<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Light the World!</title>
	<atom:link href="http://hensyam.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hensyam.com</link>
	<description>Cerahkan Dunia. Mari Saling Berbagi</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Jan 2012 16:23:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hensyam.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/fae135b572e50585555d058c677d003f?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Light the World!</title>
		<link>http://hensyam.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hensyam.com/osd.xml" title="Light the World!" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hensyam.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menuju Milad TDA-5: Menunggu Waktu Bertemu Orang-orang Hebat</title>
		<link>http://hensyam.com/2012/01/20/menuju-milad-tda-5-menunggu-waktu-bertemu-orang-orang-hebat/</link>
		<comments>http://hensyam.com/2012/01/20/menuju-milad-tda-5-menunggu-waktu-bertemu-orang-orang-hebat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 03:42:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helsusandra Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menuju Full TDA]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi/Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[tangandiatas]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[tangan di atas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hensyam.wordpress.com/?p=610</guid>
		<description><![CDATA[Seminggu menjelang Pesta Wirausaha (Milad TDA ke-5). Tak sabar rasanya menunggu momen tersebut, berkumpul dan bersilaturahim dengan teman-teman komunitas bisnis Tangan Di Atas (TDA) dari seluruh tanah air. Bertemu dengan pengusaha-pengusaha tangguh, dan selama dua hari diisi dengan materi penuh &#8230; <a href="http://hensyam.com/2012/01/20/menuju-milad-tda-5-menunggu-waktu-bertemu-orang-orang-hebat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&amp;blog=291150&amp;post=610&amp;subd=hensyam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/01/logo-pesta-wirausaha-final.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-612" title="logo-pesta-wirausaha-final" src="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/01/logo-pesta-wirausaha-final.jpg?w=300&#038;h=127" alt="" width="300" height="127" /></a>Seminggu menjelang Pesta Wirausaha (Milad TDA ke-5).</p>
<p>Tak sabar rasanya menunggu momen tersebut, berkumpul dan bersilaturahim dengan teman-teman komunitas bisnis Tangan Di Atas (TDA) dari seluruh tanah air. Bertemu dengan pengusaha-pengusaha tangguh, dan selama dua hari diisi dengan materi penuh gizi dari pembicara-pembicara hebat dan tokoh-tokoh terkemukan yang sangat menginspirasi dan memotivasi kita.</p>
<p>Berdebar dada saya. Ya, kenapa berdebar? Empat tahun, dua kali milad TDA dan beberapa kali momen halal bi halal ataupun forum-forum offline TDA saya tidak datang. Selama ini hanya memantau sekilas aktivitas teman-teman melalui milis online. Perjuangan selama empat tahun ini membuat saya tak banyak kesempatan atau ada halangan untuk berinteraksi baik online maupun offline.</p>
<p>Terakhir saya datang di Milad TDA ke-2 tahun 2008 silam, ketika acara milad ini masih sederhana. Sound system dan konten acara yang apa adanya, tapi semangat dan isi acara memberikan nilai plus untuk acara ini. Semua bergembira, para motivatornya hebat-hebat walaupun dari kalangan sendiri. Berbagai penghargaan disampaikan kepada teman-teman yang berhasil mengungkit, mengangkat dan mencapai double, triple dan naik berkali lipat dalam pencapaian bisnisnya.</p>
<p>Dan, biasanya yang paling menyenangkan adalah ketika Pak Haji Alay menyampaikan sensational offer, penawaran-penawaran menggiurkan peluang bisnis ataupun tawaran dagang, maupun penawaran toko-toko gratis sewa yang boleh diisi oleh teman-teman TDA. Ataupun tantangan-tantangan bisnis lainnya.</p>
<p>Apalagi ada acara wisuda untuk teman-teman yang telah berani memajukan diri keluar kerja dan full bisnis mengelola usaha. Panggung penuh, dan Pak Haji Alay mewisuda, menyampaikan  tausiyah dan kemuliaan Tangan Di Atas. Sayang, pada waktu itu saya belum berhak naik panggung bersama teman-teman ini, baru bisa naik pada sesi panggung selanjutnya. Ketika sesi pembacaan tekad untuk tahun atau milad selanjutnya telah full TDA. Panitia memfoto orang-orang yang naik panggung ini dan bertekad untuk full TDA. Direkam dan akan jadi saksi!</p>
<p>Melihat teman-teman hebat yang dipanggil ke panggung diberi penghargaan. Timbul rasa iri positif di hati saya. Saya harus bisa seperti mereka. Dari segi umur, tidak jauh beda dan malah ada yang lebi muda dari saya, tapi mereka telah mencapai kesuksesan dalam hidup dan bisnis mereka. Cuma barangkali starting point-nya saja yang berbeda. Saya terlambat mendapatkan “pencerahan” memilih jalan nabi, yaitu menjadi Pedagang alias berwirausaha. Terlalu lama disibukkan dengan dunia lain yang menguras waktu dan pikiran.</p>
<p>Saya bertekad, tahun depan di milad selanjutnya akan akan tampil di panggung itu nanti.</p>
<p>Berbulan-bulan, bertahun sudah berlalu. Sudah dua kali milad dilewati. Jalan penuh berliku, badai silih berganti. Ketika milad demi milad tiba, saya terpuruk tak bisa datang. Dengan biaya yang “lumayan” untuk ukuran saya waktu itu, terlalu mewah saya harus mengeluarkan uang untuk membayar HTM ikut milad TDA. Saya memilih prioritas lainnya.</p>
<p>Saya hanya membaca keramaian dan kegembiraan pesta. Lalu memilih fokus menyelesaikan beberapa persoalan yang tersisa dengan bisnis saya. Ketika memutuskan resign beberapa tahun lalu, saya tidak membawa uang keluar dari kantor. Tak ada pesangon, tak tabungan dan hanya menyisakan sedikit uang gaji terakhir yang tak utuh lagi karena harus membayar kontrakan dan beberapa pembayaran lainnya. Sementara isteri yang menunggu di rumah, juga tidak bekerja. Tapi senyum dan semangatnya menyambut saya agar kuat memilih jalan berwirausaha. (Kisah saya resign saya baca disini: http://wp.me/p1dJY-41</p>
<p>Sekarang, alhamdulillah walau bisnis belum seindah yang diinginkan. Tapi dengan kebebasan sebagai seorang TDA kami bisa mendaftarkan diri sebagai salah seorang peserta milad TDA yang ke-5. Setidaknya saya bisa menegakkan kepala, karena di kartu nama saya sudah tercetak:<br />
Helsusandra Syam: Owner. Dengan bisnis yang punya brand sendiri: sporte (eFashion) – Fashionable Islamic Swimwear.</p>
<p>Inilah jalanku, jalan TDA: TDA Way!<br />
Dan dengan jalan ini saya ingin berjumpa dengan teman-teman seperjuangan di seluruh tanah air. Orang-orang hebat yang di tangan merekalah Indonesia masa depan ditentukan. Saatnya kekuatan ekonomi berbicara, tidak lagi dibuncahkan oleh politisi yang hanya asal bicara dan mengeruk uang rakyat!</p>
<p>Empat tahun sudah saya tak menjumpai milad TDA. Makanya, kalaupun berdebar dada saya wajarlah. Tak sabar saya melihat kawan-kawan lama dan baru, apa kabar mereka? Dan, “keajaiban” apakah yang akan terjadi dengan saya nanti&#8230;?</p>
<br />Filed under: <a href='http://hensyam.com/category/menuju-full-tda/'>Menuju Full TDA</a>, <a href='http://hensyam.com/category/organisasikomunitas/'>Organisasi/Komunitas</a>, <a href='http://hensyam.com/category/perjalanan-hidup/'>Perjalanan Hidup</a>, <a href='http://hensyam.com/category/tangandiatas/'>tangandiatas</a> Tagged: <a href='http://hensyam.com/tag/komunitas/'>komunitas</a>, <a href='http://hensyam.com/tag/tangan-di-atas/'>tangan di atas</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hensyam.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hensyam.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hensyam.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hensyam.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hensyam.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hensyam.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hensyam.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hensyam.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hensyam.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hensyam.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hensyam.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hensyam.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hensyam.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hensyam.wordpress.com/610/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&amp;blog=291150&amp;post=610&amp;subd=hensyam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hensyam.com/2012/01/20/menuju-milad-tda-5-menunggu-waktu-bertemu-orang-orang-hebat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68c76c34358fe7afdf623db4dabd7ccc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Syam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hensyam.files.wordpress.com/2012/01/logo-pesta-wirausaha-final.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">logo-pesta-wirausaha-final</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Refleksi 2011 dan Resolusi 2012</title>
		<link>http://hensyam.com/2011/12/31/refleksi-2011-dan-resolusi-2012/</link>
		<comments>http://hensyam.com/2011/12/31/refleksi-2011-dan-resolusi-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 01:17:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helsusandra Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi-Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hensyam.wordpress.com/?p=602</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2011. Sebagian orang memanfaatkan  liburan akhir tahun ini dengan kegiatan rekreasi dan hiburan, setelah setahun penuh kerja dan sebagainya. Tempat hiburan dan wisata penuh sesak, dan keramaian terpusat di tempat-tempat tertentu. Terompet akhir &#8230; <a href="http://hensyam.com/2011/12/31/refleksi-2011-dan-resolusi-2012/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&amp;blog=291150&amp;post=602&amp;subd=hensyam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2011. Sebagian orang memanfaatkan  liburan akhir tahun ini dengan kegiatan rekreasi dan hiburan, setelah setahun penuh kerja dan sebagainya. Tempat hiburan dan wisata penuh sesak, dan keramaian terpusat di tempat-tempat tertentu.</p>
<p>Terompet akhir tahun berkumandang dimana-mana, makanan-minuman terhidang. Hampir semua orang larut dalam suka-cita sesaat, hura-hura dan sebagainya.</p>
<p>Dan sebagian kecil lainnya, khusuk dalam suasana kontemplasi, merefleksi hari-hari panjang yang telah berlalu dan menyiapkan resolusi apa yang akan dicapai di tahun depan.</p>
<p>Hari-hari pasti berlalu, tak ada yang abadi. Masa depan adalah keniscayaan. Pertanyaannya, apakah pada hari-hari yang telah berlalu itu kita telah meninggalkan catatan gemilang?</p>
<p>Sahabat, pada akhir tahun ini marilah kita sempatkan untuk merenungkan apa-apa saja prestasi dan kesalahan yang telah kita lakukan. Saat yang tepat, mari ambil selembar kertas dan pena. Telusuri dari hari pertama sampai hari terakhir 2011 ini. Jika ini adalah hari terakhir kita, paling tidak kita telah meng-hisab perjalanan kita.</p>
<p>Bagi seorang muslim, sebenarnya sudah terbiasa dengan menghisab diri. Menghitung diri ini tidaklah di akhir tahun saja. Per hari setiap individu diharuskan memikirkan apa saja yang telah dilakukan diri, adakah kebaikan dan dosa apa saja yang telah diperbuat?</p>
<p>Menjelang tidur, setiap kita diajarkan ber-istighfar dan mensyukuri perjalanan hari itu. Meminta ampun atas salah dan dosa, serta berterimakasih kepada Tuhan atas nikmat-Nya pada hari itu. Dan berniat, esok hari akan melakukan yang terbaik lagi.</p>
<p>“Demi sang waktu, sungguh manusia itu dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.” Alquran, surat Al-‘Ashr (Masa).</p>
<p>Waktu memegang peranan penting, sampai dalam Alquran Allah Swt menyebut dan menekankan beberapa kali.</p>
<p>“&#8230; Merugilah orang yang hari ini sama dengan hari kemarin. Dan celakalah orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin”, demikian Rasulullah SAW menyampaikan melalui Bukhari Muslim.</p>
<p>Waktu yang telah berlalu tak bisa lagi diputar ulang, pintu yang tertutup tak lagi bisa bisa dibuka. Pintu baru telah terbuka, dan semua kita niscaya akan masuk kesana.</p>
<p>Malam tahun baru bukanlah saatnya bersuka-cita. Banyak cara mulia untuk mengakhiri tahun dan menyambut tahun baru. Berbagai masjid dan tempat mulia lainnya mengadakan muhasabah akhir tahun. Mari kita catat apa-apa saja yang telah kita lakukan dan tertunda dan menyiapkan rencana-rencana. Hendaklah setiap diri menghisab apa-apa yang telah dilakukannya, demikian pesan Allah Swt.</p>
<p>Barangkali dalam bisnis, ada perencanaan yang belum terlaksa. Atau ada yang diluar perencanaan malah tercapai.</p>
<p>Alhamdulillah, di tahun ini kami sudah punya konveksi sendiri untuk produk baju renang muslim. Sebelumnya, untuk produk pakaian renang dan olahraga muslim kami menjalankan sistem makloon alias mengupah ke orang lain untuk rancangan produk yang kami siapkan. Kami juga punya brand baru: sporte (http://sporte.co.id) setelah sebelumnya brand eFashion (http://efashion.co.id). Brand sporte sudah masuk terdaftar di Dijen HAKI Departemen Kehakiman dan untuk dua alamat website ini sudah mendapatkan domain co.id jika sebelumnya hanya numpang di blog gratisan wordpress. InsyaAllah untuk ke depan eFashion hanya dijadikan nama perusahaan saja.</p>
<p>Ibarat membangun, barangkali baru pondasi yang kami bangun. Sudah tentu banyak rintangan dan cobaan menghadang. Hidup tak seindah yang dibayangkan, tapi bagaimana untuk terus mengejar keindahan itu sendiri atau menciptakan keindahan lainnya. InsyaAllah di tahun 2012 ini eFashion bisa menjadi perusahaan yang mandiri sebagai perusahaan penyedia pakaian renang muslim terbaik dan mendunia. Amien.</p>
<p>Tentu para sahabat sekalian punya prestasi lain yang lebih baik. Mari kita catat dan syukuri atas nikmat ini. Dan mari jadikan kesalahan dan kekurangan ini sebagai bahan untuk perbaikan berkelanjutan.</p>
<p>Esok matahari 2012 insyaAllah akan bersinar. Mari siapkan resolusi. Tak perlu takutkan kiamat akan terjadi pada tahun ini. Sebab kalaupun tak ada kiamat besar, “kiamat kecil” pun bisa terjadi pada setiap orang. Tinggal bagaimana kita menyiapkan diri dan melakukan yang terbaik!</p>
<p>InsyaAllah kami akan mengikuti mengisi akhir tahun ini dengan muhasabah di Masjid BI, Jakarta dengan 2 orang pembicara hebat: Ustad Salim A. Fillah dan Ustad Muhsinin Fauzi.</p>
<br />Filed under: <a href='http://hensyam.com/category/inspirasi-motivasi/'>Inspirasi-Motivasi</a>, <a href='http://hensyam.com/category/refleksi/'>Refleksi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hensyam.wordpress.com/602/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hensyam.wordpress.com/602/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hensyam.wordpress.com/602/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hensyam.wordpress.com/602/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hensyam.wordpress.com/602/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hensyam.wordpress.com/602/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hensyam.wordpress.com/602/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hensyam.wordpress.com/602/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hensyam.wordpress.com/602/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hensyam.wordpress.com/602/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hensyam.wordpress.com/602/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hensyam.wordpress.com/602/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hensyam.wordpress.com/602/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hensyam.wordpress.com/602/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&amp;blog=291150&amp;post=602&amp;subd=hensyam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hensyam.com/2011/12/31/refleksi-2011-dan-resolusi-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68c76c34358fe7afdf623db4dabd7ccc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Syam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teringat Ibu Kemanakah Airmataku?</title>
		<link>http://hensyam.com/2011/12/22/teringat-ibu-kemanakah-airmataku/</link>
		<comments>http://hensyam.com/2011/12/22/teringat-ibu-kemanakah-airmataku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 03:41:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helsusandra Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hensyam.wordpress.com/?p=598</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini Hari Ibu. Dimana momen penghargaan dan balasan kasih ditujukan kepada ibu. Kalau teringat ibu, saya selalu teringat pada puisi pak Handrawan Nadesul (HN). Puisi ini begitu menyentuh saya. Semenjak menemukannya di halaman depan sebuah koran sekitar tahun 2001 &#8230; <a href="http://hensyam.com/2011/12/22/teringat-ibu-kemanakah-airmataku/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&amp;blog=291150&amp;post=598&amp;subd=hensyam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://hensyam.files.wordpress.com/2007/01/oldwoman.jpg?w=240&#038;h=175" alt="" width="240" height="175" />Hari ini Hari Ibu. Dimana momen penghargaan dan balasan kasih ditujukan kepada ibu.</p>
<p>Kalau teringat ibu, saya selalu teringat pada puisi pak <em>Handrawan Nadesul </em>(HN). Puisi ini begitu menyentuh saya. Semenjak menemukannya di halaman depan sebuah koran sekitar tahun 2001 silam, puisi ini begitu menawan saya, dan merasa: <em>gua banget!</em>. Puisi ini saya kliping, dan kemudian saya sematkan di <a href="http://hensyam.wordpress.com/bening/">halaman khusus</a> (http://wp.me/P1dJY-7) di blog saya.</p>
<p><strong>Kalau Teringat Ibu</strong></p>
<p><em>Saat burung melupakan dahan</em><br />
<em> aku teringat ibu</em><br />
<em> setelah pulang dari terbang jauh</em><br />
<em> luka rindu pada petang</em><br />
<em> yang terpisah</em><br />
<em> mungkin bukan milikku</em></p>
<p><em>Sejak kecil bertanyaku kepada bintang</em><br />
<em> tak pernah aku tahu</em><br />
<em> bagaimana rasanya rindu</em><br />
<em> Teman kecilku kupu-kupu</em><br />
<em> kembaraku angin ladang</em><br />
<em> bahagiaku capung-capung telaga</em><br />
<em> sejak dulu kerinduanku selalu gugup</em><br />
<em> ke mana hinggap sayap-sayapku</em></p>
<p><em>Kecilku layang-layang</em><br />
<em> tak seorang memegang benang</em><br />
<em> Hanya karena tangan-tangan langit</em><br />
<em> tak hilang angin dan awanku</em></p>
<p><em>Terpejam aku setiap ingat ibu</em><br />
<em> kalau nanti sampai titik airmataku</em><br />
<em> ingin kukirim itu sebagai kado</em><br />
<em> setangkai kenangan kepada ibu</em><br />
<em> tak tahu apa ibu sedang menunggu.</em></p>
<p>(sebuah puisi dari Handrawan Nadesul, 2001)</p>
<p>Sepemahaman saya, puisi ini bercerita tentang kerinduan dan kegamangan seorang anak kepada sosok seorang ibu. Seperti seekor burung yang telah terbang jauh, rindu pulang tapi gamang hendak hinggap kemana? Sejak kecil bertanya pada bintang, tak pernah tahu bagaimana rasanya rindu seperti kebanyakan orang yang punya ibu. Seperti burung yang ingin hinggap, dia bertanya kemana hinggap sayap-sayapku?</p>
<p>Dari kecil hidup seperti layang-layang yang putus benang, tak ada yang memegang. Tapi untunglah ada “tangan-tangan langit” yang menjaganya hingga tak tersesat hilang arah dia.</p>
<p>Puisi HN begitu menusuk kalbu saya. Berdebar dada saya setiap membaca ulang puisi ini. Masa kecilku seperti layang-layang putus, terbang terbawa angin tak ada yang memegang benang. Semenjak kecil telah ditinggal sang ibu tercinta, hilang kenangan akan masa-masa terindah dan manis bersama bunda. Tercerabut masa bermanja-manja.</p>
<p>Sering setiap kala renungan malam di acara kampus atau muhasabah, sulit terbit airmata ini ketika sampai sesi renungan tentang ibu. Ketika teman  yang lain terguguk terisak-isak ketika diajak mengingat segala tentang orangtua, saya begitu tersiksa karena merasa sayalah satu-satunya orang yang kebingungan tak tahu harus berbuat apa karena susah mengekspresikan arti ibu dan orangtua.</p>
<p>Mama pergi ketika saya masih kecil, mungkin saya masih berumur sekitar 5 tahun. Beliau meninggalkan kami berdua, saya dan adik perempuan yang masih kecil setelah sakit bertahun-tahun. Saya tak tahu, apakah adik saya masih sempat beliau susui atau tidak.</p>
<p>Satu-satunya kenangan terindah yang masih membekas pada saya adalah ketika pada suatu pagi, saya membimbing tangan mama, memapah memetik buah rimbang (kalau di Jakarta disebut <em>lenca</em>, buahnya kecil dijadikan sayur). Buah rimbang ini bisa jadi obat mata. Sudah sekian tahun badan mama seperti lumpuh dan mata rabun.</p>
<p>Kemudian kenangan kedua yang samar, adalah ketika mama meninggal dan dibawa ke kuburan. Banyak orang mengantar ke kuburan, saya lupa apakah saya menangis atau tidak waktu itu.</p>
<p>Setelah kedua kenangan samar ini, tak ada lagi kenangan tersisa bagi saya terhadap mama karena memori masa kecil saya belum kuat menyimpan yang lainnya.</p>
<p>Tentu beda kenangan adik saya. Tak ada kenangan sedikit pun kepada mama. Sedari kecil kami berdua hidup tanpa kedua orangtua. Semenjak mama jatuh sakit, kemudian meninggal sampai kami mulai besar kami tinggal bersama tante dan nenek.</p>
<p>Ketika anak-anak yang lain terjatuh dan ingin mengadu kepada orangtuanya, kami bangun sendiri dan berjalan lagi. Ketika yang lain butuh bermanja dan merasakan dekapan dada seorang bunda, kami entah bermanja kepada siapa. Malam-malam kami gelap dan tidur kami tak pernah merasakan dekapan orangtua. Kepada siapatah kami harus bermanja, dan kepada siapatah pula kami mesti mengadu, ketika kaki kami terluka dan ada yang hendak ditanya?</p>
<p>Ketika para sahabat larut dalam keharuan dan kecintaan kepada orangtua—khususnya ibu. Saya bingung mesti mengalamatkan ke siapa kerinduan saya ini. Ketika yang lain terisak akan salah dan ingin sujud mencium kaki sang bunda, saya hilang arah hendak ke siapa saya mesti bersujud dan melepaskan sifat kanak-kanak saya. “Luka rindu pada petang yang terpisah, mungkin bukan milikku.”</p>
<p>Cerita ini saya maksud bukanlah sentimentil yang hendak dikedepankan. Tapi hanya sebagai pembanding bagi para sahabat yang masih beruntung punya orangtua. Mumpung anda masih punya mereka, bahagiakan dan balaslah kebaikan mereka selama ini. Mereka yang telah terjaga di malam-malam sunyi oleh tangisan anda semasa bayi yang butuh susu.</p>
<p>Balaslah mereka yang sabar oleh rengekan dan kenakalan anda. Mereka yang telah memeras keringat dan berdarah-darah mempertaruhkan kehormatan dan nyawa demi sang ananda. Mereka yang telah menempatkan kepala di kaki, dan menempatkan kaki di kepala. Mereka yang tak lagi peduli diri dan kesehatan mereka, hanyalah demi kebahagiaan dan masa depan anak-anak tercinta.</p>
<p>Selagi masih ada tempat berbakti, persembahkanlah bakti anda kepada mereka. Selagi masih ada tempat dituju, tujulah mereka. Selagi masih ada tangan-tangan yang berhak mendapatkan ciuman anda, ciumlah tangan mereka minta maaf dan minta doa ridho mereka. Selagi masih ada tujuan untuk mencurahkan cinta anak pada orangtua, peluklah mereka dan angkat tinggi mereka ke tempat yang layak.</p>
<p>Sebab, ketika tiada lagi tempat yang akan dituju, dan kesempatan sudah terlambat. Maka di akhirat, entahlah apa kita akan bisa bersua dengan mereka. Sebab bisa jadi, kita hanyalah menjadi anak yang akan menceburkan orangtua sendiri ke neraka!</p>
<p>Marilah menjadi anak-anak yang menyiapkan surga untuk orangtua.</p>
<p>Selamat hari Ibu. Kami menyintaimu!</p>
<p><em>(Jika terbit airmataku, hendak kepada siapatah akan dituju?)</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://hensyam.com/category/kenangan/'>Kenangan</a>, <a href='http://hensyam.com/category/perjalanan-hidup/'>Perjalanan Hidup</a>, <a href='http://hensyam.com/category/refleksi/'>Refleksi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hensyam.wordpress.com/598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hensyam.wordpress.com/598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hensyam.wordpress.com/598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hensyam.wordpress.com/598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hensyam.wordpress.com/598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hensyam.wordpress.com/598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hensyam.wordpress.com/598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hensyam.wordpress.com/598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hensyam.wordpress.com/598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hensyam.wordpress.com/598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hensyam.wordpress.com/598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hensyam.wordpress.com/598/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hensyam.wordpress.com/598/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hensyam.wordpress.com/598/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&amp;blog=291150&amp;post=598&amp;subd=hensyam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hensyam.com/2011/12/22/teringat-ibu-kemanakah-airmataku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68c76c34358fe7afdf623db4dabd7ccc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Syam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hensyam.files.wordpress.com/2007/01/oldwoman.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Inspiratif dari The Billionaire</title>
		<link>http://hensyam.com/2011/12/15/kisah-inspiratif-dari-the-billionaire/</link>
		<comments>http://hensyam.com/2011/12/15/kisah-inspiratif-dari-the-billionaire/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 01:20:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helsusandra Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi-Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hensyam.wordpress.com/2011/12/15/kisah-inspiratif-dari-the-billionaire/</guid>
		<description><![CDATA[Never Too Young to Become A Billionaire http://hensyam.wordpress.com Saya melihat poster filem ini beberapa pekan lalu di Blitzmegaplex Teras Kota BSD. Dari posternya terbaca: The Billionaire: Never Too Young to Become A Billionaire, kisah nyata seorang anak muda Thailand yang &#8230; <a href="http://hensyam.com/2011/12/15/kisah-inspiratif-dari-the-billionaire/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&amp;blog=291150&amp;post=595&amp;subd=hensyam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Never Too Young to Become A Billionaire </strong></p>
<p><a href="http://hensyam.wordpress.com/">http://hensyam.wordpress.com</a></p>
<p><a href="http://hensyam.files.wordpress.com/2011/12/the_billionaire1.jpg"><img class="size-full wp-image alignleft" src="http://hensyam.files.wordpress.com/2011/12/the_billionaire1.jpg?w=190" alt="Image" width="190" height="281" /></a>Saya melihat poster filem ini beberapa pekan lalu di Blitzmegaplex Teras Kota BSD. Dari posternya terbaca: <em>The Billionaire: Never Too Young to Become A Billionaire</em>, kisah nyata seorang anak muda Thailand yang memulai bisnisnya dari umur 17 tahun dan akhirnya menjadi jutawan. Hmm&#8230; menarik juga filem ini, berbeda sendiri dari kebanyakan filem yang beredar yang kebanyakan bercerita tentang cinta, dunia anak muda dan pergaulan.</p>
<p>Tapi sayang, kami belum berkesempatan karena filemnya sudah mulai dan sesi berikutnya masih lama. Saking penasarannya, saya cari di toko buku apakah ada bukunya tapi tidak ditemukan.</p>
<p>Akhirnya kemarin saya dan isteri berkesempatan juga menonontonya, terobati juga penasaran dan mendapatkan inspirasi luar biasa dari filem ini, funtastik!</p>
<p>Filem ini adalah kisah nyata <em>Top Ittipat</em> seorang anak muda Thailand yang punya hobi main game online dan <em>Play Station 2</em>. Dari hobinya ini dia mendapatkan uang yang sangat besar hingga bisa membeli mobil dari menjual senjata-senjata di game tersebut. Namun sayang dari hobinya ini membuat dia tertinggal dalam pelajaran sekolahnya. Pikiran mudanya hanya  terisi mengenai game dan bagaimana menghasilkan uang dari bisnis.</p>
<p>Saat umur 17 tahun dia memutuskan membeli banyak PS2 ingin dijual kembali. Sayang, ketika mencoba mendemokan alat ini ke orangtuanya yang kaget dan protes oleh banyaknya PS2 yang dibeli, alat ini tiba-tiba rusak pada saat dicoba. Top komplain keras ke suplier, ternyata barang yang dijual adalah barang impor abal-abal yang hanya sekali pakai dan tidak awet.</p>
<p>Tertipu pada bisnis ini yang telah menghabiskan banyak uang tabungannya, tidak membuat Top kapok memulai bisnis lagi. Ketika lapar dalam perjalan pulang dari sekolah, Top melihat iklan pameran makanan. Lalu dia menonton pameran tersebut dan ingin mendapatkan makanan gratis dari produk tester yang ditawarkan oleh penjaga stand. Pada salah satu stand dia mendapatkan inspirasi bisnis dan memutuskan menyewa alat pemasak kacang untuk memulai bisnis barunya.</p>
<p>Top adalah tipe pebisnis sejati jalanan. Sebelum memulai bisnis, dia melakukan riset ke pasar-pasar, memperhatikan dan mencatat bagaimana orang lain berjualan, cara pemilihan bahan dan cara memasak kacang. Setelah menemukan cara memasak kacang yang enak, dan mempraktekkan strategi penjualan di outletnya yang dibuka di mall, ternyata malah tidak laku! Akhirnya, setelah mengamati lagi ternyata beliau mendapatkan pelajaran bahwa lokasi adalah penentu lakunya produk yang dijual.</p>
<p>Top melakukan nego ulang dengan pengelola mall dan minta pindah ke pintu masuk mall. Jualan kacang Top laku keras dan mulai membuka banyak cabang. Sayang, dia mendapatkan komplain dari pedagang lain dan pengelola mall karena asap kompornya mengotori langit-langit mall. Dia diminta membenahi proses memasak kacangnya dan mempebaiki mall yang kotor oleh asap, atau diminta menutup outletnya!</p>
<p>Meskipun telah mengecat langit-langit mall, akhirnya dia tetap harus keluar dari mall tersebut karena komplain pedagang lain dan pengelola mall karena catnya mengotori tempat pedagang lain.</p>
<p>Sekolah Top berantakan karena dia bukannya sekolah malah sibuk berdagang. Top gagal masuk perguruan tinggi negeri dan hanya bisa kuliah di kampus swasta. Disisi lain walaupun mengalami masalah finansial dan terlilit hutang sangat banyak namun orangtuanya masih berusaha agar Top bisa kuliah. Namun Top menolak tawaran orangtuanya, dan mengatakan dia bisa membiayai kuliahnya sendiri. Akhirnya Top bisa kuliah dari menggadaikan jimat orangtuanya yang ia curi.</p>
<p><a href="http://hensyam.files.wordpress.com/2011/12/the_billionaire_2.jpg"><img class="wp-image alignleft" src="http://hensyam.files.wordpress.com/2011/12/the_billionaire_2.jpg?w=340&#038;h=236" alt="Image" width="340" height="236" /></a>Setelah gagal dengan bisnis kacang, kemudian Top memulai bisnis barunya yaitu menjual kerupuk rumput laut. Namun sekali lagi, karena tidak punya pengalaman dan hanya belajar sendiri, Top harus menghabiskan lebih dari 100.000 bath (sekitar Rp 29juta) untuk mencoba menemukan cara memasak yang pas agar mendapatkan kerupuk lumput yang renyah. Akhirnya gagal dan menghabis semua stok bahan. Sampai pamannya yang membantu Top memasak dan berjualan putus asa dan akhirnya mengalami kecelakaan terjatuh di dapur rumah.</p>
<p>Pada titik nadir keputusasaan—sementara paman yang biasa membantu berada di rumahsakit, Top akhirnya menemukan cara memasak rumput laut yang pas dari sisa bahan yang tercecer di lantai. Ini membangkitkan kembali semangatnya untuk berjualan kembali.</p>
<p>Top mulai berdagang kembali dan dibantu oleh pamannya yang telah sembuh. Hari-hari selanjutnya Top disibukkan oleh outletnya. Dagangannya mulai laku dan diserbu pembeli. Dalam hitungannya dia bisa mendapatkan keuntungan 1juta bath, tapi ternyata hutang orangtua yang ingin dia bayar 40juta bath! Kalau begitu, berapa lama dia bisa membayar hutang ini?</p>
<p>Top memutar otak bagaimana bisa menduplikasi atau me-<em>leverage­</em> penjualannya. Akhirnya dia memutuskan mengajukan penawaran ke <em>Seven-Eleven</em>. Perlu proses panjang, melelahkan dan kesabaran agar dia bisa mendapatkan perhatian pihak manajemen 7-11. Ketika pihak 7-11 ingin meninjau pabrik makanannya, Top dan pamannya harus pontang-panting menyiapkan tempat produksi. Sementara rumahnya telah disita oleh pihak bank. Top dan pamannya terpaksa pindah ke ruko yang merupakan sisa kekayaan orangtuanya yang tertinggal.</p>
<p>Karena tidak punya modal, Top harus mengajukan pinjaman ke bank, namun ditolak karena belum cukup umur. Top baru berumur 19 tahun ketika mulai mendirikan “pabrik” makanan. Akhirnya Top terpaksa menjual mobil kesayangannya yang didapat dari bisnis jualan “senjata” game online.</p>
<p>Walau tempat dan proses produksi kurang memenuhi standar, namun akhirnya Seven-Eleven menyetujui juga Top memasukkan produknya kesana. Ini menjadi titik balik bagi Top. Dia telah mendapatkan bayaran dari kerja keras dia selama ini. Produk rumput lautnya telah menyuplai semua cabang Seven-Eleven di semua negara.</p>
<p>Saat ini Top telah berusia 26 tahun. Produknya telah diekspor ke 27 negara dan memiliki pabrik rumput laut di Korea Selatan serta memiliki penghasilan 800 juta bath per tahun (coba aja hitung berapa rupiahnya). Masih muda tapi telah menjadi miliarder, atau triliuner!</p>
<p>Pada satu tengah malam, ketika Top terbangun di rukonya Top berbicara dengan pamannya yang juga terbangun. Top merenung betapa dia ceroboh selama ini dan berbisnis tanpa banyak pikir. Pamannya menjawab, bahwa kalau dia terlalu banyak mikir mungkin dia tidak akan sampai sejauh ini.</p>
<p>Kisah Top Ittipat sangat menginspirasi kita. Tentang kerja keras pantang menyerah. Di saat anak muda seumur dia asik bermain di mall, mengoleksi gadget terbaru dan sibuk dengan dunia muda, Top memikirkan peluang bisnis dan bagaimana mendapatkan kekayaan. Berakit-rakit ke hulu berenang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Dia belajar dari pengalaman, tanpa guru, bacaan apalagi mentor. Amati bagaimana orang berjualan, tiru kemudia modifikasi.</p>
<p>Ada satu sesi dalam filem ini yang menarik perhatian saya. Ketika Top tertidur karena kelamaan menunggu bisa bertemu dengan direksi 7-11, Top langsung berdiri ketika mendengar lagu kebangsan Thailand dinyanyikan sebagai penanda akhir jam kerja. Dia berdiri dan menyimak sampai selesai! Begitu tinggi nasionalisme orang Thailand. Berbeda dengan bangsa kita, ketika Indonesia Raya dinyanyikan cuek saja!</p>
<br />Filed under: <a href='http://hensyam.com/category/inspirasi-motivasi/'>Inspirasi-Motivasi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hensyam.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hensyam.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hensyam.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hensyam.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hensyam.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hensyam.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hensyam.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hensyam.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hensyam.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hensyam.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hensyam.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hensyam.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hensyam.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hensyam.wordpress.com/595/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&amp;blog=291150&amp;post=595&amp;subd=hensyam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hensyam.com/2011/12/15/kisah-inspiratif-dari-the-billionaire/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68c76c34358fe7afdf623db4dabd7ccc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Syam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hensyam.files.wordpress.com/2011/12/the_billionaire1.jpg?w=190" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hensyam.files.wordpress.com/2011/12/the_billionaire_2.jpg?w=567" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berguru ke Suhu Bisnis Pendekar Tanpa Bayangan</title>
		<link>http://hensyam.com/2011/12/08/berguru-ke-suhu-bisnis-pendekar-tanpa-bayangan/</link>
		<comments>http://hensyam.com/2011/12/08/berguru-ke-suhu-bisnis-pendekar-tanpa-bayangan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 01:22:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helsusandra Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi-Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Member TDA]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi/Komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hensyam.wordpress.com/?p=570</guid>
		<description><![CDATA[Dua hari berturut-turut kemarin, merupakan pengalaman yang luar biasa bagi kami. Saya dan teman-teman pengurus TDA Tangerang berkesempatan melakukan kunjungan ke dua orang calon narasumber untuk sharing atau diskusi FGD Fashion yang akan diadakan oleh TDA Tangerang yang bertemakan All &#8230; <a href="http://hensyam.com/2011/12/08/berguru-ke-suhu-bisnis-pendekar-tanpa-bayangan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&amp;blog=291150&amp;post=570&amp;subd=hensyam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua hari berturut-turut kemarin, merupakan pengalaman yang luar biasa bagi kami. Saya dan teman-teman pengurus TDA Tangerang berkesempatan melakukan kunjungan ke dua orang calon narasumber untuk <em>sharing </em>atau diskusi FGD Fashion yang akan diadakan oleh TDA Tangerang yang bertemakan <em>All About Fashion</em>. FGD (Focus Group Discussion) ini adalah diskusi terbatas yang merupakan divisi dan program kerja TDA Tangerang.</p>
<p>Bagaimana tidak saya katakan luarbiasa! Kedua orang ini ternyata adalah Pendekar hebat dalam bidangnya masing-masing (di TDA Tangerang kami biasa menggunakan istilah dunia persilatan). Yang pertama kami berkunjung ke pak Hikmanul Hakim, beliau bergerak di bidang distribusi atau retail (<a href="http://www.rumahmadani.com/">www.rumahmadani.com</a>).  Sedangkan yang kedua adalah pak Firman Al Qohhar, bergerak di bidang produksi dan penjualan jilbab Faira (<a href="http://www.fairadisain.com/">www.fairadisain.com</a>).</p>
<p>Bergerak tanpa bersuara, pendekar  tanpa bayangan!  Ya, tak banyak yang kita ketahui tentang dua orang yang <em>low profile </em>ini. Mereka berdua hampir tak pernah menulis di milis TDA, tapi ketika kami bertemu langsung dengan mereka ternyata adalah orang yang sangat terbuka dan tanpa segan memberikan ilmu-ilmu dahsyat kepada kami—bahkan sampai ke dapur bisnis mereka.</p>
<div id="attachment_571" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://hensyam.files.wordpress.com/2011/12/rumahmadani.jpg"><img class="size-medium wp-image-571" title="rumahmadani" src="http://hensyam.files.wordpress.com/2011/12/rumahmadani.jpg?w=300&#038;h=262" alt="" width="300" height="262" /></a><p class="wp-caption-text">Di Markas Rumah Madani</p></div>
<p>Pada kunjungan pertama ke markas Rumah Madani, kami disuguhi sharing menarik oleh pak Hakim. Beliau bercerita banyak tentang dunia per-online-an dan ekspansi beliau ke dunia offline. Yang menarik, beliau malahan tidak terlibat banyak dan langsung dengan bisnis dia ini. Karena ibarat mesin, semua unit sudah bisa jalan sendiri dan setiap sore beliau hanya terima laporan dari anak buahnya. Kerjaan beliau, ya di rumah saja dan melihat-lihat taman. Dan, dahsyatnya omzetnya wah!</p>
<p>Pak Hakim jago dalam soal pengelolaan sistem. Semua bagian sudah ada aturan main (SOP) yang jalan dan diterapkan dengan baik. Ketika diajak berkunjung ke “dapurnya” Rumah Madani, kami melihat kesibukan yang luar biasa dari para pegawainya. Dengan belasan pegawai, semua menjalankan tugas masing-masing, mulai dari <em>purchasing</em> atau pembelian, bagian gudang sampai ke sales dan marketing serta CS terintegrasi dalam satu kegiatan yang terkelola dengan baik.</p>
<p>Saat mengunjungi gudang Rumah Madani, <em>masyaAllah</em> kami semua begitu terpesona. Puluhan rak rapi berjajar dalam dua ruang gudang, berjejer ratusan bahkan mungkin ribuan produk yang tertata dengan baik, tercatat dengan benar masuk dan keluarnya barang. Kemudian tersambung dengan jejeran komputer yang ditangani oleh belasan pegawai beliau yang menangani mulai dari pesanan, pembukuan dan hubungan dengan pelanggan. Sungguh, ini menjadi bahan visualisasi bagi yang kami yang berkunjung yang skala bisnisnya jauh di bawah pak Hakim.</p>
<p>Yang menarik, walau hanya tamatan SMK hampir semua pegawai pak Hakim sekarang ini sedang mengambil kuliah untuk mendapatkan S1 di kuliah ekstensi.</p>
<p>Kemudian pada hari kedua, kami kembali disuguhi pengalaman yang tak kalah hebatnya. Diterima di kantornya Faira di sebuah ruko 2 lantai, pak Firman mengajak kami menyaksikan proses bisnis dan stok Faira. Sekarang ini Faira kewalahan menangani pesanan pelanggan. Para distributor dan agen yang ingin mendapatkan produk Faira malah harus masuk daftar antrian terlebih dahulu. Sekitar 800 bandana dan 400 jilbab yang diproduksi per hari ternyata tidak cukup memenuhi banyaknya pesanan yang datang. (Saya sempat bercerita dalam posting sebelumnya, tentang mindernya saya ketika mengantarkan pesanan pelanggan ke kurir langganan. Menyaksikan berkoli-koli paket pesanan Faira).</p>
<p>Karena sudah masuk waktu Ashar, pak Firman mengajak kami shalat berjamaah di masjid dekat kantor dan pusat produksi Faira. MasyaAllah, kurang lebih separoh dari 4 atau 5 saf jamaah itu adalah para karyawannya pak Firman Faira. Saat waktu shalat tiba, pak Firman mewajibkan para pegawainya untuk shalat berjamaah di masjid.</p>
<p><em>MasyaAllah</em>, kami ditunjukkan pada praktik syariah dalam bisnisnya pak Firman. Selesai shalat pak Firman bercerita bahwa setiap pagi para pegawainya melakukan shalat dhuha terlebih dahulu sebelum bekerja, mereka melakukan sedekah dan setiap Selasa dan Sabtu ada pengajian untuk seluruh karyawan di masjid dengan mengundang ustad untuk ceramah.</p>
<p>Dengan sekitar 100 orang pegawai, pak Firman melayani mereka dengan sangat baik. Beliau mengajari para pegawainya tentang akhlak dan agama, tidak semata kerja mencari uang saja. “Saya pengen para pegawai saya juga baik hidupnya. Dan tanggung jawab terhadap pegawai tidak semata di dunia saja, tapi juga sampai akhirat”, kurang lebih demikian kata pak Firman. Mereka diajari tentang kejujuran dan tanggungjawab juga. Tidak ada sistem absensi yang diterapkan. Semua pegawai bekerja dengan penuh tanggungjawab.</p>
<p>Terlihat semua pegawai begitu riang dan betah bekerja. Dengan jam kerja yang manusiawi, dari jam 8 pagi sampai 16.30 dan gaji yang di atas UMR. Coba bayangkan, masak hanya pegawai yang kerjanya hanya buang benang saja, mendapatkan gaji Rp 1.300.000 sebulan! Hampir semua pegawainya punya sepeda motor karena fasilitas kemudahan yang diberikan untuk mendapatkannya.</p>
<p>Dan yang lebih dahsyat lagi, kemudian pak Firman mengajak kami mengunjungi rumah mewah yang baru beliau beli. Rumah 2 lantai seharga 1,3 Miliar yang bergaya bangunan masa kini dan ber-AC itu ternyata beliau sediakan untuk menjadi tempat tinggal para pegawainya. “Kapan lagi mereka akan menikmati kamar ber-AC seperti ini, Pak”, demikian alasan pak Firman. Sementara beliau sekeluarga memilih tinggal di rumah yang biasa saja, yang menyatu dengan kebisingan para pekerja konveksi tempat produksi. Luarbiasa pelayanan beliau terhadap pegawainya.</p>
<div id="attachment_572" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://hensyam.files.wordpress.com/2011/12/faira.jpg"><img class="size-medium wp-image-572" title="faira" src="http://hensyam.files.wordpress.com/2011/12/faira.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bersama Pak Firman Faira</p></div>
<p>Pak Firman juga menawarkan rumah mewah ber-AC ini kepada teman-teman TDA untuk dipergunakan jika ingin kumpul-kumpul atau mengadakan acara.”Silahkan dipergunakan oleh teman-teman TDA, pak”, kata beliau.</p>
<p>Petang itu menjadi kenangan terindah bagi saya dan teman-teman yang datang ke tempat pak Firman. Ratusan pegawai dan konveksi yang tersebar di beberapa tempat, dan pelayanan terhadap pagawai menjadi bahan afirmasi dan visualisasi bagi kami, agar suatu saat bisa mencontoh beliau.</p>
<p>Demikianlah hasil kunjungan kami kepada kedua calon narasumber sharing FGD Fashion TDA Tangerang. Dengan omset lebih dari 6 miliar per tahun, sudah tepatlah kedua orang ini menjadi guru para pebisnis TDA. Dan yang lebih penting, keahlian mereka dalam bisnis yang tidak akan kita dapatkan di kelas-kelas bisnis, cara-cara otak kanan dan anti marketing mereka akan menjadi inspirasi besar bagi kita nanti. Merekalah guru sejati, seperti pendekar tanpa banyangan gerak mereka tak terlihat tapi keperkasaan mereka sungguhlah hebat.</p>
<p>Pastikan anda tidak kehabisan tempat dalam forum terbatas ini!</p>
<p>Wassalam,</p>
<p>Syam</p>
<p>http://hensyam.co.nr</p>
<p>NB:</p>
<p>Hari ini, Kamis adalah hari terakhir pendaftaran dan pembayaran <em>early bird</em> hanya 50 ribu rupiah saja. Setelah itu sampai <em>go show </em>menjadi Rp 75ribu.</p>
<p>Acara berlangsung hari Sabtu, 10 Desember 2011 bertempat di kafe D’Mama, Bintaro sektor 7 (depan CIMB Niaga). Acara mulai pukul 9 – 15.00 WIB.</p>
<p>Silahkan hubungi  0818.0807.1978 utk pendaftaran dan bagi yang sudah mendaftar silahkan transfer pembayaran, dengan menambahkan 3 digit terakhir no HP ke:</p>
<ol>
<li>Bank BCA No. 4741-071-368 atas nama Ari Asri / Wisnu Widyanti</li>
<li>Bank Mandiri A/C 128-009300-8206 atas nama Ari Asri</li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://hensyam.com/category/bisnis/'>Bisnis</a>, <a href='http://hensyam.com/category/inspirasi-motivasi/'>Inspirasi-Motivasi</a>, <a href='http://hensyam.com/category/member-tda/'>Member TDA</a>, <a href='http://hensyam.com/category/organisasikomunitas/'>Organisasi/Komunitas</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hensyam.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hensyam.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hensyam.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hensyam.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hensyam.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hensyam.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hensyam.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hensyam.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hensyam.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hensyam.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hensyam.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hensyam.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hensyam.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hensyam.wordpress.com/570/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&amp;blog=291150&amp;post=570&amp;subd=hensyam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hensyam.com/2011/12/08/berguru-ke-suhu-bisnis-pendekar-tanpa-bayangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68c76c34358fe7afdf623db4dabd7ccc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Syam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hensyam.files.wordpress.com/2011/12/rumahmadani.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">rumahmadani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hensyam.files.wordpress.com/2011/12/faira.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">faira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memaknai Kekayaan</title>
		<link>http://hensyam.com/2011/12/07/memaknai-kekayaan/</link>
		<comments>http://hensyam.com/2011/12/07/memaknai-kekayaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 23:59:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helsusandra Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi-Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hensyam.wordpress.com/?p=567</guid>
		<description><![CDATA[Ada satu tulisan menarik yang saya baca di salah satu kolom harian Kompas beberapa hari lalu. Judul tulisan ini saya tulisa sama dengan dengan tulisan tersebut. Sang penulis bercerita tentang tabiat atau kebiasaan orang-orang kaya. Pada sebuah kegiatan di Amerika &#8230; <a href="http://hensyam.com/2011/12/07/memaknai-kekayaan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&amp;blog=291150&amp;post=567&amp;subd=hensyam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada satu tulisan menarik yang saya baca di salah satu kolom harian <em>Kompas</em> beberapa hari lalu. Judul tulisan ini saya tulisa sama dengan dengan tulisan tersebut.
</p>
<p>Sang penulis bercerita tentang tabiat atau kebiasaan orang-orang kaya. Pada sebuah kegiatan di Amerika Serikat, sewaktu menginap di salah satu hotel di Washington DC, seorang lelaki usahawan besar dan pejabat tinggi Indonesia mengajak beliau makan di luar.
</p>
<p>Seusai makan, sang usahawan mengungkapkan bahwa makan tadi hanya menghabiskan uang 18 dollar AS. Ia berterus terang, bahwa uang makan tadi berasal dari anggaran <em>laundry </em> yang tak jadi ia gunakan. &#8220;Bayangkanlah, <em>masak sih</em>, hanya cuci sepasang pakaian dalam dan kaus kaki kena biaya 60 dollar AS. Daripada tidak <em>ridho</em>, mending saya cuci sendiri semalam dan pagi-pagi sudah kering,&#8221; ujarnya sambil tergelak.
</p>
<p>Daripada menyerahkan uang 60 dollar hanya untuk sepasang pakaian dan kaus kaki, ia lebih memilih mengajak temannya makan di luar, yang hanya menghabiskan 18 dollar saja. Dan sisanya 42 dollar ia cadangkan untuk makan siang.
</p>
<p>Gaya pejabat tadi tidaklah mencerminkan dia seorang pelit. Dia sudah membangun lebih dari 200 masjid dan menyantuni kaum fakir dan orang sakit. Dia mendirikan banyak sekolah. Uang 60 dollar bagi dia bukanlah apa-apa, tapi dia telah mencontohkan sebuah kebiasaan yang unik dan inspiratif.
</p>
<p>Dia mengajarkan tentang hidup sederhana. Kekayaan seseorang tidaklah ditunjukkan dengan pakaian, fasilitas dan kendaraan yang dia miliki. Selain menunjukkan gaya hidup bersahaja, beliau juga menunjukkan makna berbagi. Bagi beliau uang 60 dollar tidak berarti apa-apa, tapi dengan uang itu dia bisa memaksimalkan manfaatnya dengan berbagi.
</p>
<p>Untuk apa mencuci pakaian seharga 60 dollar? Lebih baik menyuci sendiri dan uangnya digunakan untuk hal yang bermanfaat. &#8220;Kalau bisa hidup sederhana, mengapa harus hidup mewah?&#8221;, katanya.
</p>
<p>Sering kita melihat, betapa banyak orang yang malahan dia belum punya kemampuan tapi sudah meninggikan gaya hidupnya. Bisnis masih level rendah tapi sudah memikirkan dan menjalankan standar yang tinggi. <em>Meeting-</em>nya harus di kafe, di restoran atau harus punya kantor yang ideal. <em>Gadget</em>-nya pun model dan teknologi terkini. Istilah orang pasaran, <em>nafsu besar tapi tenaga kurang.</em> Lebih besar pasak daripada tiang.
</p>
<p>Banyak di antara kita terpengaruh aliran pemikiran, &#8220;Kalau kita ingin kaya maka kita harus memantaskan diri untuk kaya. Berlagaklah seperti orang-orang kaya&#8230;.&#8221; Saya ingat ketika menjadi aktivis mahasiswa ketika era reformasi tempo hari. Seringkali kami diundang <em>meeting</em> dan makan malam oleh para politisi, pejabat dan pengusaha di restoran elit dan di hotel. Untuk pergi kesana kami naik taksi dan berlagak elit. Dan ketika diwawancara oleh media massa berlagak sok orang hebat. Kalau mau rapat dan diskusi maunya di tempat yang <em>wah</em>. Padahal, ongkos minta sana-sini dan hidup miskin ala anak kostan serta kuliah masih berantakan!:)
</p>
<p>Pertanyaannya, apakah kita sudah pantas untuk seolah-olah seperti orang kaya&#8230;?
</p>
<p>Persoalan kaya dan miskin adalah persoalan mental. Sungguh menarik perilaku orang-orang yang bermental dan sejatinya kaya. Mereka berani menunda kenikmatan. Terbalik dengan orang yang bermental sok kaya, kenikmatan yang lebih dahulu dikedepankan.
</p>
<p>Kalau kita perhatikan, orang-orang bermental kaya bahkan ketika mereka sudah mencapai kekayaan perilaku hidup sederhana dan bersahaja masih saja mereka lakukan. Tabiat orang-orang Indonesia yang benar-benar kaya justru terkesan unik. Perilaku mereka, seperti Sudono Salim, Eka Tjipta Widjaja, Sukanta dan lainnya sangat bersahaja. Bayangkan, sekaya Sudono, Eka dan Triatma malah jarang makan di restoran mahal. Mereka lebih suka menyantap masakan isterinya atau makan di kantin kantor. Begitu juga orang-orang kaya dunia lainnya. kendaraan dan gadget mereka sederhana. Orang-orang kaya ini jauh dari kemewahan dan hidup bersahaja.
</p>
<p>Sejatinya orang kaya itu adalah kalau bisa berbagi dan bersahaja. Daripada menghabiskan puluhan atau ratusan dollar, daripada menghabiskan jutaan rupiah—yang bagi mereka tidak ada apa-apanya—mereka lebih memilih berbagi manfaat dengan orang lain. Bahkan sering kita ketahui para orang kaya ini malah menyumbangkan sebagian besar penghasilan mereka hanya demi berbagi!</p>
<br />Filed under: <a href='http://hensyam.com/category/inspirasi-motivasi/'>Inspirasi-Motivasi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hensyam.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hensyam.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hensyam.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hensyam.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hensyam.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hensyam.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hensyam.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hensyam.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hensyam.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hensyam.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hensyam.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hensyam.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hensyam.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hensyam.wordpress.com/567/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&amp;blog=291150&amp;post=567&amp;subd=hensyam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hensyam.com/2011/12/07/memaknai-kekayaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68c76c34358fe7afdf623db4dabd7ccc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Syam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memulai Bisnis sebagai Pilihan Hidup</title>
		<link>http://hensyam.com/2011/11/21/memulai-bisnis-sebagai-pilihan-hidup/</link>
		<comments>http://hensyam.com/2011/11/21/memulai-bisnis-sebagai-pilihan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 00:53:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helsusandra Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi-Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Menuju Full TDA]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hensyam.wordpress.com/?p=561</guid>
		<description><![CDATA[Pada saat makan siang, di suatu workshop tentang proses kreatif mencari peluang usaha seorang bapak berkonsultasi dengan pembicara workshop ini. Beliau minta nasehat bagaimana mengembangkan usaha dan meningkatkan penjualan. Saat ini beliau menjabat di salah satu BUMN yang cukup strategis. &#8230; <a href="http://hensyam.com/2011/11/21/memulai-bisnis-sebagai-pilihan-hidup/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&amp;blog=291150&amp;post=561&amp;subd=hensyam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada saat makan siang, di suatu workshop tentang proses kreatif mencari peluang usaha seorang bapak berkonsultasi dengan pembicara workshop ini. Beliau minta nasehat bagaimana mengembangkan usaha dan meningkatkan penjualan.</p>
<p>Saat ini beliau menjabat di salah satu BUMN yang cukup strategis. Selain bekerja di BUMN beliau punya sebuah bisnis yang cukup menarik tapi bingung bagaimana mengembangkan usahanya. Beliau punya produk import dan ingin mencari partner untuk memasarkan produk ini. Beliau mengaku hanya punya keahlian pada proses mengadakan produk tapi tidak ahli, atau tidak mau masuk wilayah pemasaran. Jadi, istilahnya beliau ingin berdiri di dua kaki. Di satu sisi sebagai eksekutif di perusahaan, di sisi lain punya usaha atau produk tapi tidak mau memikirkan lagi tentang pemasarannya. Cukup mencari produk dan mencari partner marketing.</p>
<p>Si bapak pertama bilang, dulu dia juga pernah punya usaha dengan modal 200 juta tapi bangkrut. Pengalaman ini membuat dia trauma dan bimbang untuk keluar kerja dan fokus pada bisnis baru ini.</p>
<p>Setelah panjang cerita, si Pembicara workshop tersenyum dan bilang: <em>Kalau bapak ingin menyeriusi bisnis ini, bapak harus fokus!&#8230;.<br />
</em></p>
<p>&#8220;Tapi, Pak, bla bla bla &#8230;.&#8221;, si bapak pertama masih beragumentasi&#8230;.</p>
<p>&#8220;Bapak harus keluar kerja, &#8230;.&#8221; kata bapak pembicara. <em>Tidak bisa berdiri pada dua kaki di posisi yang berbeda. Memang bisnisnya bisa bertahan tapi tidak berkembang.<br />
</em></p>
<p>Sebelum keluar kerja paling tidak bapak harus menyiapkan cadangan dana untuk sekitar 3 bulan ke depan. Ada juga yang bilang sekitar 6 bulan ke depan.</p>
<p>Saya teringat dengan cerita orang-orang, bahwa kalau ingin keluar kerja dan fokus ke bisnis harus menyiapkan tabungan untuk hidup sekitar 6 bulan atau satu tahun ke depan jika ingin aman.</p>
<p>Saya yang duduk dekat mereka mendengar cerita ini juga tersenyum. <em>Wow! </em>Pernah punya bisnis dengan modal 200 juta, <em>hmm&#8230;</em>menarik juga ya&#8230;. Berarti secara materi bapak ini cukup lumayan juga ya, bahkan termasuk kaya. Saya teringat dengan kisah saya memulai bisnis, nyaris tanpa modal dan persiapan sama sekali!</p>
<p>Ketika memutuskan keluar kerja sekitar tiga tahun lalu, saya pulang dari kantor hanya membawa gaji terakhir dan menyisakan uang sekitar satu jutaan setelah dibayarkan cicilan dan kontrakan rumah. Setelah belanja lain-lain, kalau tidak salah kurang dari satu juta yang masih di tabungan.</p>
<p>Tanpa persiapan, dan harapan untuk bulan depan dan masa-masa yang akan datang.</p>
<p>Sementara bisnis kami—saya dan isteri—juga belum berjalan sebagaimana ideal yang diharapkan. Tanpa modal, bisnis kami hanya menjual produk bajurenang dan blazer yang dijual di internet. Modal saya waktu itu hanya sebuah laptop yang masih dicicil dan kamera digital yang juga dibeli lewat cicilan kartu kredit.</p>
<p>Saya memfoto produk orang dengan kamera digital, lalu saya edit dengan laptop menggunakan software <em>photoshop</em> lalu diupload ke webstore yang juga gratisan menggunakan <em>wordpress</em>.</p>
<p>Saya beruntung punya isteri yang setia dan mendukung tekad berbisnis ini. Ketika saya pulang dari kantor untuk terakhir kalinya, sang isteri sudah menjemput di ujung jalan mau masuk ke kontrakan. Beliau menyambut saya dengan senyumnya yang menenangkan dada saya yang bergumuruh oleh beragam perasaan: gembira lepas dari tekanan kerja, <em>takut, galau, antusias, bingung</em> akan masa depan yang tidak pasti.</p>
<p>Mau dikasih makan apa ini anak orang? Mau dibayar apa nanti kontrakan? Kalau ketika saya masih bujangan tak masalah, saya masih bisa nekat tidak makan seharian. Tapi ini ada tanggungjawab anak orang yang saya tanggung. Sementara kami tinggal hanya berdua saja, jauh dari saudara dan orangtua yang di kampung, mengontrak pula! Kalau ada apa-apa dengan kami, kepada siapa kami akan mengadu? Sementara isteri saya tidak bekerja, hanya mendukung suami di rumah saja.</p>
<p>Semangat isteri begitu berharga bagi saya: <em>Kalaupun nanti kita kelaparan, atau gagal dalam bisnis ini, Kak. Kita pulang kampung aja ya&#8230;&#8221;, </em>godanya dengan tersenyum.</p>
<p><em>Hah, pulang kampung?!</em> Sebuah kalimat yang tabu bagi saya. Pulang kampung dengan membawa kegagalan? Mau kemana ditaruh muka saya?</p>
<p>Beruntunglah kalau kita punya lingkungan yang juga saling mendukung. Sampai ada salah satu teman akrab kami bilang, &#8220;Kalau pun nanti gak bisa bayar kontrakan tinggal aja sama kami&#8230;.&#8221;</p>
<p>Dukungan ini membuat saya semakin berani menghadang masa depan. Dan yang paling penting, adalah penyerahan hidup sepenuhnya kepada Allah Swt-lah yang membuat saya yakin akan hidup yang lebih baik. <em>Keyakinan kepada Allah Swt bisa menyebabkan terjadinya mukjizat!<br />
</em></p>
<p>Saya berkeyakinan, bahwa pilihan hidup yang saya ambil ini, menjadi Pedagang adalah pilihan yang benar. <em>Ya Allah, bukankah Pedagang ini adalah profesi para Nabi dan Sahabat dan mulia. Karena mulia, sudah pasti Engkau akan meridhoi dan memberkahi kami.</em></p>
<p>Pernah kami berduka, uang di kantong hanya tinggal recehan 7500 saja. Bingung hendak mau makan apa dan belanja apa saja. Tapi ya, itulah. Ketika kita betul-betul menyandarkan hidup pada Allah Swt, ada saja rezeki yang datang. Ada orang yang mengorder dagangan kami, alhamdulillah bisa makan malam ini<span style="font-family:Wingdings;">!</span></p>
<p>Alhamdulillah, tiga tahun saya serius menggeluti profesi ini. Dengan suka-duka, pahit-manis dan sebagai macamnya. Saya bersukur masih diberi kesempatan oleh Allah Swt untuk bisa hidup melewati semua fase ini. Kami bersyukur saat ini sudah bisa menggaji orang untuk konveksi baju renang muslim kami. Walau masih kecil, insyaAlllah dengan pertolongan Allah kami yakin bisa menjadi besar.</p>
<p>Kalau mengenang masa-masa lalu terkadang terbit juga ketakutan di hati saya. Tanpa modal, tanpa persiapan, tanpa tabungan saya memutuskan keluar kerja dan kami menggeluti bisnis. Sementara menurut para konsultan, untuk keluar kerja dan memulai bisnis kita harus menyiapkan tabungan minimal 6 bulan ke depan.</p>
<p>Tapi itulah, dalam bisnis kadang logika tidak bisa menjawab masa depan.</p>
<p>(Untuk membaca kisah pertama kali saya keluar kerja bisa dibaca di link ini: <a href="http://hensyam.wordpress.com/2008/04/16/meraih-impian/">http://hensyam.wordpress.com/2008/04/16/meraih-impian/</a> )</p>
<p>Wassalam,</p>
<p>Syam</p>
<br />Filed under: <a href='http://hensyam.com/category/bisnis/'>Bisnis</a>, <a href='http://hensyam.com/category/inspirasi-motivasi/'>Inspirasi-Motivasi</a>, <a href='http://hensyam.com/category/menuju-full-tda/'>Menuju Full TDA</a>, <a href='http://hensyam.com/category/perjalanan-hidup/'>Perjalanan Hidup</a>, <a href='http://hensyam.com/category/refleksi/'>Refleksi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hensyam.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hensyam.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hensyam.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hensyam.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hensyam.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hensyam.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hensyam.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hensyam.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hensyam.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hensyam.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hensyam.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hensyam.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hensyam.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hensyam.wordpress.com/561/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&amp;blog=291150&amp;post=561&amp;subd=hensyam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hensyam.com/2011/11/21/memulai-bisnis-sebagai-pilihan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68c76c34358fe7afdf623db4dabd7ccc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Syam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Emas untuk Indonesia</title>
		<link>http://hensyam.com/2011/11/18/emas-untuk-indonesia/</link>
		<comments>http://hensyam.com/2011/11/18/emas-untuk-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 02:39:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helsusandra Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hensyam.wordpress.com/?p=555</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun kalah 1-0 dari Malaysia, hasil pertandingan semalam tidaklah mempengaruhi Indonesia masuk ke semifinal pertandingan sepakbola Sea Games 2011. Kemenangan Malaysia hanyalah syarat agar masuk ke laga semifinal, kalau mereka kalah sudah tentu akan tersingkir. Bagi Indonesia sudah cukup modal &#8230; <a href="http://hensyam.com/2011/11/18/emas-untuk-indonesia/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&amp;blog=291150&amp;post=555&amp;subd=hensyam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hensyam.files.wordpress.com/2011/11/wanggai-bonai.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-556" title="Wanggai-Bonai" src="http://hensyam.files.wordpress.com/2011/11/wanggai-bonai.jpg?w=500" alt=""   /></a>Walaupun kalah 1-0 dari Malaysia, hasil pertandingan semalam tidaklah mempengaruhi Indonesia masuk ke semifinal pertandingan sepakbola Sea Games 2011. Kemenangan Malaysia hanyalah syarat <a href="http://hensyam.files.wordpress.com/2011/11/triopapua2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-557" title="triopapua2" src="http://hensyam.files.wordpress.com/2011/11/triopapua2.jpg?w=500" alt=""   /></a>agar masuk ke laga semifinal, kalau mereka kalah sudah tentu akan tersingkir. Bagi Indonesia sudah cukup modal ke semifinal. Makanya saya melihat pelatih Indonesia tidak menurunkan pemain terbaik untuk tanding semalam.</p>
<p>Terlepas hasil semalam, dan hasil pertandingan selanjutnya. Saya melihat ada fenomena yang menarik pada Tim Merah Putih kali ini. Berbeda dengan tim-tim sebelumnya, ada Trio Papua yang memperkuat tim ini, dan mereka telah menunjukkan kualitas dan kemampuan terbaik mereka. Trio Papua—Patrich Wanggai, Titus Bonai dan Okto Maniani telah menunjukkan loyalitas dan perjuangan mereka untuk Indonesia. Trio Papua berjuang mati-matian merebut emas demi Indonesia.</p>
<p>Sementara pada saat yang sama emas yang lebih besar di kampung halaman mereka telah dikeruk habis-habisan oleh <em>Freeport, </em>dan menyisakan persoalan yang lebih besar sengsaranya. Sudah berapa gunung emas dipangkas, berton-ton dikeruk dan digali sampai perut bumi. Menyisakan lobang-lobang besar menganga menyeramkan!</p>
<p>Pada saat yang sama pula, sekarang ini para pekerja Freeport berjuang habis-habisan memperjuangkan gaji mereka agar lebih layak. Sudah berhari-hari, berminggu-minggu mereka melakukan demo kenaikan gaji.</p>
<p>Benarlah pula, pribahasa orang-orangtua dahulu dan diterapkan oleh Amerika: <em>Walau hujan emas di negeri orang tapi lebih baik negeri sendiri. Hujan emas di Indonesia, ambil emasnya lalu bawa ke negeri sendiri, yaitu Amerika.</em> Masa bodoh dengan negeri orang, yang penting kita kaya dan sejahtera!</p>
<p>Tidak disalahkan kenapa Papua ingin merdeka. Sudah berapa kekayaaan gunung emas mereka dirampas, gunung-gunung emas yang dahulu rimbun menghijau, sekarang menganga lobang yang besar menyisakan kematian yang mengancam. Emas mereka diambil tapi mereka tetap hidup sengsara, masih hidup dalam kotekanya! Sementara mereka melihat ada kemewahan di disampingnya.</p>
<p>Orang-orang baru datang dan pergi membawa hasil alam mereka. Mereka melihat kehidupan baru dalam kemewahan. Kota yang mewah dalam hutan kemiskinan Papua. Orang-orang asing mempertontokan ketimpangan.</p>
<p>Sebuah ironi negeri kaya raya, negeri yang punya kolam susu. Tongkat ditanam pun jadi. Emas, perak, logam, tembaga, uranium, hasil hutan, dan segala kekayaan seperti dihamparkan di negeri ini. Seolah surga telah turun ke bumi.</p>
<p>Sebuah negeri yang kaya, tapi rakyatnya sengsara. Seperti tikus yang mati di lumbung padi. Sementara para pemimpinnya banyak yang korup dan tiada peduli pada rakyatnya.</p>
<p>Kisah Trio Papua di laga tim nasional seperti ironi, sebuah sindiran dan tamparan keras dari Tuhan kepada kita semua. Di saat Trio Papua berjuang mati-matian merebut emas untuk negara, tapi pada saat yang sama pula emas di kampung mereka diambil, dirampas oleh orang asing. Apa yang Trio Papua bela, sementara pemerintahnya memicingkan mata atas fakta miris ini?</p>
<p>Selamat berjuang Trio Papua, silahkan berjuang rebut emas untuk bangsa ini. Terlepas apapun hasilnya nanti, apakah kalian berhasil memajukan tim ini ke final dan mendapatkan emas, kalian telah berjuang mengajarkan bangsa ini arti loyalitas, arti sebuah kesetiaan kepada bangsa dan negera ini. Biarlah sejarah nanti yang akan mencatat, siapa sesungguhnya yang cinta pada negeri ini.</p>
<br />Filed under: <a href='http://hensyam.com/category/indonesia/'>Indonesia</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hensyam.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hensyam.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hensyam.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hensyam.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hensyam.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hensyam.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hensyam.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hensyam.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hensyam.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hensyam.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hensyam.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hensyam.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hensyam.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hensyam.wordpress.com/555/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&amp;blog=291150&amp;post=555&amp;subd=hensyam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hensyam.com/2011/11/18/emas-untuk-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68c76c34358fe7afdf623db4dabd7ccc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Syam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hensyam.files.wordpress.com/2011/11/wanggai-bonai.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Wanggai-Bonai</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hensyam.files.wordpress.com/2011/11/triopapua2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">triopapua2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemimpin dan Cinta</title>
		<link>http://hensyam.com/2011/11/09/pemimpin-dan-cinta/</link>
		<comments>http://hensyam.com/2011/11/09/pemimpin-dan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 00:33:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helsusandra Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi-Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hensyam.wordpress.com/?p=551</guid>
		<description><![CDATA[http://hensyam.wordpress.com Jika seseorang Pemimpin begitu dicintai rakyat atau pengikutnya, maka kesalahannya akan dimaklumi dan dibenarkan oleh rakyat. Tapi ketika cinta telah hilang maka semua kebenarannya akan dicari-cari kesalahannya. Menjadi Pemimpin itu adalah sebuah amanah yang berat. Pada pundaknya terpikul harapan-harapan &#8230; <a href="http://hensyam.com/2011/11/09/pemimpin-dan-cinta/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&amp;blog=291150&amp;post=551&amp;subd=hensyam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="../">http://hensyam.wordpress.com</a></p>
<p><em>Jika seseorang Pemimpin begitu dicintai rakyat atau pengikutnya, maka kesalahannya akan dimaklumi dan dibenarkan oleh rakyat. Tapi ketika cinta telah hilang maka semua kebenarannya akan dicari-cari kesalahannya. </em></p>
<div id="attachment_552" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://hensyam.files.wordpress.com/2011/11/leadership.jpg"><img class="size-medium wp-image-552" title="leadership" src="http://hensyam.files.wordpress.com/2011/11/leadership.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">http://www.leadership-toolbox.com/</p></div>
<p>Menjadi Pemimpin itu adalah sebuah amanah yang berat. Pada pundaknya terpikul harapan-harapan pengikutnya. Tak perlu sempurna memang, untuk menjadi pemimpin. Yang diperlukannya hanyalah menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadinya.</p>
<p>Banyak juga Pemimpin yang punya kekurangan, baik fisik atau materi lainnya. Tapi ketika cinta telah menjadi nilai dari seorang Pemimpin, maka cinta pulalah yang akan dia dapatkan dari rakyatnya.</p>
<p>Terlepas dari berbagai kelemahan lainnya dari seorang Gus Dur. Bagaimana pun beliau punya pengikut atau loyalis sejati. Saya teringat dulu, ketika beliau sering <em>nyeleneh</em> dan bertingkah macam-macam maka para Pecinta Gus Dur akan memaklumi, membenarkan apa yang beliau lakukan. Bahkan sampai pada pemahaman, bahwa seorang Gus Dur sudah sampai pada tingkat wali atau sufi. Bahwa bisa jadi apa yang dilakukan oleh Gus Dur punya hikmah yang tinggi yang tidak bisa dipahami oleh orang awam. Bahwa Gus Dur ingin melawan arus dan ingin memberikan pelajaran tingkat tinggi ke masyarakat.</p>
<p>Saya ingat, ketika beliau dilengserkan oleh demo mahasiswa dan elite dari kursi kepresidenan. Dengan santai beliau keluar dari pintu istana, menyapa para pendemo dengan—hanya bercelana pendek saja! Mana ada Presiden manapun di dunia, menyapa dari istana hanya bercelana pendek saja! Menyalahi semua etika.</p>
<p>Tapi itulah, bagi para pecinta Gus Dur maka tingkah ini dianggap sebagai sebuah seni perilaku baru. Bahwa Gus Dur telah menghilangkan tabu istana dan mengajarkan ke masyarakat betapa hebatnya Gus Dur.</p>
<p>Sampai hari ini kita masih melihat banyak Pemimpin yang sudah pergi masih tetap dicintai oleh masyarakat atau pengikutnya. Walau puluhan atau ratusan tahun mereka sudah meninggal, fotonya masih dipajang  dan ajarannya masih terus dipelajari dan dianut oleh orang-orang setelahnya. Namanya disebut-sebut setiap saat. (shalawat untuk baginda Nabi Muhammad SAW).</p>
<p>Berlainan dengan Presiden kita yang sekarang. Dahulu begitu dicintai oleh masyarakatnya. Dimana-mana partai beliau menang mutlak dan wajah tampannya menjadi euforia para ibu-ibu. “Bersama kita bisa!”, menjadi tagline massal dimana-mana. Nyanyian beliau digemari oleh masyarakat, ingat lagu <em>Pelangi Di Matamu</em>, yang dipopulerkan oleh Jamrud? <em>Ada yang lain, di senyummu yang membuat lidahku gugup tak bergerak&#8230;. </em>Anda masih ingat lagu ini kan&#8230;.?:)</p>
<p>Tapi coba lihat sekarang. Apapun yang beliau lakukan menjadi sasaran kontroversi saja. Sudah jelas beliau hobi menyanyi karena dulunya adalah anak band. Tapi sekarang, ketika beliau mengeluarkan album rekaman kembali, maka berbagai cemooh datang bertubi-tubi. Dianggap tidak punya <em>sense of crisis-</em>lah, tidak punya empati-lah. Tidak punya kepedulian sosiallah, banyak persoalan bangsa yang penting lain tapi kok malah bikin lagu dan sebagainya.</p>
<p>Begitulah, sama seperti kekasih. Ketika cinta sudah mendalam kepada pujaan hati maka semua perilaku dia dibenarkan dan dianggap indah. Tapi ketika cinta sudah tercerabut dan benci sudah datang, maka apapun yang dia lakukan menjadi jelek saja dan dicari-cari kesalahannya. Seolah tiada lagi kebaikan ada padanya. Sirna sudah keindahan masa lalu.</p>
<br />Filed under: <a href='http://hensyam.com/category/inspirasi-motivasi/'>Inspirasi-Motivasi</a>, <a href='http://hensyam.com/category/leadership/'>Leadership</a> Tagged: <a href='http://hensyam.com/tag/kepemimpinan/'>kepemimpinan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hensyam.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hensyam.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hensyam.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hensyam.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hensyam.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hensyam.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hensyam.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hensyam.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hensyam.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hensyam.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hensyam.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hensyam.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hensyam.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hensyam.wordpress.com/551/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&amp;blog=291150&amp;post=551&amp;subd=hensyam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hensyam.com/2011/11/09/pemimpin-dan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68c76c34358fe7afdf623db4dabd7ccc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Syam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hensyam.files.wordpress.com/2011/11/leadership.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">leadership</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cobaan Memberikan Kekuatan</title>
		<link>http://hensyam.com/2011/10/26/cobaan-memberikan-kekuatan/</link>
		<comments>http://hensyam.com/2011/10/26/cobaan-memberikan-kekuatan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 23:57:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helsusandra Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi-Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hensyam.wordpress.com/?p=546</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang, apa yang kita harapkan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan. Keindahan yang diharap, kemuraman yang didapat. Kelancaran diminta, tapi perjalanan penuh luka-liku. Hidup ternyata penuh cobaan. Hati yang penuh harap, kecewa yang dituai. Kenyataan tak seperti angan-angan. Padahal doa sudah &#8230; <a href="http://hensyam.com/2011/10/26/cobaan-memberikan-kekuatan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&amp;blog=291150&amp;post=546&amp;subd=hensyam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terkadang, apa yang kita harapkan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan. Keindahan yang diharap, kemuraman yang didapat. Kelancaran diminta, tapi perjalanan penuh luka-liku. Hidup ternyata penuh cobaan.</p>
<p>Hati yang penuh harap, kecewa yang dituai. Kenyataan tak seperti angan-angan. Padahal doa sudah dipanjatkan, apakah Tuhan begitu kejam?</p>
<p>Sang Peminta begitu harap, Sang Pendamba sudah begitu hasrat. Apakah maunya Tuhan? Salahkah berharap? Atau masih jauhkah lagi perjalanan?</p>
<p>Tuhan punya kehendak-Nya sendiri. Terkadang kehendak kita tidak sama dengan mau-Nya.</p>
<p>Dalam perjalanan, terkadang tidak kita sadari; bahwa jalan terjal itu adalah latihan diri. Kesusahan ternyata memperkuat daya tahan dan kekuatan. Seorang Petarung tangguh ternyata bangkit dari berbagai kejatuhan, ikan yang kuat karena berani menantang arus dan ombak. Rajawali kuat karena berani menghadang angin dan badai.</p>
<p>Hati yang lemah, ketika berhadangan dengan masalah maka akan mengeluh dan menyerah. Hati hamba yang ber-Tuhan kepada Yang Maha Kuat, menyandarkan hidupnya kepada Sang Pencipta.</p>
<p>Dalam aliran pikiran positif dikatakan, bahwa apa yang Anda pikirkan akan menjadi kenyataan. Tapi bagi seorang yang ber-hati positif, men-sinkronkan kehendaknya kepada keridhaan Tuhannya. Bahwa, kita hanya punya kehendak tapi kuasa ada pada-Nya. Bahwa, berharap yang terbaik saja yang akan didapatkan.</p>
<div id="attachment_545" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://hensyam.files.wordpress.com/2011/10/surfing.jpg"><img class="size-medium wp-image-545 " title="Surfing" src="http://hensyam.files.wordpress.com/2011/10/surfing.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">http://www.graphicshunt.com/images/surfing-9812.htm</p></div>
<p>Kita tidak bisa mengubah arah angin, tapi kita bisa mengubah arah layar kita. Tak harus menentang badai, tapi bagaimana kita bisa menyisirinya. Seperti seorang Pelancar yang unggul, dia tidaklah menentang ombak tapi berayun di sela-sela gelombang besar.</p>
<p>E + R = O : Event + Respond = Outcome</p>
<p>Setiap hasil yang kita dapatkan merupakan hasil cara kita bereaksi terhadap peristiwa yang terjadi. Kita tidak bisa mengontrol peristiwa, tapi kita bisa mengontrol respon kita. Ternyata, fakta membuktikan bahwa semua yang hebat lahir atau berada pada <em>event </em>yang tidak baik.</p>
<p>Ada 3 hal yang bisa kita kendalikan dalam hidup ini:</p>
<ol>
<li>Pikiran yang kita pikirkan;</li>
<li>Bayangan yang kita visualisasikan;</li>
<li>Tindakan yang kita ambil (perilaku).</li>
</ol>
<p>Kita bisa mengubah pikiran, mengubah lamunan, mengubah kebiasaan dan ambil tindakan. Lalu, serahkan semunya kepada Tuhan.</p>
<p>Tuhan mengajari kita bagaimana menjadi kuat dan sigap, dari rintangan dan cobaan. Seorang hamba yang beriman, percaya dan berprangka baik pada setiap sisi kehidupannya. Bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya, walau kadang kehendak hamba itu berbeda dengan Tuhannya.</p>
<p>Jika takut dilamun ombak, jangan berumah di tepi pantai.</p>
<p>Kepercayaan kepada Allah Swt terkadang bisa menyebabkan terjadinya mukjizat!</p>
<p>Wassalam,</p>
<p>Syam</p>
<p>Blog: <a href="http://hensyam.co.nr/">http://hensyam.co.nr</a></p>
<p>FB/Twitter: hensyam</p>
<p>Bisnis: <a href="http://sporte.us/">http://sporte.us</a>  &amp; <a href="http://efashion.co.id/">http://efashion.co.id</a>  |  Fashionable Islamic Swimwear</p>
<br />Filed under: <a href='http://hensyam.com/category/inspirasi-motivasi/'>Inspirasi-Motivasi</a>, <a href='http://hensyam.com/category/refleksi/'>Refleksi</a>, <a href='http://hensyam.com/category/religi/'>Religi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hensyam.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hensyam.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hensyam.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hensyam.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hensyam.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hensyam.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hensyam.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hensyam.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hensyam.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hensyam.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hensyam.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hensyam.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hensyam.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hensyam.wordpress.com/546/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hensyam.com&amp;blog=291150&amp;post=546&amp;subd=hensyam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hensyam.com/2011/10/26/cobaan-memberikan-kekuatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68c76c34358fe7afdf623db4dabd7ccc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Syam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hensyam.files.wordpress.com/2011/10/surfing.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Surfing</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
