Pake Linux Asik Juga Loh…

linux Pake Linux serem….? Pake Linux gak asik…? Gak juga tuh…Hari ini komputerku dipartisi jadi 2 OS (operating system). Setelah sekian lama fasih berselancar di dunia Windows, siang ini mencoba “dunia lain” berlayar di dunia Linux. Untuk pemula, OpenSuse 10.2 enak juga digunakan. Tampilan layar mirip Windows. Saya pikir, cukup beberapa putaran dan utak-atik gak lama lagi saya akan lancar maen pake Linux.
Kenapa gak dari dulu aja saya pake Linux…?Sebenarnya dari lama sudah ada keinginan hendak mencoba Linux. Apalagi teman-teman saya banyak aktivis Linux. Tapi pekerjaan yang mengejar terus membuat belum sempat juga mencicipinya. Ternyata Linux yang sekarang sudah asik juga dipake. Gak seperti zaman-zaman awal yang harus banyak main di wilayah console. Mungkin menyeramkan bagi sebagian orang melihat pengguna Linux mengetikkan baris-baris perintah dalam bahasa Planet, yang hanya dimengerti oleh mesin dan yang mengetikkannya. Tapi sekarang menggunakan Linux gak jauh beda dengan Windows, main klak-klik aja bisa juga tuh.

Selama ini sudah ditanamkan dogma di kepala orang, bahwa pake Linux itu susah. Pake Linux itu gak asik. Pake Linux itu…… pokoknya berbagai macam doktrin ketakutanlah yang ditanam ke kepala setiap orang. Ternyata gak juga tuh… Mau browsing internet, Firefox ada (malah lebih asik daripada pake IE). ‘Ngetik tulisan ini aja saya pake OpenOffice di Linux. Tak kalah dari Word (Windows Office).

Persoalannya hanyalah, selama ini kita terlalu enak di zona aman. Terlalu manja di wilayah menyenangkan. Gamang atau takut untuk mencoba hal-hal baru. Padahal bisa jadi wilayah aman itu memanjakan dan membuat kita tidak maju-maju dan kritis.

Tapi yang jelas, pake Linux ternyata benar-benar aman dan nyaman. Gak perlu lagi kuatir dibilang pembajak, wong gratis kok pake Linux. Terlepas dari gratis atau tidak, saya sepakat dengan semangat Linux. Bahwa knowledge itu mesti di-­share. Pengetahuan tidaklah boleh dimonopoli oleh seseorang atau sekelompok orang. Atas nama pengetahunan pula kita mesti berbagi dan membuat orang/pihak lain menjadi maju. Atas nama pengetahuan kita tidak boleh menjadikan orang sebagai budak. Pengetahuan akan semakin berkembang ketika disebarkan. Pengetahuan janganlah dimonopoli. Karena jika kita mengkotakkan pengetahuan, maka sama saja melawan sunnatullah, karena pengetahuan itu adalah energi—akan bergerak dan berkembang terus. Pengetahuan tidaklah boleh dikungkung. Karena sejatinya pengetahuan itu adalah untuk kemajuan dunia.

Itulah semangat open source. Anda bebas mengkopi, menyebarluaskan, mengutak-atik program, dan dari hasil utak-atik itu bila tercipta pula pengetahuan baru silahkan disebarkan dengan syarat tidak boleh dimonopoli. Beda dengan semangat proprietary software. Anda tidak akan bisa seenaknya menggunakan, tidak bisa pula seenaknya menyebarkan, tidak bisa pula seenaknya mengutak-atik program (bukan persoalan tidak boleh saja, tapi program itu sendiri ternyata tidak ada akses untuk membukanya. Kita tidak bisa membongkar program seperti membongkar mesin motor. Karena program itu seperti kotak besi padat yang tidak bisa diurai. Beda dengan opensource yang bisa dipretelin sesukanya….)

Wah, kok saya jadi idealis sekali…. He.he. jadi ingat masa lalu, ketika masih aktivis mahasiswa dan aktivis Knowledge Sharing Group.

3 pemikiran pada “Pake Linux Asik Juga Loh…

  1. Hmm… setuju banget, memang terkadang kantor kita menuntut lebih paham OS Windows dibanding OS Linux. karena faktor dari kantornya sendiri sdh mendarah daging menggunakan Windows. Apalagi kita sebagai orang IT-nya. Tapi, memang kita juga perlu kreatifitas tersendiri. tergantung kemauan, kesempatan dan peluang. Sdh dari jaman Mandrake 9… Linux sdh user friendly bahkan ada bahasa indonesia, sebelum ada Windows XP ver. bahasa indonesianya. Bahkan sebelum Windows Vista, Linux juga sudah mendemokan Operating System with 3D. hehehehe…… dan sekarang sudah ada Live CD Knoppix (Bisa di Install dan bisa juga sekedar explorasi dengan CD ROM Drive), yang sudah berbentuk 3D. Lebih ringan dan More Faster, dibanding Windows Vista, yang Requiretment Hardware-nya gila-gilaan. Kita pakai Knoppix baru : Knoppix 5.1, SAM dan PC-Linux. Kalo mau, coba aja salahsatu dari 3 di atas.😉

    Ada sedikit kritik, tapi cuman tulisan aja. Linux bukan gratis dech kayaknya, soalnya pengertian FREE = BEBAS. Memang kita bebas mengcopy, meng-Explorasi dan Exploitasi, itu BENAR. Yaa, kalo memang gratis, RedHad sekarang License, lagi pula kalo kita Order CD Linux, tetep harus bayar, minimal ongkos CD-nya. ;P

    Memang, ada beberapa yang sengaja memberikan dengan Free dan Gratis, Contoh CD Ubuntu versi pertamanya juga Free dan Gratis. Karena sebagai sarana / media pengenalan Distro barunya.

    Thx. Have a Nice Day.
    //BR : Ofank_Q55

  2. hehe… cuma mo nambahin.. yg paling penting.. jangan beranggapan barang gratisan itu nggak kejamin mutunya.. contoh aja windows yg muahal? gampang kena virus? siapa yg jamin? curhat ke support resmi microsoft, paling disuruh instal ulang😀 hehe

    kedua, soal gratisan. Linux itu bukan Open Source Software (OSS). Linux lebih tepat ke Free Software (Free = Bebas/Merdeka!). Makanya, ada bebeapa pihak yg kurang sepakat jika linux dibilang opensource software (OSS). FreeSoftware udah pasti Open Source. Tapi, Open Source belum tentu Free Software. Bingung? heheh buka http://www.fsf.org dan http://www.gnu.org😀. Nah, soal Free Software, ada beberapa pihak/person yg bahkan lebih idealis lagi, yang kurang sepakat jika dikatakan “Linux”? karena, Linux adalah Free Software (GPL) maka, dan tidak dapat berdiri sendiri.. (tidak mungkin komputer / server pada umumnya yg hannya menggunakan OS doang?) maka, harus di sebutkan GNU/Linux.

    Ketiga, selamat datang di dunia kebebasan untuk bang Syam😀. enjoy new way to command your PC😀

  3. All,

    sebenernya dah lama juga gw n temen2x tawarin linux untuk aktifitas sehari2x.
    but memeng ternyata dulu mungkin gerakannya di Budi Luhur sedikit tersendat karena
    betul kata bung Syam, sebagian orang (civitas Budi Luhur) selalu mencari daerah aman.

    Well, di Budi Luhur memang ada Kelompok Studi Linux, but akhir2x ini kenapa gerakannya
    kurang kelihatan ya ? (tanya kenapa :-p)

    Gw pikir, kalo bisa masukin Linux / Free Software sebagai dasar dari kurikulum di Budi Luhur,
    gw yakiin, lulusan BL kedepan pasti bisa lebih di ‘perhitungkan’ lagi di dunia industri.

    Btw, gw gi cari java developer neh. mungkin ada yg berminat ?

    –Indrio–

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s