syam_efa Sekali busur terentang, dan sang anak panah melesat
Mencapai arah tuju,
Sang waktu punya pertanda, bahwa sekian jarak yang telah kita tempuh

Duhai kekasih, tak terasa 10 bulan telah kita tempuhi perjalanan ini.

Tentu saja, banyak aral yang merintangi banyak perangkap yang menghadang
Jika terantuk batu, perih terasa kita sama-sama meringis
Jika gelap dan kita terantuk dinding , sama-sama terpapah tak surut kita terus berjalan

Dan jika samudera terpapas di hadapan, kita kayuh biduk kita
Kita hadang ombak yang biasa menggentarkan para pelaut pemula seperti kita
Tak jua menyerah mesti angin laju menyerbu, sontak layar buncah samudera
Pegang teguh kemudi, kompas kita anuti pandu kita.

Dinda, perjalanan masih panjang tak tahu seberapa jauh jarak dan seberapa lama waktu ‘kan kita tempuhi.
Tapi janji suci telah diucapkan, ikrar telah tertanam dalam jiwa
Mari bergenggaman tangan, kita selesaikan dunia fana ini.

Dan jika pun berakhir masa hidup kita di dunia ini,
Ingin ku kau menjadi bidadari sejatiku, surga yang dijanjikan Allah ingin kumasuk kesana berdua
Kita tuai amal kita.

Beginilah perkawinan kita,
Rumah kontrakan sederhana, belum rumah yang sebenarnya yang ingin kuhadiahkan kepadamu.
Inilah hidup kita, tak ada kemewahan yang melipurmu. Hanya kesahajaan yang minimal.
Tak ada gambar berwarna, tak tayangan kemegahan dunia di rumah kita
Radio butut isi hari-hari kita. Ya, kita fungsikan dia dengan semaksimalnya. Sesekali dendang romantis ia curahkan ke kita, tapi lebih banyak inspirasi yang kita dapatkan dari para orang-orang hebat. Setiap hari kita dicerahkan oleh para motivator dan inspirator.

Seringkali terkadang kulukai hatimu,
Perih mungkin, tapi ketahuilah itu tidaklah sebenarnya maksud hati. Kerak masa lalu masih jua menancap di hati. Ingin kubersihkan ia dengan ketulusan cintamu.
Tak sengaja, barangkali sering terucap dan bertindak yang tidak sesuai dengan kehendakmu. Maka bukakanlah pintu maafmu.

Di antara kita telah bertemu persamaan-persamaan, juga bertemu hal-hal yang paradoks,
tapi bukankah persamaan menjadi pencerah cinta kita
dan ternyata pertentangan menjadi pewarna yang indah menghias kasih antara kita.
Toh, bukankah kenikmatan yang sebenarnya ketika beragam bumbu bertemu dan terikat dalam satu bentuk baru?
Kue terbaik ‘kan tidaklah bertemunya satu anasir saja, tapi bercampur berbagai bumbu dan bahan terbaik disana.
Bukankah taman terindah dihiasi berbagai rupa ragam warna?

Ya, kita sebaik-baik pasangan malah. Tak ada keluhan yang kita pendam, jika pun ada duka itu hanyalah sebentar saja. Tak baik memelihara luka, lebih baik menanam suka.

Terimakasih sayang, untuk kebersamaan kita selama ini.

11 April 2007 – 10 bulan kebersamaan kita

Iklan

Satu tanggapan untuk “UNTUK ISTERIKU: 10 BULAN KEBERSAMAAN KITA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s