Handphone-ku Berbunyi: Ada yang Kasih Perhatian

“Dapatkan tiket gratis menonton F1 …. dengan mengirim SMS ke ….”

“Dapatkan ringtone keren …. dengan ….”

Handphone (HP) saya berbunyi, ada sms dari operator kartu saya: Indosat IM3. Saya menggunakan kartu IM3, hampir setiap hari ada saja kiriman SMS dari operator IM3 ini. Saya tak tahu, apakah ini program promosi atau bentuk perhatian IM3 kepada pelanggan dengan mengirimkan SMS setiap hari. Kalau promosi itu sudah pasti, lalu kenapa saya mengatakan ini bentuk perhatian kepada pelanggan?

Ya, misal kalau Si Pemilik nomor HP jarang ada yang menghubungi dan sudah pasti HP-nya tak berbunyi seharian. Gengsi ‘kan, punya HP—apalagi kalau HP-nya keren dan tampang okeh punya—tapi nggak ada yang menghubungi. Nah, dengan masuknya sms dari operator ‘kan bisa jadi hiburan buat dia. Apalagi kalau HP-nya berbunyi ketika Si Pemilik tengah berada di kumpulan orang-orang, atau di tengah lingkungan elit. Si Pemilik lalu membuka SMS dan terserah deh apa ekpresinya. Pura-pura serius, kaget, sok ngedumel,  atau sok atraktif. Lalu orang sekeliling menganggap Si Pemilik orang penting, masih punya teman toh dia, atau ada yang perhatian atau ada yang punya keperluan dengannya.

Terlepas apa rasionalisasi dari IM3 mengirim SMS hampir setiap hari, karena promosi ataukah menunjukkan atensi kepada pelanggan, saya memandang ini sangat bagus buat ide bisnis. Apa itu? Yaitu kepedulian terhadap pelanggan!

Pada prakteknya sering para pebisnis, setelah barang laku lalu masa bodoh dengan pembeli atau pelanggan. Apalagi bagi kita pelaku bisnis online, setelah pembeli mentransfer uang ke rekening kita, kirim barang lalu setelah itu masa bodoh mau sampai atau tidak kek barangnya.

Dalam praktek bisnis online saya, setelah mengirimkan barang, beberapa hari kemudian saya menghubungi pembeli untuk memastikan apakah kiriman barang sudah sampai atau belum. Hal ini menunjukkan perhatian kita terhadap kepentingan pembeli, tidak untuk kepentingan kita saja di sisi penjual.

Selain itu, saat-saat momen tertentu kita juga bisa mengirim SMS, untuk menjaga silaturahmi dengan pembeli. Siapa tahu dengan cara ini Pembeli berubah menjadi Pelanggan (berlangganan) dengan kita. Tidak putus hubungan. Bukankah Rasulullah Muhammad SAW bersabda: “Silaturahmi membawa rezeki.”

‘Ngomong-ngomong tentang bunyi HP saya punya cerita sendiri.

Saya pernah ada meeting dengan seseorang kenalan yang menawarkan produk MLM ke saya. Saya kurang antusias dan ingin segera mengakhiri pertemuan itu, tapi kalau meng-cut pembicaraannya nggak enak juga. Si Kenalan ini terus cuap-cuap dan memancing respon saya. Selagi ia prensentasi lalu saya kirim SMS ke teman agar menelopon saya. Sang Teman lalu menelepon dan saya ‘ngarang-ngarang omongan dengan dia. Setelah mengakhiri pembicaraan telepon, lalu saya bilang ke kenalan MLM tadi bahwa saya sudah ditunggu oleh teman saya dalam pertemuan yang lainnya. So, saya punya alasan untuk pergi secepatnya meninggalkan si MLM.. he.he..

Dahulu semasa aktif di dunia gerakan atau organisasi, ketika kita lagi seru-serunya rapat tiba-tiba ada yang mendapat telepon dan bicara serius sekali. Seakan-akan—atau barangkali benar—dia mendapat telepon penting dari orang penting. Suaranya kadang-kadang dikeraskan untuk menunjukkan kepada peserta bahwa dia orang penting juga. Tiap sebentar telepon berbunyi, apakah itu pembicaraan atau bunyi SMS.

Lalu ada teman saya yang merekayasa HP-nya agar berdering pada waktu yang diinginkan. Ia menyetel HP-nya, lalu pada saat berdering ia mengangkat telepon dan bicara: “Halo?! Ya, saya lagi ada meeting nih sama kawan-kawan… Oke! Saya akan kirim anggota saya kesana… Butuh berapa massa? Oke! Besok saya akan kirim massa dari kampus saya seribu orang!” Orang-oarng yang mendengar takjub, “Wow… hebat nih orang. Gampang saja ia menyebut jumlah orang yang dikirim seribu orang. Solid juga nih massanya. Hebat juga dia!”

He.he… Tau ‘nggak kenapa HP-nya berbunyi? Dia telah setel alarm untuk berdering beberapa menit kemudian. Dan ketika HP-nya berbunyi, ia pun berlagak seakan telah mendapat telepon penting…

Barangkali Anda juga punya pengalaman yang sama…?

3 pemikiran pada “Handphone-ku Berbunyi: Ada yang Kasih Perhatian

  1. Wah kok yg artikel Handphone-ku berbunyi ini saya hampir sama kejadiannya ya? Hmmm….bagus2 tulisannya ya pak,saya ngikutin terus… Sekalian mohon ijin ngelink blognya..

    Salam,
    HATTA N ADHY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s