Ya RabbiTak ada yang ditinggalkan oleh masa lalu, selain kenangan. Hidup hanyalah memberikan pengalaman. Beruntunglah kita yang bisa mengambil pemberian yang sedemikian rupa. Beranjak waktu dijalani, takkan bisa kembali….

Umur tidaklah seperti matahari, pagi di timur beranjak naik menuju ke langit tinggi. Lalu berakhir meredup dan hilang di ufuk barat. Biarlah seperti itu. Toh, esok masih ada harapan akan bersua kembali. Menyapa pagi, dan pamit di ujung senja….

Hidup adalah anak panah yang sekali ditembakkan melesat menjauh–membubung tinggi… menjauh dan akhirnya turun berakhir di ujung tempat lain. Sang Pemanah Agung telah menetapkan regang tali, menentukan sasaran dan sejauh mana diri ini melesat dan akan berakhir.

Ataupun hidup adalah seperti merantau jua adanya…

Perantauan yang mesti dan pasti akan pulang.. carilah ilmu, carilah bekal yang akan dibawa pulang. Perantauan berapa lama akan dijalani…

Perjalanan, masih panjang, atau akan singkatkah…?

Berapa jarak yang telah disusuri… berapa waktu yang telah dijalani.. berapa pula umurmu kini….?

Telahkah berbuat baik, telahkah mengumpulkan bekal.. telahkah berguna hidupmu…?

(Renungan pada hari kelahiran, Rabu 31 Agustus 2005)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s