyelamatkan orangtua, isteri/suami, anak dan handai taulan.</p>
<p>Beruntunglah mereka yang nanti disambut di Jannati, para Malaikat dan Bidadari mengelu-elukannya. Dan hidup bersama Nabi berdampingan bercengkrama dalam keabadiaan Surga, dan bahagia selamanya karena bertemu dengan Sang Khaliknya.</p>
<p>Berbeda dengan pulang kampung di dunia, walaupun melarat pulang tapi masih ada kesempatan balik ke rantau memperbaiki diri. Tapi pada pulang sejati ke kampung akhirat nanti, sekali pulang tak akan bisa kembali lagi. Jika penuh amal dan bekal dibawa, bahagialah kembali. Tapi jika tak cukup bekal kembali, maka celakalah penyesalan selamanya mendera diri.</p>
<p>(Renungan si Fakir di kampung halaman)<br />
Payakumbuh, 22-08-2012 (Hari Raya Idul Fitri hari ke-4)</p>
<br />Filed under: <a href='http://hensyam.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hensyam.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hensyam.wordpress.com/690/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&#038;blog=291150&#038;post=690&#038;subd=hensyam&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hensyam.com/2012/08/24/rantau-dan-kampung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68c76c34358fe7afdf623db4dabd7ccc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Syam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Malaysia Butuh 5000 TKI per Bulannya?</title>
		<link>http://hensyam.com/2012/06/29/kenapa-malaysia-butuh-5000-tki-per-bulannya/</link>
		<comments>http://hensyam.com/2012/06/29/kenapa-malaysia-butuh-5000-tki-per-bulannya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jun 2012 12:32:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helsusandra Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi-Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://hensyam.wordpress.com/?p=685</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin pada suatu sesi pelatihan yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Koperasi, UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta, pembicara menyampaikan ke peserta fakta menarik tentang Malaysia. Pada satu kesempatan ke Malaysia, beliau mendapat informasi bahwa setiap bulan Malaysia membutuhkan sekitar 5000 tenaga &#8230; <a href="http://hensyam.com/2012/06/29/kenapa-malaysia-butuh-5000-tki-per-bulannya/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&#038;blog=291150&#038;post=685&#038;subd=hensyam&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin pada suatu sesi pelatihan yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Koperasi, UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta, pembicara menyampaikan ke peserta fakta menarik tentang Malaysia. Pada satu kesempatan ke Malaysia, beliau mendapat informasi bahwa setiap bulan Malaysia membutuhkan sekitar 5000 tenaga kerja dari Indonesia.</p>
<p><em>Bagaimana mungkin, negara sekecil itu yang lebih kecil dari pulau Sumatera bisa membutuhkan 5000 tenaga kerja dari Indonesia setiap bulannya?</em></p>
<p>Karena penasaran beliau mencari tahu. Jawababanya beliau dapatkan pada saat datang ke suatu kampus. Di suatu ruangan, beliau menyaksikan beberapa mahasiswa tengah diuji oleh sekelompok orang. Ternyata, kampus di Malaysia memberikan tugas akhir kepada mahasiswanya untuk membuat <em>business plan</em> dan diuji studi kelayakannya (feasibility study).</p>
<p>Mahasiswa tersebut di sidang oleh sekelompok pihak yang terdiri dari dosen, perwakilan pemerintah, perbankan, asuransi, dan pengusaha. Para pihak ini menguji kelayakan rencana bisnis yang diajukan. Jika rencana bisnis ini layak, pihak pemerintah akan mengeluarkan kebijakan dan memberikan fasilitas program bantuan usaha, dimana nanti melibatkan perbankan. Sebagai jaminan pinjaman kepada perbankan maka ada pihak asuransi.</p>
<p>Dari segi permodalan sudah ada bantuan atau dukungan. Tinggal bagaimana membuka dan memasarkan. Nah, disini ada wakil dari pengusaha yang berfungsi sebagai <em>channel</em>, membuka jaringan dan akses pasar.</p>
<p>Jadi, ketika lulus para mahasiswa ini tidak lagi mencari pekerjaan tapi langsung menjalankan bisnis yang telah lulus uji sebagai syarat kelulusan mereka.</p>
<p>Pantas saja setiap bulan negara kecil ini bisa membutuhkan 5000 tenaga kerja dari Indonesia.</p>
<p>Saya tidak sempat bertanya, apakah program tugas akhir uji kelayakan rencana bisnis ini diberlakukan kepada semua kampus disana atau pada beberapa kampus saja. Tapi fakta ini sangat menarik bagi kita. Bahwa, berbeda dengan kebanyakan anak-anak muda kita yang bersaing ketat dan sengit mencari kerja, anak-anak muda Malaysia malah membuka lapangan kerja.</p>
<p>Beberapa hari sebelumnya, pada acara dialog dengan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyampaikan, bahwa jiwa enterpreneurship itu memperkuat suatu bangsa. Hal ini bisa kita lihat di beberapa negara yang maju ekonominya, bahwa kewirausahaan telah berperan besar dalam kekuatan dan kemajuan bangsanya.</p>
<p>Ayo Pemuda Indonesia, tunjukkan kita juga bisa. Bung Karno sudah lama berpesan, bahwa kehebatan bangsa itu salah satunya ditopang oleh kekuatan ekonomi: Berdaulat di bidang politik, <em>mandiri di bidang ekonomi</em>, dan berkepribadian di bidang budaya.</p>
<p>Salam wirausaha!</p>
<br />Filed under: <a href='http://hensyam.com/category/bisnis/'>Bisnis</a>, <a href='http://hensyam.com/category/inspirasi-motivasi/'>Inspirasi-Motivasi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hensyam.wordpress.com/685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hensyam.wordpress.com/685/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&#038;blog=291150&#038;post=685&#038;subd=hensyam&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hensyam.com/2012/06/29/kenapa-malaysia-butuh-5000-tki-per-bulannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68c76c34358fe7afdf623db4dabd7ccc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Syam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bosan Jadi Konsultan IT, Syam Beralih Dagang Pakaian Renang</title>
		<link>http://hensyam.com/2012/06/21/bosan-jadi-konsultan-it-syam-beralih-dagang-pakaian-renang/</link>
		<comments>http://hensyam.com/2012/06/21/bosan-jadi-konsultan-it-syam-beralih-dagang-pakaian-renang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jun 2012 10:50:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helsusandra Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi-Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Menuju Full TDA]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hensyam.com/?p=681</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini diambil dari website bisnis: http://www.ciputraentrepreneurship.com/perdagangan/17881-bosan-jadi-konsultan-it-syam-beralih-dagang-pakaian-renang.html Bosan Jadi Konsultan IT, Syam Beralih Dagang Pakaian Renang Dengan modal pas-pasan, Helsusandra Syam nekat membuang kariernya sebagai konsultan IT untuk meraih impiannya, menjadi seorang entrepreneur. Saat ini Syam, panggilan akrabnya, bersama sang &#8230; <a href="http://hensyam.com/2012/06/21/bosan-jadi-konsultan-it-syam-beralih-dagang-pakaian-renang/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&#038;blog=291150&#038;post=681&#038;subd=hensyam&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><em>Tulisan ini diambil dari website bisnis:</em></p>
<p><a href="http://www.ciputraentrepreneurship.com/perdagangan/17881-bosan-jadi-konsultan-it-syam-beralih-dagang-pakaian-renang.html" rel="nofollow">http://www.ciputraentrepreneurship.com/perdagangan/17881-bosan-jadi-konsultan-it-syam-beralih-dagang-pakaian-renang.html</a></p>
<p><strong>Bosan Jadi Konsultan IT, Syam Beralih Dagang Pakaian Renang</strong></p>
<p><a href="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/06/mainimage.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-682" title="mainimage" src="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/06/mainimage.gif?w=500&#038;h=143" alt="" width="500" height="143" /></a>Dengan modal pas-pasan, Helsusandra Syam nekat membuang kariernya sebagai konsultan IT untuk meraih impiannya, menjadi seorang <em>entrepreneur</em>. Saat ini Syam, panggilan akrabnya, bersama sang istri telah sukses membesarkan bisnis pakaian renang muslim mereka dengan bendera Sporte.</p>
<p>Saat ditemui Ciputra Entrepreneurship di kawasan Tangerang Selatan beberapa waktu lalu, Syam menuturkan bahwa kenekatan untuk meninggalkan status karyawannya didasari oleh panggilan jiwa. Ia merasa kurang mantap menapaki hidup dengan hanya menjadi karyawan.</p>
<p>“Jiwa saya tidak nyaman kalau kerja. Belum lagi kalau kejar target harus begadang, pulang sampai malam, padahal kita punya keluarga. Makanya kemudian saya nekat <em>resign,</em>” ceritanya.</p>
<p>Sebelum menjual pakaian renang ini, Syam bersama sang istri, Efa di tahun 2006 sudah menjual berbagai macam produk fashion, mulai dari blazer, selimut, hingga mukena lewat blog yang dibuatnya. Di sinilah Syam memulai perjuangannya menjadi seorang <em>entrepreneur</em>.</p>
<p>“Pernah ada yang minta lihat selimut, sepertinya dia mau beli banyak. Kita datangi kantornya, kita bawa banyak selimut naik bis, <em>eh</em> ternyata cuma beli 1. Kejadian begitu sudah sering kita alami,” kenang Efa.</p>
<p>Cerita berlanjut saat ada salah seorang teman Syam yang memproduksi pakaian renang muslim. Temannya ini merasa kesulitan untuk menjual produknya. Ia kemudian meminta Syam dan Efa untuk mempromosikan lewat blog yang telah Syam buat. Ternyata responnya sangat baik. “Waktu itu belum banyak yang buat pakaian renang ini,” tambah Syam.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu permintaan akan pakaian renang muslim ini pun meningkat. Namun sang teman merasa tak sanggup lagi memproduksi sehingga Syam harus memutar otak untuk memenuhi keinginan pelanggannya.</p>
<p>“Kita pernah mengembalikan uang pelanggan. Gara-garanya mereka sudah kirim uang, ternyata kita tidak bisa memenuhi pesanannya,” ujar Efa.</p>
<p>Syam menyiasati kendala ini dengan mencari konveksi yang dapat dijadikan rekanan. Sistemnya, Syam dan Efa membuat desain, para customer yang ingin memesan dapat membayar uang muka 50% lebih dulu dan sisanya dibayar setelah pesanan diantar. Cara ini diyakini sebagai cara yang paling efektif untuk menekan budget.</p>
<p>Ternyata tidak mudah mencari rekanan yang dapat memenuhi permintaan Syam.  Ia dan istrinya perlu mondar-mandir, bertanya kanan-kiri, bahkan hingga mencari ke Bandung, Jawa Barat untuk mendapatkan konveksi yang bisa memenuhi kebutuhan produksinya.</p>
<p>Sudah tenang kah mereka setelah mendapat rekanan? Sama sekali belum. Kendala datang silih berganti saat menjalin rekanan dengan beberapa konveksi. Dari sulitnya mengontrol konsistensi kualitas, keterlambatan produksi, hingga  tertipu oleh salah satu rekanan.</p>
<p>“Kami diminta membayar di muka untuk keperluan membeli bahan, namun setelah sekian lama bahan tersebut tak kunjung dibeli. Akhirnya kami pasrah saja dan jadikan itu pelajaran,” kenang Efa.</p>
<p>Kendala-kendala tersebut membuat pasokan produk ke para customer menjadi tersendat. Akhirnya Syam pelan-pelan membeli alat jahit dan berproduksi sendiri. Syam pun sangat percaya diri walau ia tak paham betul bagaimana cara menjahit sebuah bahan hingga menjadi sebuah pakaian renang.</p>
<p>“Mensiasatinya gampang, pegang saja orang yang sudah lama kerja dikonveksi. Dari situ kita bisa produksi sendiri seperti sekarang ini,” jelas mantan presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Budi Luhur ini.</p>
<p>Buahnya, saat ini Syam berhasil meluaskan pasar Sporte hingga mancanegara. Beberapa Negara seperti Kanada, Dubai, dan Malaysia telah menjadi pelanggan tetapnya. Penjualan Sporte sekarang sudah menembus angka 500 potong per hari.</p>
<p>Semuanya ia dapatkan tanpa membuka toko, 100% penjualan hasil dari <em>online shop</em> lewat website <a href="http://www.sporte.co.id">www.sporte.co.id</a> yang dibuat sendiri oleh Syam. Selain pakaian renang, Sporte pun menyediakan pakaian senam muslim.</p>
<p>Membesarkan Sporte seperti saat ini Syam bisa dibilang hanya bermodal nol rupiah. “Kami awalnya,  <em>kan</em> mengandalkan relasi saja. Setelah ada hasil baru kami putar uangnya,” jawab Syam.</p>
<p>Syam pun membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mereguk untung dari bisnis ini. Ia memberikan 3 pilihan, menjadi distributor, agen, atau reseller bagi mereka yang ingin berjualan produk Sporte.</p>
<p>Untuk tingkat reseller Syam memberi target penjualan Rp 15 juta per bulan, jika tercapai Syam akan memberi diskon 40%. Mereka yang memilih menjadi agen diwajibkan menjual minimal Rp 7 juta rupiah untuk bisa mendapatkan diskon 30%. Sedangkan untuk reseller akan mendapatkan diskon 20% jika penjualannya mencapai Rp 3,5 juta.</p>
<p>Menurut Efa, semua pencapaian Sporte saat ini adalah berkat restu kedua orang tuanya. “Dulu saya tidak direstui orang tua kalau jualan. Tapi setelah saya memohon dan restu didapat, ternyata benar, usaha ini semakin besar,” ungkap alumni Institut Pertanian Bogor ini.</p>
<p>Ke depan, Syam dan Efa berharap agar Sporte dapat dikenal lebih luas di mata masyarakat. Lebih dari itu, harapan terbesar Syam, Sporte bisa menjadi pilihan utama kaum muslimah untuk melakukan aktifitas renang. (*/ian)</p>
<br />Filed under: <a href='http://hensyam.com/category/bisnis/'>Bisnis</a>, <a href='http://hensyam.com/category/inspirasi-motivasi/'>Inspirasi-Motivasi</a>, <a href='http://hensyam.com/category/menuju-full-tda/'>Menuju Full TDA</a>, <a href='http://hensyam.com/category/perjalanan-hidup/'>Perjalanan Hidup</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hensyam.wordpress.com/681/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hensyam.wordpress.com/681/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&#038;blog=291150&#038;post=681&#038;subd=hensyam&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hensyam.com/2012/06/21/bosan-jadi-konsultan-it-syam-beralih-dagang-pakaian-renang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68c76c34358fe7afdf623db4dabd7ccc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Syam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/06/mainimage.gif" medium="image">
			<media:title type="html">mainimage</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rumah dengan 97 Anak</title>
		<link>http://hensyam.com/2012/06/20/rumah-dengan-97-anak/</link>
		<comments>http://hensyam.com/2012/06/20/rumah-dengan-97-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jun 2012 02:27:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helsusandra Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi-Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Silaturahmi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hensyam.com/?p=667</guid>
		<description><![CDATA[Kami mengenalnya dari salah seorang pegawai Rumah Sehat Tasnim. Suatu ketika, kami melakukan terapi bekam disana, isteri saya ngobrol dan nanya-nanya ke pegawai tersebut. Dia bercerita tinggal di rumah asuh atau pesantren yang diasuh oleh sepasang suami isteri, dan dengan &#8230; <a href="http://hensyam.com/2012/06/20/rumah-dengan-97-anak/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&#038;blog=291150&#038;post=667&#038;subd=hensyam&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Kami mengenalnya dari salah seorang pegawai <em>Rumah Sehat Tasnim</em>. Suatu ketika, kami melakukan terapi bekam disana, isteri saya ngobrol dan nanya-nanya ke pegawai tersebut. Dia bercerita tinggal di rumah asuh atau pesantren yang diasuh oleh sepasang suami isteri, dan dengan jumlah 97 orang anak yatim dan dhuafa! Karena sudah selesai sekolah, dia bekerja tapi tetap tinggal disana.</p>
<p>Maka pada suatu kesempatan saya dan isteri berkesempatan bersilaturahim kesana. Berkenalan dan ingin melihat langsung kehidupan sehari-hari pesantren. Kami berkenalan dengan yang mengasuh anak-anak ini. Sepasang suami isteri yang bersahaja, Pak Subur adalah seorang PNS di kantor KUA dan sang isteri—bu Tuti adalah seorang ibu rumah tangga dan juga seorang ustadzah.</p>
<p>Rumah asuh ini, yang telah dijadikan pesantren didirikan di atas rumah pak Subur dan bu Tuti. Kemudian ditambah rumah keluarga di samping dan depannya yang telah diwakafkan untuk pesantren.</p>
<p>Tempat tinggal seadanya, untuk 97 anak asuh tentu terbayang betapa sumpeknya. Rumah tinggal mereka jadikan rumah asuh untuk anak-anak ini. Tentu tidak ada lagi suasana privasi untuk mereka. Terbayang rumah saya, walau kecil tapi kami bebas mau ngapain aja di rumah. Ini rumah dengan 97 anak, benar-benar mereka telah menyerahkan hidup mereka untuk pengabdian!</p>
<p>Selain rumah tinggal, pesantren ini juga mengadakan kegiatan mengajar-belajar mulai dari TK sampai SMA. Konsep sekolahnya adalah <em>home schooling</em> dan pengajar swadaya dari kalangan sendiri. Kegiatan para santri begitu padat dari pagi sampai malam. Selain diajarkan pendidikan formal dan agama, mereka juga diajarkan keterampilan dan kesenian.</p>
<p>Dari lorong dan serambi rumah, tampak beberapa kelompok anak tengah mengaji. Salah seorang dari mereka yang senior, tengah menyimak hafalan bacaan ayat-ayat Alquran dari adik-adiknya. Rumah asuh yang telah menjadi pesantren ini adalah pesantren tahfidz Alquran. Setiap hari anak-anak menyetor hafalan kepada pembimbingnya.</p>
<div id="attachment_674" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/06/ponpes_ah3.jpg"><img class="size-medium wp-image-674" title="ponpes_ah3" src="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/06/ponpes_ah3.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Satu Ruang Kelas yang Juga Berfungsi Pustaka, Mushalla dan Tempat Tidur</p></div>
<p>Ketika Ashar tiba, kami melakukan shalat berjamaah disana. Dari salah satu ruangan yang difungsikan ruang belajar, merangkap juga perpustakaan, merangkap juga tempat shalat. Dan merangkap juga sebagai tempat tidur santri laki. Sang bapak—yang dipanggil Buya oleh para santri mengimami shalat Ashar. Selesai shalat dilanjutkan dengan zikir dan doa.</p>
<p>Setelah shalat, zikir dan doa, isteri buya yang dipanggil Bunda menyebutkan sumbangan-sumbangan yang masuk ke pesantren dan mengajak para santri untuk mendoakan para donatur. Alhamdulillah, ada beberapa sumbangan yang mengalir sehingga mereka sudah mulai bisa membangun gedung yang tengah berjalan pembangunannya.</p>
<div id="attachment_671" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><a href="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/06/ponpes_ah2.jpg"><img class="size-medium wp-image-671" title="Pesantren Kebanjiran" src="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/06/ponpes_ah2.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Pesantren Kebanjiran</p></div>
<p>Lalu hujan turun di petang itu. Begitu derasnya! Kamar-kamar tidur santri pria  yang berada di bagian depan rumah—tepatnya lebih mirip bedeng rupanya kebanjiran. Santri pria kelimpungan menyelamatkan alas tidur mereka di lantai ke tempat aman. Para santri pria yang tengah berpuasa sunnah—Senin dan Kamis—bergotong-royong membuang air. Hujan tak kompromi, masih saja menumpahkan isi langit. Dan, kamar santri semakin kebanjiran.</p>
<div id="attachment_672" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/06/ponpes_ah.jpg"><img class="size-medium wp-image-672" title="ponpes_ah" src="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/06/ponpes_ah.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Kamar (Bedeng) Tempat Tidur Santri di Lantai Sehabis Kebanjiran</p></div>
<p>Terbayang oleh saya, nanti malam tentu saja para santri tak akan bisa menempati kamar mereka. Akhirnya, pastilah mereka akan mengungsi tidur ke ruangan kelas, yang merangkap perpustakaan, mushalla dan merangkap pula jadi tempat tidur.</p>
<p>Suasana kamar santri yang kebanjiran ini saya foto dengan BB dan saya kirimkan ke grup BBM saya (grup Taushiyah). Beberapa teman terketuk hatinya, alhamdulillah dalam sehari terkumpul uang tujuh juta rupiah untuk diserahkan ke pesantren ini!</p>
<p>Magrib menjelang, para santri perempuan menyiapkan hidangan buka puasa. Selepas magrib berjamaah, kami pamit untuk pulang. Dalam perjalanan pulang, masih terbayang betapa luar biasa pengabdian suami isteri yang telah menyediakan rumah dan pendidikan untuk 97 anak ini. Tentu berat, menyediakan makan, pakaian, pendidikan, jajan dan sebagainya untuk mereka. Hitung aja, kalaulah minimal makan satu orang santri 15.000 per orang  per hari, dikali 97.  Sama dengan 1.455.000/hari, kali sebulan Rp 43.650.000! Itu baru makan saja, belum yang lainnya dan gedung yang harus didirikan untuk ruangan belajar dan asrama yang tengah dibangun.</p>
<p>Keajaiban mengasuh anak yatim begitu hebat saya dengar dan saksikan dari mereka. Kalaulah mengikut akal sehat, bagaimana mungkin seorang PNS biasa dan seorang ustazah bisa membiayai semua ini.</p>
<p>Tanggung jawab anak yatim ada pada umat. Barangkali ada diantara anda yang terketuk hatinya untuk membantu pesantren ini silahkan hubungi:</p>
<p><a href="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/06/ponpes_ah4.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-673" title="ponpes_ah4" src="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/06/ponpes_ah4.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Buya Subur<br />
Pesantren Tahfizhul Quran Amanatul Huda<br />
Jl. H. Bacek no. 29 Rt02/02, Kel. Tajur, Kec. Cileduk, Tangerang<br />
Telp. (021) 7322757, 0813 11333572</p>
<br />Filed under: <a href='http://hensyam.com/category/inspirasi-motivasi/'>Inspirasi-Motivasi</a>, <a href='http://hensyam.com/category/silaturahmi/'>Silaturahmi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hensyam.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hensyam.wordpress.com/667/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&#038;blog=291150&#038;post=667&#038;subd=hensyam&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hensyam.com/2012/06/20/rumah-dengan-97-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68c76c34358fe7afdf623db4dabd7ccc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Syam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/06/ponpes_ah3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ponpes_ah3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/06/ponpes_ah2.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Pesantren Kebanjiran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/06/ponpes_ah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ponpes_ah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/06/ponpes_ah4.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ponpes_ah4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Toleransi di Indonesia Seperti Apa?</title>
		<link>http://hensyam.com/2012/06/08/toleransi-di-indonesia-seperti-apa/</link>
		<comments>http://hensyam.com/2012/06/08/toleransi-di-indonesia-seperti-apa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jun 2012 04:39:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helsusandra Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://hensyam.wordpress.com/?p=664</guid>
		<description><![CDATA[Ada kultwit (kuliah twitter) yang menarik dari kang Abik tentang toleransi di Indonesia. Ini menjawab kritikan Barat terhadap Indonesia. Ini menarik, maka perlu saya share disini. Di bawahnya juga saya tulis ulang juga jawaban KH Hasyim Musyadi terhadap isu ini: &#8230; <a href="http://hensyam.com/2012/06/08/toleransi-di-indonesia-seperti-apa/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&#038;blog=291150&#038;post=664&#038;subd=hensyam&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Ada kultwit (kuliah twitter) yang menarik dari kang Abik tentang toleransi di Indonesia. Ini menjawab kritikan Barat terhadap Indonesia. Ini menarik, maka perlu saya share disini.</p>
<p>Di bawahnya juga saya tulis ulang juga jawaban KH Hasyim Musyadi terhadap isu ini: </p>
<p><em>KULWIT KANG ABIK @h_elshirazy tentang TOLERANSI DI INDONESIA</em></p>
<p>￼1. Pertumbuhan rumah ibadah di Indonesia 1997-2004: Gereja Katolik ,dari 4.934 menjadi 12.473 (153%) -Republika 4/6/12 #toleransi </p>
<p>2. Pertumbuhan rumah ibadah di Indonesia 1997-2004: Gereja Protestan ,dari 18.977 menjadi 43.909 (131%) -Republika 4/6/12 #toleransi</p>
<p>3. Pertumbuhan rumah ibadah di Indonesia 1997-2004: Wihara ,dari 1.523 menjadi 7.129 (368%) -Republika 4/6/12 #toleransi<br />
 <br />
4. Pertumbuhan rumah ibadah di Indonesia 1997-2004: Pura Hindu ,dari 4.247 menjadi 24.431 (475,25%) -Republika 4/6/12 #toleransi<br />
 <br />
5. Pertumbuhan rumah ibadah di Indonesia 1997-2004: Masjid ,dari 392.044 menjadi 643.843 (64%) -Republika 4/6/12 #toleransi<br />
 <br />
6. Dilihat prosentase, jelas paling rendah adalah prosentase pertumbuhan rumah ibadah umat Islam. Non-Islam tumbuh diatas 100% . #toleransi<br />
 <br />
7. Masih kurang #toleransi apa ummat Islam di Indonesia? Apkh Eropa, Amerika mengizinkan masjid tumbuh diatas 100%? Di New York aja diprotes<br />
 <br />
8. Di Swiss, masjid pasang menara sj di larang! Di Indonesia kalau hari besar agama non-Islam, Mall2 penuh lambang non-Islam, gpp.#toleransi<br />
 <br />
9. Lihat kabinet pemerintahan di Indonesia, silakan di hitung berapa menteri yg bukan muslim. Lihat Perancis/Jerman, adakah menteri muslim?<br />
 <br />
10. Mohon kpd seluruh elemen bangsa mnggunakan akal sehat. Jangan karena kpentingan segelintir org/gol. yg sempit, citra bangsa dikorbankan.<br />
 salam kopi pagi&#8230;&#8230;, slalu semangat menggapai ridho ilahi&#8230;.~o)</p>
<p><em>Pernyataan KH Hasyim Muzadi:</em></p>
<p>&#8220;Selaku Presiden World Conference on Religions for Peace (WCRP) dan Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS), saya sangat menyayangkan tuduhan intoleransi agama di Indonesia. Pembahasan di forum dunia itu, pasti karena laporan dari dalam negeri Indonesia. Selama berkeliling dunia, saya belum menemukan negara muslim mana pun yang setoleran Indonesia,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Hasyim menyatakan, kalau yang dipakai ukuran adalah masalah Ahmadiyah, memang karena Ahmadiyah menyimpang dari pokok ajaran Islam, namun selalu menggunakan stempel Islam dan berorientasi politik Barat. &#8220;Seandainya Ahmadiyah merupakan agama tersendiri, pasti tidak dipersoalkan oleh umat Islam,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Kalau yang jadi ukuran adalah GKI Yasmin Bogor, saya berkali-kali ke sana, namun tampaknya mereka tidak ingin selesai. Mereka lebih senang Yasmin menjadi masalah nasional dan dunia untuk kepentingan lain daripada masalahnya selesai,&#8221; imbuhnya. </p>
<p>Kalau ukurannya pendirian gereja, kata Hasyim, faktornya adalah lingkungan. Di Jawa pendirian gereja sulit, tapi di Kupang (Batuplat) pendirian masjid juga sangat sulit. Belum lagi pendirian masjid di Papua. &#8220;ICIS selalu melakukan mediasi,&#8221; katanya. </p>
<p>&#8220;Kalau ukurannya Lady Gaga dan Irshad Manji, bangsa mana yang ingin tata nilainya dirusak, kecuali mereka yang ingin menjual bangsanya sendiri untuk kebanggaan intelektualisme kosong? Kalau ukurannya HAM, lalu di Papua kenapa TNI/Polri/imam masjid berguguran tidak ada yang bicara HAM?&#8221; ujarnya.</p>
<p>Hasyim menilai, Indonesia lebih baik toleransinya dari Swiss yang sampai sekarang tidak memperbolehkan menara masjid, lebih baik dari Perancis yang masih mempersoalkan jilbab, lebih baik dari Denmark, Swedia dan Norwegia, yang tidak menghormati agama karena di sana ada UU Perkawiman Sejenis. &#8220;Agama mana yang memperkenankan perkawinan sejenis?&#8221; tanyanya</p>
<p>&#8220;Akhirnya kembali kepada bangsa Indonesia, kaum muslimin sendiri yang harus sadar dan tegas, membedakan mana HAM yang benar (humanisme) dan mana yang sekadar Westernisme,&#8221; kata Hasyim.</p>
<br />Filed under: <a href='http://hensyam.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hensyam.wordpress.com/664/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hensyam.wordpress.com/664/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&#038;blog=291150&#038;post=664&#038;subd=hensyam&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hensyam.com/2012/06/08/toleransi-di-indonesia-seperti-apa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68c76c34358fe7afdf623db4dabd7ccc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Syam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pak Guru yang Bermobil Land Cruiser</title>
		<link>http://hensyam.com/2012/04/25/pak-guru-yang-bermobil-land-cruiser/</link>
		<comments>http://hensyam.com/2012/04/25/pak-guru-yang-bermobil-land-cruiser/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Apr 2012 22:56:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helsusandra Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi-Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hensyam.com/?p=656</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, di rumah kami ada acara kumpul-kumpul ibu mertua dengan teman-teman semasa sekolahnya dulu di PGA (Pendidikan Guru Agama) di Payakumbuh. Ibu mertua yang baru datang liburan dari kampung, ingin reunian dengan teman-teman sekolahnya dulu yang saat &#8230; <a href="http://hensyam.com/2012/04/25/pak-guru-yang-bermobil-land-cruiser/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&#038;blog=291150&#038;post=656&#038;subd=hensyam&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu, di rumah kami ada acara kumpul-kumpul ibu mertua dengan teman-teman semasa sekolahnya dulu di PGA (Pendidikan Guru Agama) di Payakumbuh. Ibu mertua yang baru datang liburan dari kampung, ingin reunian dengan teman-teman sekolahnya dulu yang saat ini berada di Jakarta dan sekitarnya.</p>
<p>Bapak-bapak dan ibu-ibu umur 50-an pun berdatangan, dan rumah kecil kami alhamdulillah cukup menyambut mereka dengan hidangan ala kadarnya.</p>
<p>Rumah kami pun ramai di datangi oleh teman-teman ibu yang kebanyakan mereka adalah para guru. Ada satu bapak yang menarik perhatian saya. Seorang guru di salah satu SMA Jakarta. Datang dengan mobil <em>Land Cruiser</em> <em>Cygnus</em>. <em>Wow! </em>Seorang guru dengan mobil mahal dan dengan supir pula!</p>
<p>Sebelumnya, saya sudah mendengar beliau dari cerita ibu mertua. Tentang temannya ini yang guru dan juga seorang Pebisnis sukses. Juga cerita kedermawan beliau di kampungnya.</p>
<p>Dalam bayangan saya, beliau itu pastilah seseorang dengan tampilan tertentu layaknya orang kaya kebanyakan. Dengan wibawa dan gayanya tersendiri. Tapi yang saya lihat kali ini adalah seorang lelaki yang tenang, bersahaja, dan biasa saja. Selain tentu saja aura tertentu yang melekat padanya.</p>
<p>Ketika para orangtua paruh baya ini berkumpul di ruang tengah, bercanda, bercerita nostalgia karena sudah puluhan tahun tidak berjumpa, saya mendengar saja sekilas suara mereka dari teras rumah. Dalam bayangan saya si pak Guru ini sudah pasti akan mendominasi pembicaraan, atau pertemuan akan terfokus pada kekuatan-kekuasaannya. Sebagaimana biasanya kalau dalam satu pertemuan, saya perhatikan biasanya orang-orang kaya dan hebat selalu mendominasi pembicaraan atau terfokus ke dia. Tapi, saya hampir tidak mendengar suaranya.</p>
<p>Yang dominan dan banyak heboh ternyata teman-temannya yang lain. Suara beliau kalaupun sekali-kali terdengar biasa-biasa saja dan tenang.</p>
<p>“Saya harus berguru kepada orang ini”, batin saya bersuara.</p>
<p><a href="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/04/b_hs.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-661" title="B_HS" src="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/04/b_hs.jpg?w=241&#038;h=300" alt="" width="241" height="300" /></a>Selagi mereka berbincang dan bercanda di dalam, saya sempatkan untuk mengabadikan diri berfoto di depan mobil pak guru. <em>Lumayan, </em>saya mendapatkan bahan afirmasi dengan berfoto di mobilnya:). Apalagi nomor plat mobil ini, B XX HSB sesuai pula dengan inisial atau singkatan nama saya: Helsusandra Syam. <em>Lalu, </em>“B” di belakang “HS”, artinya apa kak?, tanya isteri saya. <em>Yaa&#8230; </em>‘kan diawali dengan “B” dan diakhiri juga dengan “B”, kilah saya ‘maksain. He.he&#8230; Seolah alam memberi pertanda, akan hadirnya Triliuner Baru:).</p>
<p>Ketika saat makan siang, saya berkesempatan ngobrol dengan pak Guru dan teman-temannya. Di bagian rumah yang juga merupakan tempat produksi pakaian renang muslim—bisnis saya dan isteri, saya menceritakan bisnis saya karena ditanyakan oleh mereka. Saya bercerita agak banyak berharap dapat atensi dari pak Guru, karena saya memang berniat untuk mendapatkan ilmu dari beliau.</p>
<p>Sekali lagi, saya pikir beliau akan seperti pebisnis lainnya akan bercerita banyak menimpali saya. Lalu memberikan nasehat, masukan, sharing atau segala macamnyalah. Ternyata saya salah, beliau benar-benar <em>low profile</em>. Lebih banyak mendengar.  Yang banyak tanya-tanya dan berkomentar malah teman-temannya yang lain.</p>
<p>Selepas kami shalat Ashar berjamaah di mushola dekat rumah saya baru bisa ngobrol sedikit langsung dengan beliau. Lalu, ketika acara selesai dan beliau akan pulang memesan satu stel pakaian renang kami, “Untuk ngajak isteri berenang”, kata pak Guru sambil tertawa ditanya oleh teman-temannya untuk siapa.</p>
<p>Ketika saya minta kartu namanya, saya sampaikan ke beliau, “Pak, kapan-kapan saya boleh main ke rumah ya. Saya ingin berguru ke bapak mengenai bisnis. Mau jadikan mentor”.</p>
<p>“Ah, sudah bagus bisnis ini. Tak perlu lagi belajar ke saya”, kilah beliau merendah. Beliau bersedia, kapan-kapan saya bisa datang bersilaturahim ke tempatnya. Semoga saya bisa belajar banyak dari pak Guru ini. Sedikit saya dapat cerita dari ibu mertua, tentang bisnis yang berkah dari pak guru ini, sesuai pula dengan nama perusahaanya: Berkah Group.</p>
<p>Ternyata kita temukan banyak orang-orang hebat yanglow profile, luput dari media dan publikasi. Tanpa panggung dan sensasi, mereka berbuat untuk negeri.</p>
<p>Mengenai bisnis, perjuangan dan kisah hidupnya yang lain, lain waktu akan saya ceritakan kembali. Semoga suatu saat nanti saya dapat bertemu kembali dengan pak Guru ini. Ingin berguru langsung dan mendapatkan ilmu dan pengalamannya, dan bisa pula membagikannya kepada teman-teman.</p>
<br />Filed under: <a href='http://hensyam.com/category/inspirasi-motivasi/'>Inspirasi-Motivasi</a>, <a href='http://hensyam.com/category/tokoh/'>Tokoh</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hensyam.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hensyam.wordpress.com/656/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&#038;blog=291150&#038;post=656&#038;subd=hensyam&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hensyam.com/2012/04/25/pak-guru-yang-bermobil-land-cruiser/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68c76c34358fe7afdf623db4dabd7ccc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Syam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/04/b_hs.jpg?w=241" medium="image">
			<media:title type="html">B_HS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa Malam</title>
		<link>http://hensyam.com/2012/03/05/doa-malam/</link>
		<comments>http://hensyam.com/2012/03/05/doa-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2012 16:36:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helsusandra Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hensyam.com/?p=652</guid>
		<description><![CDATA[Wahai Kekasihku, BagiMu segala puji, tiada sekutu dan tandingan selain-Mu Wahai Yang Maha Indah, Malam ini aku menghadap-Mu dalam kerendahan diri dan dengan hati yang berdebar Wahai Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu, Sudah pantaskah aku menghadap-Mu? Oleh diri yang &#8230; <a href="http://hensyam.com/2012/03/05/doa-malam/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&#038;blog=291150&#038;post=652&#038;subd=hensyam&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/03/tafakur.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-653" title="tafakur" src="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/03/tafakur.jpg?w=300&#038;h=204" alt="" width="300" height="204" /></a><em>Wahai Kekasihku,</em><br />
BagiMu segala puji, tiada sekutu dan tandingan selain-Mu</p>
<p><em>Wahai Yang Maha Indah</em>,<br />
Malam ini aku menghadap-Mu dalam kerendahan diri dan dengan hati yang berdebar</p>
<p><em>Wahai Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu</em>,<br />
Sudah pantaskah aku menghadap-Mu? Oleh diri yang hina dan penuh dosa ini?</p>
<p>Berikanlah aku kemampuan untuk memahami maksud-Mu<br />
Ilmuku masih terbatas, sementara nafsuku begitu menyelimuti<br />
Seandainya tanpa hikmah-Mu, tentu sesat jalan hidupku</p>
<p><em>Wahai Maha Pemberi</em>,<br />
Aku hanyalah hamba yang tertatih di jalan menuju-Mu<br />
Ilhamkanlah padaku jalan yang lurus, jalan sejati menuju tahta-Mu<br />
Jika tanpa bimbingan-Mu, tentu sesat tujuanku</p>
<p><em>Wahai Sang Pengasih dan Penyayang</em>,<br />
Barangkali tak pandai kubersyukur kepada-Mu<br />
Jadikanlah aku hamba yang selalu bersabar,<br />
Semoga aku selalu menjadi hamba yang pandai berterimakasih</p>
<p><em>Wahai Sang Kerinduan</em>,<br />
Tanpa-Mu tentulah hidup ini kelam oleh durjana<br />
Dan Keridhaan-Mu jualah yang kudamba<br />
Sempit rasanya dada ini, jika jauh dari mengenang-Mu<br />
Lapangkanlah dadaku, dan luaskanlah penghidupanku</p>
<p><em>Wahai Rab Yang Menjadikan segala sesuatu</em>,<br />
Jika yang terjadi pada diriku adalah karena kehendak-Mu<br />
Sudah tentu pastilah aku ikhlas ya Allah<br />
Tapi seandainya itu adalah karena dosa-dosaku, ampunilah aku wahai yang Maha Pengampun<br />
Basuh salahku, ampunilah dosaku</p>
<p>Sesungguhnya, karena Engkaulah amalku, hidup dan matiku<br />
Ilhamkanlah padaku jalan menuju-Mu, dan jauhkanlah aku dari lenaan nafsuku</p>
<p>Ya Allah, sesungguhnya jika Engkau berkehendak<br />
Tidak ada yang tidak mungkin, walau seluruh semesta bersekutu menghalangi<br />
Tak akan kuasa mereka</p>
<p>Kun!<br />
Jadi, maka menjadilah!</p>
<br />Filed under: <a href='http://hensyam.com/category/refleksi/'>Refleksi</a>, <a href='http://hensyam.com/category/religi/'>Religi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hensyam.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hensyam.wordpress.com/652/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&#038;blog=291150&#038;post=652&#038;subd=hensyam&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hensyam.com/2012/03/05/doa-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68c76c34358fe7afdf623db4dabd7ccc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Syam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/03/tafakur.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tafakur</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
