MENULIS ITU SEHAT DAN MENYENANGKAN

menulisYa, ternyata menulis itu menyehatkan dan menyenangkan. Ibarat gelombang, atau angin pusaran, ide yang menggejolak dalam diri butuh untuk disalurkan. Jika tak tersalurkan, ia akan menghantam dinding-dinding batin. Maka, stress melanda diri, atau penyakit jiwa lainnya akan mendera.

Kalau pun tak bergejolak isi kepala atau dada, tetap saja diri kita harus butuh saluran. Ibarat air, jika air mati, seperti lubuk dalam yang memendam rahasia, misteri dan hantu-hantu bersarang disana. Kolam yang tak mengalir, yang busuk-busuk bisa bersarang di dalamnya. Tapi sungai yang mengalir… luar biasa kesegaran ada disana.

Saya teringat dengan ayahnya Pak Haji Alay (The founding father TDA). Saya tak tahu persis umurnya. Tapi melihat dari penampakannya saya berpikir untuk orang biasa setua beliau pastilah sudah tidak kuat lagi untuk kemana-mana. Tapi masyaAllah, setua itu beliau masih ke pasar, tiap hari pula! Malah beliau jadi kasirnya Pak Haji. Semua transaksi di ruko Pak Haji disetor ke beliau. Selain itu, apa kerjaannya di pasar? Beliau menulis! Yah, beliau menulis, dengan mesin ketik tuanya. Tik, tik,tik, jari-jari tua beliau menekan tuts-tust mesin ketik. Tidak dengan komputer, tapi dengan mesin ketik tua yang sering kita lihat di kantor-kantor kelurahan, atau kantor polisi kecamatan. Dan tidak tanggung-tanggung yang ditulis beliau, sebuah kitab tafsir Al-Quran. Saya ngobrol-ngobrol dengan beliau, antusias beliau menyampaikan cerita tentang ambisinya ingin menyelesaikan kitab tersebut.

Kita lihat, orang-orang yang suka menulis kebanyakan mereka sehat-sehat.

Menulis itu menyenangkan. Tak percaya? Lihat saja orang-orang yang suka menulis, kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang menyenangkan. Sebut saja di TDA, ada Pak Roni, Pak Sopa, Pak Fauzi, Pak Hadi, Pak Faif, Pak Wuryanano, dan yang lainnya yang produktif menulis. Bukankah berdekatan dengan mereka sangat menyenangkan?

Orang-orang yang suka menulis ibarat air yang mengalir dari gunung. Kesegaran dan kejernihan memancar darinya. ‘Gimana nggak akan sehat, sebab kesegaran selalu mengalir bersamanya?

Tuangkanlah ide-ide yang ada dalam kepala dan dada Anda. Sebagai penyalur dari kegundahan diri, sebagai kanal yang mengalirkan tumpukan spirit Anda, menulis juga menjadi ladang amal bagi kita. Bukankah dari tulisan-tulisan yang menyegarkan, mensugesti orang menjadi lebih baik, dan menambah khazanah pengetahuan dan akan menjadi kebaikan buat kita. “Sampaikanlah, walaupun satu ayat!“, baginda Rasulullah Muhammad telah menyuruh kita. Menulis itu juga beramal, sebarkan spirit Anda!

Dari tulisan kita juga bisa melakukan perubahan. Bukankah TDA ini lahir dari tulisan-tulisan? Pak Roni telah memulai, banyak yang terprovokasi. Lalu lahirlah sebuah komunitas yang luar biasa: TANGANDIATAS. InsyaAllah tidak lama lagi kita akan melihat INDONESIA YANG LUAR BIASA akan tercipta! Bukankah, sekarang saja sudah terlahir orang-orang luar biasa yang menjadi TDA? (Tangan di atas-pengusaha).

Alhamdulillah, disaat menulis ini saya kembali menemukan spirit lama saya. Zaman mahasiswa saya cukup produktif menulis, walau cakupannya di majalah kampus dan seputaran Jakarta. Menulis di panflet, selebaran perjuangan mahasiswa ternyata mampu menggerakkan mahasiswa turun ratusan, bahkan ribuan ke jalanan. Dari tulisan, saya bisa membakar anggota saya dan mahasiswa sewaktu masih jadi Presiden Mahasiswa dulu.

Menulislah, karena menulis itu sangat menyenangkan dan menyehatkan!

3 pemikiran pada “MENULIS ITU SEHAT DAN MENYENANGKAN

  1. Assalamu’alaikum wr wb.

    Hehehe…pantesan Mas Syam ini seneng nulis dan enak lagi dibacanya…benar-benar mengalir seperti mata air jernih dan segar…Luar Biasa Prima…

    Dan, fotonya…bisa bikin orang “ngiri” lho…mirip banget… hehehe…

    Sukses selalu,
    Wuryanano

  2. Assalamu’alaikum

    Salam Kenal Bung Syam,
    postingnya “membakar” agar terpengaruh untuk rajin menulis.
    blog saya masih berisi tulisan2 orang, pastinya nanti juga ingin menulis sendiri.

    Sukses Selalu

  3. 1. Wa’alaikumsalam Wr. Wb. Pak Wuryanano.
    Terimakasih atas pujian dan kunjungannya. Semoga saya pun bisa produktif menulis seperti bapak.
    Soal foto, he.he.. paling tidak kami (saya dan bung Karno) punya kesamaan, yaitu: Kami sama-sama punya mimpi besar untuk Indonesia ini. Yaitu, Indonesia yang: Berdaulat di bidang politik, mandiri di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam budaya.
    2. Wa’alaikumsam Wr. Wb. Salam kenal juga Pak Heri. Terimakasih sdh berkunjung & berkomentar. Pak Heri sebenarnya banyak yg bisa Anda tulis, paling tdk pengalaman berbisnis di Tanah Abang. Ini akan menjadi pencerahan buat saya atau orang-orang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s