Knowledge untuk Semua

ksl1

Beberapa waktu lalu (7-9/12/2007) saya diundang oleh yunior saya dari Universitas Budi Luhur. Mereka adalah dari Kelompok Studi Linux – Budi Luhur (KSL-BL). Bertempat di daerah Puncak, Bogor Jawa Barat mereka mengadakan pelatihan: Latihan Dasar Penguin (LDP). Sebuah ajang penggodokan buat calon anggota baru KSL-BL. Saya diminta mengisi materi tentang Kepemimpinan.

Saya dekat dan punya concern, komitmen dengan teman-teman dari KSL ini. Secara langsung dan tidak langsung, saya ikut dalam membidani kelahiran kelompok ini. Semasa saya menjadi Presiden Mahasiswa di STMIK Budi Luhur, saya dan teman-teman—iantaranya Iyo—punya kepedulian kepada knowledge sharing. Kami menyadari, bahwa knowledge tidaklah boleh dimonopoli oleh seseorang atau kelompok. Ia harus dibagi dan bersifat bebas (freedom). Kami tidak menyukai kemapanan.

Dari diskusi-diskusi seru kami di kampus, kemudian Iyo, Buyung (anggota saya di Badan Eksekutif Mahasiswa), dan beberapa teman lain mulai menyusun konsep dan membentuk komunitas saling berbagi, dinamakan Kelompok Studi Linux – Budi Luhur (KSL-BL). Akhirnya lahirlah organisasi ini.

ldp1Sampai beberapa periode, saya masih in touch dengan mereka. ‘gimana nggak in touch? Lha, base camp mereka saja bersebelahan dengan kontrakan saya. Saya semasa kuliah memang suka berkomunitas dan berkumpul. Saya berkumpul dengan yunior-yunior saya yang mengatasnamakan ABT (Anak Bawah Tangga). Kami mengontrak rumah di samping kampus. Kontrakan kami ini terdiri dari 3 petak. Petak yang kedua, diisi oleh Andy dan Fandy, yunior saya juga di UBL. Petak yang ketiga diisi oleh teman-teman KSL. Jadilah 3 rumah petak ini seperti kampung kecil kami. Hidup berjalan 24 jam. Selalu ramai.

ldp2Dari kontrakan inilah kami menempa ide-ide dan kaderisasi. Ada Rebek yang membantu ideologisasi yunior-yunior ini. Senior-senior yang lain bergantian dating menempa adik-adik ini. Jadilah orang-orang ini sebagai manusia-manusia yang sangat radikal dalam memahami ide yang mereka usung.

Kami anti kemapanan. Dalam arti kemapanan yang menindas dan anti sosial. Knowledge adalah anugerah Tuhan, tak seorang pun boleh memonopolinya. Knowledge harus bersifat bebas, dan harus dibagi. Untuk konteks KSL-BL, kekhususan yang diusung adalah yang berhubungan dengan IT (Information Technology) dan IS (Information System) karena latar belakang mereka adalah mahasiswa IT.

Prinsip yang mereka usung adalah free software . “Free” yang berarti freedom, bukan free yang bukan diartikan sempit “gratis”. 3 prinsip freedom yang diusung adalah:

1. Bebas untuk menggunakan

2. Bebas untuk dikembangkan

3. Bebas untuk disebarluaskan

 

ldp3 ldp5 ldp6

iyoKeterangan Foto:

Atas: Penggemblengan dan pengujian materi

Samping: Indrio “Iyo”, dedengkotnya KSL-BL. Bawa keluarga. Kasian tuh anaknya harus nemenin ayahnya begadang sampe malam.

Saya dan Iyo sempat juga berjuang sebentar dalam idealisme organisasi Knowledge Sharing Group (KSG-BL). KSG-BL malah sempat mengundang Richard Stallman, Founder of GNU Project and Free Software Foundation datang ke Indonesia. Sampai akhirnya organisasi ini hilang begitu saja setelah dikelola oleh kampus.

2 pemikiran pada “Knowledge untuk Semua

  1. Sam, tulisan loe ‘dalem’ banget ya ? Jadi mo ngumpul2x lagi nih. Btw, walau gw menganut prinsip ‘free’, untuk foto gw n keluarga nanti gw tagih loh …. :-)) .

    Sam, thank’s banget udah mo komit denga KSL-BL, semoga generasi baru ini bisa lebih hebat dari para pendahulunya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s