Ya Rabbi

Tulisan ini saya buat sebagai komentar atas tulisan Pak Roni Yuzirman. yang berjudul: Tahun Buruk untuk Garmen?

Untuk lebih jelas bisa dibaca di blog beliau: http://roniyuzirman.com

Sewaktu hari pertama apprentice di Tanah Abang, teman saya yang berdagang disana juga mengeluhkan hal yang sama kepada Pak Haji. Untuk bisa bayar gaji karyawan dan bayar toko saja sudah syukur. Yah, demikianlah keadaannya saat ini. Banyak yang mengeluhkan hal serupa, betapa bisnis garmen sekarat saat ini.

Pak Haji cuma berpesan, sepahit apapun cobalah untuk bertahan paling tidak dua tahun ini. Walaupun cuma hanya bisa bayar karyawan dan toko, tapi paling tidak kalau bisa bertahan 2 tahun ke depan InsyaAllah, mudah-mudahan akan ada perubahan.

Memang salah satunya adalah kebijakan pemerintah SBY yang membuat ekonomi terasa sulit saat ini. Seperti yang disampaikan Pak Roni, kebijakan tegas pemerintah terhadap pemberantasan korupsi, illegal logging dan lain-lain punya andil—sesaat menurunkan daya beli masyarakat. Belum lagi kebjakan pelunasan hutang luar negeri yang banyak menyedot pundi-pundi pemerintah. Sebagaimana diketahui pemerintah telah melunasi hutang-hutang luar negeri kita warisan dari orde baru—yang menurut istilah banyak orang tidak akan terbayar selama tujuh turunan. Saat ini pemerintah telah melepaskan diri dari candu IMF.

Berbeda dengan pola orde baru (Presiden Soeharto), apa yang dilakukan oleh pemerintah sekarang adalah terbalik. Jika zaman orde baru rakyat kuat, makmur-sejahtera tapi negara lemah karena semua itu dibangun atas hutang luar negeri yang sangat-sangat besar. Seperti candu, nikmat terasa tapi sakit berkepanjangan diderita. Pemerintah sekarang melakukan kebalikannya, negara dikuatkan dan sebagai imbasnya rakyat menderita. Hutang-hutang luar negeri dilunaskan. Industri dalam negeri didorong. Kemajuannya memang belum terlalu terlihat. Tapi insyaAllah ke depan bangsa kita akan maju.

Mari kita bersama-sama memperkuat diri. Jika tak bisa berharap banyak pada pemerintah mari kita jalankan saja apa yang menjadi visi dan misi kita. Istilah Pak Roni atau Pak Haji, biarkan yang pintar-pintar atau pemerintah buat peraturan. Kita tetap bekerja saja, dan tetap optimis akan hidup yang lebih baik.

Hal-hal di atas memang akan menimbulkan kejutan sesaat buat masyarakat. Duit susah didapat. Bisnis kecil-menengah sekarat.

Paling tidak, walau saat ini masih susah tapi negara kita akan berdaulat. Moga-moga tak lama lagi kita akan sejajar dengan negara-negara tetangga dan yang maju. Mencapai visinya Bung Karno: Berdaulat di bidang politik, mandiri di bidang ekonomi dan berkepribadian budaya. Walau tujuan masih jauh, tapi kita tetap terus berjalan.

Selain hal di atas, penyebab lain juga adalah banyaknya bencana (atau cobaan/ujian…?) yang melanda negeri kita. Banjir, gempa dan lainnya adalah penyebab lain dari sulitnya uang beredar saat ini. Belum lagi berbagai kecelakaan transportasi, membuat banyak orang enggan bepergian.

Tapi mari kita tetap optimis. Mari kita terus bekerja dan berdoa. Sebagaimana ceramah ustad yang sempat saya kutip selepas Dhuha di Mesjid Bintaro hari Minggu kemarin (18/03) sewaktu menemani Pak Haji survey lapak Bintaro, marilah kita juga mendoakan negara kita: Supaya menjadi negeri yang aman, makmur dan sejahtera. Aamien Ya Rabbil Alamien….

Salam FUUUNtastic!!!

Untuk hidup yang lebih baik,

Syam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s