TDA Apprentice: Laporan dari Tanah Abang

Hujan deras, menyambut pagi itu ketika saya mengantar isteri. Untunglah kami telah berteduh di Kebayoran Lama, tentu saja sepiring ketupat sayur Padang sungguh nikmat dinikmati di bawah tenda penjual ketupat.

Setelah hujan reda, dan ketupat pun habis, berangkatlah kami ke Tanah Abang. Pukul delapan kurang, Senin (13 Maret 2007) kami mendapati Pak Haji dan beberapa karyawannya telah berkumpul dan mulai membuka toko.

Ada 6 orang peserta TDA Apprentice (plus saya sebagai pengantar isteri dan pemantau..:D). Senin yang cerah, setelah hujan kepagian. Oo.. ternyata ini toh tokonya Pak Haji. Ada 3 ruko yang bersebelahan menjadi toko beliau. Sepertinya menjadi pusat/kantor utama bisnis Pak Haji di Tanah Abang, diantara sekian banyak toko beliau lainnya disana. Untuk 3 toko ini diperuntukkan buat kaos, jeans, jaket, pakaian muslim dll.

Sengaja saya hari ini meliburkan diri minta izin ke kantor, demi untuk melihat geliat bisnis Tanah Abang dan berkenalan lebih lanjut dengan Pak Haji.

Menyenangkan berada di toko Pak Haji. Suasana religi terasa membuka hari kerja. Setelah toko dan barang-barang beres ditata, para karyawan berkumpul, lelaki sesama lelaki dan perempuan sesama perempuan. Mereka mengawali hari kerja dengan membacakan ayat suci Al-Quran dan membacakan terjemahannya, bergantian. Ada satu ayat yang berkesan yang dapat saya tangkap: Mintalah pertolongan Allah dengan sabar dan shalat. Ya, ternyata kunci meminta pertolongan Allah itu adalah sabar dan shalat. Dan itu harus dibuktikan dengan sabar dalam kerja, seharian menemani disana banyak hikmah yang didapat.

Setelah selesai mengaji, Pak Haji mengumpulkan para karyawan dan kami. Beliau memperkenal para peserta magang dan memberikan sedikit motivasi kepada para karyawan beliau. “Pak Haji berpesan, jangan kalian lama-lama kerja disini. Jangan selamanya jadi karyawan, setelah kalian bisa harus usaha sendiri. Harus jadi pedagang, buka usaha sendiri! Kalau selamanya jadi tangan di bawah, kapan mau naik haji, membantu saudara dan berzakat?” Demikian kira-kira pesannya. Ternyata sudah banyak mantan karyawan beliau yang sukses dan membuka usaha sendiri di Tanah Abang.

Para peserta magang dibagi ke beberapa toko Pak Haji disana. Untuk ruko pusat dapat Pak Didin, Mbak Sonya dan Efa (isteri saya..:)) plus saya sebagai pemantau.

Nama toko Pak Haji M.S.G (Mira Super Grosir). Saya bertanya ke beliau: Pak Haji, Mira itu nama anak Pak Haji ya? Pak Haji tersenyum: Bukan. Bukan nama anak, bukan nama mantan pacar. Mira itu kepanjangannya: mengharap ridha Allah. Wah! Luar biasa! Saya surprise juga mendengarnya.

Saya ngobrol-ngobrol dengan Pak Haji. Beliau sangat surprise dengan gerakan teman-teman yang membuka lapak di daerah Tangerang. Tercetus ide dari Pak Haji bagaimana kalau dibentuk saja TDA Lapak. Jualannya Sabtu-Minggu saja. Bagi yang amphibi, untuk tahap menuju Full TDA bisa dilakukan cara ini. Barangnya bisa pinjam dari Pak Haji.

Saya sempat cerita tentang potensi pasar kaget di Sektor 9 Bintaro dan TMII. O ya..?!, sambut Pak Haji. Lalu saya bercerita sedikit tentang potensi disana. Boleh deh, kapan-kapan kita agendakan untuk survey lokasi-lokasi lapak, sambut beliau. Wah, ide yang bagus untuk transisi menuju full TDA.

(Sebagai laporan lain untuk melengkapai pantauan saya pada TDA Apprentice bisa dibaca pada laporan sebelumnya yang telah diberikan oleh Pak Didin)

Terakhir saya main seharian di Tanah Abang tahun 1993. setelah itu paling cuma sekedar lewat saja. Ternyata sekarang perkembangan Tanah Abang sungguh pesat. Dahulu saat saya masih pertama di Jakarta, oleh paman saya diajak ‘nememin beliau manggul-manggul barang hasil konveksi beliau ke sana untuk diantarkan ke toko-toko. Pasar Tanah Abang tahun ’93 beda banget dengan sekarang. Pasar yang sumpek, pengap dan panas. Pokoknya, masuk kering keluar basah. Alias berkeringat. Tapi sekarang, sudah full AC… Tanah Abang berkembang menjadi pasar moderen

Beda Tanah Abang tahun ’93 dengan sekarang. Beda juga saya tahun ’93 dengan sekarang. Saat itu saya tak punya motif bisnis sedikit pun! Keras Paman saya mendidik bagaimana saya bisa jadi pedagang, tapi keras pula keinginan saya untuk kuliah dan tidak ingin berdagang. Hasilnya, saya telat selesai kuliah, aktif di dunia aktivis mahasiswa dan politik. Eh, baru sekarang-sekarang back to basic! Orang Minang jadinya, ya bisnis juga…:)

Gara-gara TDA nih! Eh, enggak juga. Sebelum-sebelumnya sudah mulai muncul kesadaran spritual (he.he.. istilah apa nih..?). Baru setelah gabung dengan TDA embrio ini jadi mekar dan subur….

Kembali ke Tanah Abang, kembali ke TDA Apprentice…. Sore akhirnya tiba juga. Pegel pinggang seharian berdiri kalah oleh kepuasan mendapat spirit dan melihat dunia baru. (Bayangkan, terbiasa seharian duduk jadi orang kantoran sekarang seharian berdiri dan bantu-bantu karyawan Pak Haji mengisi barang di Toko beliau yang baru). Pegel juga.

Saya ketemu teman sesama kuliah dulu yang sekarang sukses buka 3 toko di Tanah Abang. Saya kenalin dengan Pak Haji. Teman ini mengeluhkan sepinya bisnis sekarang ini. Pak Haji bilang, ya sekarang pasar sepi. Tapi tenang aja, tahan aja dulu 2 tahun ke depan ini. InsyaAllah ekonomi kita akan bangkit. Ini seiring dengan kebijakan pemerintah dan perkembangan internasional yang membuat hal ini. Pergeseran roda ekonomi Cina akan menuju ke Indonesia. Pak Haji sangat optimis. Teman saya kaget, o begitu ya Pak Haji? (cerita dan analisa bisnis Pak Haji lebih luas dari penjelasan saya ini. Tapi saya lagi pengen selesai nulis nih, jadi nggak bisa menjabarkannya lebih luas..). Yang penting—pesan Pak Haji, coba aja pertahankan dulu bisnis yang ada sekarang sampai 2 tahun ke depan ini. InsyaAllah setelah itu ekonomi kita akan membaik…. Aamien…

Sore semakin tinggi dan pertemuan hari ini mesti selesai. Saya pun mesti pulang. Di mikrolet 09 Tanah Abang-Kebayoran kami—saya dan isteri tepar ketiduran… Pinggang yang linu membuat pulas tertidur di mikrolet. Hilanglah dunia, larut dalam alunan kelelahan dan tertidur. Tiba-tiba, Kak, bangun Kak. Malu tuh diliatin penumpang mobil lain. Liatin kita berdua pulas ketiduran. He..he.. malu juga, tengsin!!! Tenang aja dik, tahun depan kita ‘nggak di angkot ini lagi. Kita ada di Innova……

5 pemikiran pada “TDA Apprentice: Laporan dari Tanah Abang

  1. Pak Syam salam kenal Pak.

    Selamat ya Pak Syam bisa ikut belajar langsung ke Pak Haji, semoga bisa menyerap ilmu-ilmunya dan bisa mengaplikasikannya di bisnis Pak Syam & Istri.

    Salam
    Fuad Muftie

  2. Salam kenal juga Pak Fuad…

    Wah, bapak hebat juga ya. Belum berapa lama menjalankan bisnis sudah punyak kios dan running well.
    Btw, sekarang lagi menjalankan bisnis apa nih Pak?

    Salam FUUUNtastic!!!
    Syam

  3. ———————————————————
    Zaidi

    Assalamu ‘Alaikum Pak
    semoga baik selalu, mohon cerita lagi pak tentang pengalaman di tanah abang
    dan juga pengalaman istri bapak,
    saya salah seorang member TDA, yang sampai saat ini masih TDB dan masih
    melihat terus dan belum tack actions,
    btw, bekerja di dunia IT pak, lebih khusus linux, sebagai Linux Trainer di linuxindo

    Wassalam

    zaidi
    ——————————————————–

    Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

    Salam kenal juga Pak Zaidi.
    Semoga Pak Zaidi juga baik selalu.
    Wah, ternyata bapak tertarik juga dengan pengalaman saya kemarin di Tanah Abang:)
    Nanti, deh saya kumpulin dulu ceritanya. Soalnya sekarang isteri yang disana. Saya cuma sehari aja disana

    Btw, Pak Zaidi sebenarnya sudah punya modal untuk suatu saat buka usaha. Pengalaman kerja sebagai trainer Linux adalah modal. Kata orang2, apa yang bisa dijadikan ide atau modal bisnis? Bisa jadi hobi, keahlian dll. Saya pikir keahlian Pak Zaidi di bidang Linux sangat potensial. Sebab tidak banyak orang yang menguasai Linux. Apalagi perkembangan/trend software/OS sekarang dan ke depan nanti adalah free software/open source.
    Mungkin suatu saat kita bisa ketemu dan bersinergi. Saya juga berlatar belakang IT, tapi konsennya pada sistem informasi. Punya niat suatu saat punya perusahaan sendiri yang bergerak di bidang TI/SI.

    Sebagai sesama TDA-ers, kita semua ‘kan punya cita-cita: tidak boleh lama-lama jadi TDB.

    Salam sukses ya Pak, FUUUNtastic
    Syam

  4. Assalamualaikum
    Pak haji, Mira Super Grosir yang di blok F bukan?
    Btw, kenal dengan Pak haji Nuzli/pak Alfian jg ga? merak juga dari MIra Super Grosir jg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s