jambiSenin sampai Minggu (24 – 30 September 2007) yang lalu saya dapat tugas dari kantor ke Jambi dan Muara Bulian. Instalasi aplikasi e-UKM di kantor Pos daerah.

Dari pusat kami berangkat bertiga, saya, Iwan dari Bandung dan Riri dari Depok. Kami berasal dari 3 perusahaan yang berbeda yang menjadi tim konsultan Depkominfo untuk menyosialisasikan dan instalasi aplikasi Warmasif. Aplikasi ini terdiri dari 3 modul aplikasi yaitu e-UKM, e-Perpustakaan dan e-Kesehatan. Saya kebagian menginstal dan melatih penggunaan modul aplikasi e-UKM.

Berangkat dengan Lion Air, perjalanan udara menuju Jambi sempat membuat sedikit sport jantung. Sebelum memasuki Jambi, guncangan awan tebal membuat pesawat terguncang dan memaksa para penumpang untuk mengucap doa semoga selamat. Dari kaca jendela terlihat embun dan air deras membasahi. Cuaca mendung dan awan tebal penuh dengan air.

Hujan deras menyambut ketika pesawat mendarat di bandara Sultan Thaha Jambi. Untung ada petugas pos Jambi yang menjemput sehingga kami tidak jadi kebingungan mencari kendaraan untuk membawa kami ke penginapan.

Kantor Pos Jambi tepat berada di pinggir Sungai Batanghari. Sungai besar yang melintasi 2 provinsi Sumatera Barat dan Jambi yang bermuara di wilayah timur Sumatera.

Sayang belum ada koneksi internet di kantor Pos Jambi sehingga aplikasi tidak bisa dijalankan secara online dan bisa diakses dari mana saja. Sayang sekali, seandainya infra struktur lokal sudah mendukung, maka betapa bergunanya aplikasi ini untuk menampilkan informasi komoditi daerah. Transaksi bisnis bisa berlangsung dari mana saja secara online.

Demikian juga di Muara Bulian, tentu saja lebih kurang fasilitas dan pendukungnya dibanding dengan Jambi. Muara Bulian, ibukota Kabupaten Batang Hari. Sebuah daerah baru berkembang, dan tentu saja sangat sepi buat kami yang terbiasa dengan hiruk-pikuk Jakarta.

Sangat disayangkan, proyek pemerintah yang sebenarnya berniat baik untuk memajukan daerah tidak bisa atau belum bisa dijalankan. Saat sampai di daerah, perangkat keras yang akan digunakan masih berada di gudang. Tidak ada jaringan, tidak ada kabel listrik, tidak ada perangkat pendukung!

Setelah membeli kabel listrik, kami cuma bisa sekedar menginstal aplikasi di server lokal dan tidak bisa di-online-kan. Pelatihan juga tidak maksimal diberikan, karena tidak ada petugas khusus yang akan menjalankan aplikasi. Coba bayangkan, untuk Pos Muara Bulian petugas yang ditraining sebagai administrator dan operator sistem dirangkap oleh satu orang, dan itu adalah petugas loket. Saat lagi ditraining, sambilan dengan jaga loket. Ketika ada orang yang datang bertransaksi pos maka terpaksa kami ditinggalkan…hm…

Ada 1 server dan 4 PC branded, 1 Printer multifungsi sebagai mesin copy dan scanner, kamera, dan UPS. Bisa bernilai puluhan juta itu, tapi di Muara Bulian terpaksa disimpan di gudang besi oleh petugas Pos sana. Mereka tidak berani menaruh di luar karena tidak ada ruangan khusus untuk ini dan tidak ada petugas keamanan yang menjaga kantor pos. Bisa-bisa kantor Pos dijebol maling karena barang-barang ini terlibat transparan dari luar.

Pemerintah kalau ingin mengadakan proyek, seharusnya melihat kesiapan daerah terlebih dahulu. Baik persyaratan manusia dan sarana pendukung. Jangan mengadakan proyek sekedar asal jalan saja. Niat baik jangan sampai jadi sia-sia. Jangankan mengoperasikan server dan komputer yang canggih, pakai operating system Linux pula. Untuk mengoperasikan komputer dan mengenal sistem komputer saja mereka masih bingung. Ini malahan mereka langsung disuruh mengoperasikan server dan komputer berbasis Linux. Wah!

Terlepas dari kondisi di atas, ada beberapa kenangan yang melekat pada saya tentang daerah Jambi. Salah satu yang unik yang saya lihat adalah jalanan di Jambi beraspal rapi, tapi ada yang membedakan dengan daerah lain. Yaitu jalanan yang beraspal bercampur batu kerikil, dimana jalanan di daerah lain cuma bermaterialkan aspal atau dengan campuran pasir saja.

Satunya lagi, kala malam menjelang di Jambi, maka kita akan melihat langit kota Jambi dipenuhi oleh burung-burung gereja. Jumlah mereka bukan puluhan, tapi ratusan dan ribuan. Burung-burung ini beterbangan dan bergantungan di kabel-kabel listrik, tiang-tiang dan sela-sela gedung. Luar biasa, banyak sekali dan ramai sekali cicit suaranya.

Iklan

6 tanggapan untuk “Perjalanan ke Jambi dan Muara Bulian

  1. Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya dan memberikan komentar.
    Jambi adalah potensi terpendam yang belum sepenuhnya tergarap. Tentu saja dibutuhkan pembangunan yang terkonsep dengan matang dan membutuhkan pemimpin yang berkualitas dan amanah.

    Semoga Jambi berkontribusi secara nasional sehingga mengurangi beban Jakarta dan meratakan pembangunan Indonesia.

    Wassalam,
    http://hensyam.co.nr

  2. Perkenalkan, saya jogja tulen. lahir, besar dan sekolah di jogja. skrg saya kuliah di Kehutanan UGM.
    kenapa saya menulis ini?
    karena orang tua sya bekerja di jambi tepatnya di Bulian dan jujur saja pertama kali saya ksn jg agak shock karena terbatasnya fasilitas yg ada. namun bgmn pun bulian mrpkn salah satu kota kecil yang indah dan tata kotanya teratur. tapi itu tak cukup bila tak didukung fslts spti internet yang dsn cuma ada 1 warnet dan itu lemooooooooooot banget!!!
    harapan saya smga bulian segera bangkit dan mengejar teknologi!!!

  3. saya harapkan juga begitu, bagi anak-anak jambi yg sudah sukses dirantau cobalah sekali2 dilihat keadaan jambi, dan invest apa yang bisa menguntungkan bagi kita dan masyarakat sana. kebanyakan anak2 yang merantau lupa akan daerah kelahirannya, malah membangun daerah dimana dia merantau, sementara didaerah sendiri kekurangan sdm.

  4. Jambi sekarang berbeda. Dulu waktu saya masih sekolah di SMP/STM di Jawa saya sering di ejek temen katanya klo tinggal di Jambi itu sama aja dengan tinggal di hutan. Mungkin dulu memang seperti itu, tapi sekarang coba lihat perubahannya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s