syam33

Panta rei – segala sesuatu mengalir, segala sesuatu terus berubah.”

Itulah yang diungkapkan oleh Heraclitus (641-575 SM), seorang filsuf Yunani kuno. Tidak ada yang tetap, semua pasti berubah. “Tidak ada yang abadi, kecuali Keabadian itu sendiri. Tidak ada yang tidak berubah, kecuali perubahan itu sendiri”, ditambahkan oleh Kahlil Gibran.

Demikian pula diriku. Bertambah pula umur, banyak pula perubahan terjadi pada diri. Pasti, fisik tentu saja banyak berkembang dan berubah. Dari kurus, sekarang sedikit berisi (‘nggak mau nyebut gemuk..:D). Dulu sendiri-bujangan, sekarang sudah berumahtangga.

Tak ada yang ditinggalkan oleh masa lalu, kecuali kenangan. Tak ada yang lebih berharga dari kehidupan, kecuali pengalaman. Beruntunglah orang yang mengambil hikmah dari kenangan, dan jayalah orang-orang yang mengambil pelajaran dari pengalaman.

Dan sekarang, genap 33 tahun mengarungi dunia. Berkurang jatah hidup, semakin dekat menuju gerbang akhir, entah kapan itu rahasia Ilahi. Sudahkah perjalanan hidup bermakna, memberi manfaat kepada alam semesta? Sudahkah amanat Allah SWT, menjadi khalifah di muka bumi dijalankan sebaik-baiknya?

Hari semakin tinggi, masih banyak kerja yang tertunda. Masih ada hutang yang mesti dilunasi.

Ya Allah, segala puji, rasa terimakasihku kepada-Mu. Masih Kau beri kesempatan hidup pada diriku. Banyak dosa dan salahku pada-Mu, tapi masih saja berbalas dengan Kasih-Sayang-Mu. Banyak keajaiban telah kunikmati, ketika beban serasa tak tertanggungi, ketika perjalanan serasa tak kuasa diarungi, masih saja ada pertolongan-pertologan-Mu datang tiba-tiba padaku. Tak sebanding syukurku dengan nikmat-Mu.

Ya Allah, terimakasih atas nikmat iman dan kesehatan yang Kau anugerahkan kepadaku. Terimakasihku atas karunia-Mu yang lainnya, yang tak akan terhitung olehku, walau seluruh lautan ‘kan menjadi tinta, dan seluruh ranting menjadi penanya dan ditambahkan beberapa tinta dan pena lagi tak akan cukup untuk menuliskan banyaknya nikmat-Mu padaku.

“Maka, nikmat-Mu manakah lagi yang akan kuingkari?”

Ya Allah, Kasih Sejatiku. Jadikanlah aku orang yang selalu berterimakasih kepada-Mu. Jadikanlah aku orang yang sabar. Jadikanlah aku orang yang selalu merasa kecil dalam pandanganku tapi besar dalam pandangan orang lain.

Hidup adalah perantauan semata. Mengumpulkan bekal untuk kampung abadi. Tak ada yang perlu dicari, kecuali hanya menjemput rezeki Allah SWT. Semua perbuatan, semua hak pakai akan dipertanggungjawabkan. Tak ada yang bisa dibanggakan, semua adalah dari-Mu semata.

Bekal belum seberapa, amal serasa timpang dibanding salah dan dosa. Menjadi yang terbaik adalah cita-cita diri, Ya Allah bimbing hamba mengemban amanat suci dari-Mu.

Tak sebanding puja dan terimakasihku, berhadapan dengan luas dan banyaknya nikmat-Mu. Alhamdulillah, terimakasih ya Allah atas Rahman-Rahim-Mu padaku. Semoga hidup yang tersisa, perjalanan mendapatkan keberkahan akan mengantarkanku pada Cinta-Mu. Bertemu dengan Mu, itu yang kudamba pada masa abadi nanti.

Ya Rab, berikanlah kebaikan-kebahagiaan dunia dan akhirat kepadaku. Sampaikanlah shalawatku kepada baginda Muhammad SAW, masukkan aku dalam barisan kebanggaannya dan bersama dirinya kami menghadap-Mu. Duhai Kekasihku…

Amien ya Allah, jika berkenan permohonanku pada Mu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s