VIRUS TANGANDIATAS

Sudah beberapa hari ini badan merasa aneh. Serasa dada berirama tidak seperti biasanya. ’Ntah dak dik duk, ntah serasa diremas-remas, ntah apa namanya sulit untuk dijelaskan. Tapi yang jelas, sudah beberapa hari ini aku seperti ”tersapa”—kalau orang Minang bilang. Sebuah kondisi untuk menjelaskan suasana badan di luar kewajaran. Biasanya ”tersapa” dikonotasikan kalau seseorang diganggu oleh makhluk halus.
Tapi ini beda, bukan makhluk halus penyebabnya.

Tidur pun diisi mimpi yang lain. Siang hari pikiran, semangat jadi beda.

Kira-kira suasana hati seperti orang yang kepincut asmara, dada bergejolak tidak menentu. Atau kalau kita berada pada suatu kondisi percepatan, serasa adrenalin memacu diri. Antara kondisi termotivasi dan terobsesi. Gelisah saja bawaannya diri… Wah.. gak boleh lama-lama dan berdiam diri nih. Pokoknya harus bergerak!

Apa penyebabnya……?

Ntah kenapa, semenjak hari minggu yang lalu (28/01/07) setelah menghadiri milad TDA aku jadi beda.

Melihat para provokator bicara dan sharing, panas juga hati ini. Melihat teman-teman milis di wisuda dari sebelumnya tangan di bawah (tdb) dan sekarang jadi tangan di atas (tdb), diri ini terprovokasi. Tahun depan, aku ntar yang berdiri di panggung itu, diwisuda sebagai seorang manusia tangan di atas. Pokoknya aku harus seperti mereka, bahkan lebih!

Ahaa.. mungkinkah seorang tdb sepertiku bisa seperti mereka? Life rich, money rich? Bisa apa seorang yang baru memiliki satu gerobak es buah, yang belum bisa memberikan keuntungan berambisi tahun depan sudah punya mobil dan rumah….??? Beromset jutaan, ratusan juta, milyaran…?

Tidak ada kata tidak bisa, pasti bisa!

Milad TDA kemarin benar-benar sangat membekas di jiwa ini. Sampai-sampai kebawa mimpi. Terlepas dari beberapa kekurangan teknis acara, moment itu telah melambungkanku. Bertemu dengan orang-orang yang sukses.
Semenjak bergabung dengan tda, sesuatu telah berubah pada diri ini. Aku bukanlah diriku yang dulu lagi. Bercita-cita bekerja? Ah, itulah cita-cita masa lalu. Sesuatu telah tertanam, sesuatu telah mengaliri. Dan sesuatu pun telah tumbuh. Berkembang, berkembang, berkembang dan terus berkembang. Pohon baru telah tumbuh, tinggal menunggu buah.

Point of no return! Terjadi, maka terjadilah!

Waktu milad kemarin aku tak banyak komunikasi. Hanya jadi pengamat saja. Datang berdua dengan isteri, aku lebih banyak jadi penonton. Cuma isteri yang sempat bicara dengan beberapa orang saja. Minderkah?… apa yang bisa aku omongkan dengan orang-orang yang sudah malang-melintang di belantara bisnis, sementara aku cuma seorang pemain baru yang baru beberapa hari berjualan es buah… Topik menarik apa yang kan bisa menjadi entry point untuk bisa masuk dalam pembicaraan bisnis dengan orang-orang sukses ini…? Ntahlah, apa yang mesti dibicarakan. Sepertinya tak punya bahan untuk memulai pembicaraan. Bukankah teori, pengetahuan telah cukup pada diri ini…? Masalahnya…. yang penting action!!! Kalau tidak action, maka pengetahuan akhirnya akan memakan diri sendiri….

Selamat ulang tahun TDA. Selamat buat para wisudawan. Semoga tahun depan kami yang belum bisa menyusul teman-teman.

Wassalam,
Syam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s