Kebanyakan orang kalau ditanya, apa yang membuat mereka termotivasi dalam bekerja? Kebanyakan menjawab adalah karena mengejar kesuksesan, atau mendapatkan kepuasan pribadi. Ada pula yang bekerja karena didorong oleh hasrat mendapatkan kekayaan ataupun pencapaian materi.

Tapi ada pula orang yang mencapai kesuksesan karena didorong oleh semangat balas dendam. Ya, dendam telah menjadi pemicu, penggerak seseorang dalam mencapai apa yang diinginkannya. Terrry Garnett, mantan senior vice-president Oracle Corp., jelas-jelas mengatakan bahwa “dendam-lah” yang memicu dia mencapai keberhasilan sekarang ini.

Sewaktu masih di Oracle, Garnett sangat akrab dengan Larry Ellison, bos Oracle Corp. Mereka berdua melewati awal tahun ’90-an dengan berkeliling dunia. Mereka berdua pernah merencanakan bisnis untuk mendirikan TV Interaktif. Pada tahun 1994 Ellison mengajak Garnett dan isteri berlibur ke Kyoto, Jepang saat bekas ibukota Kerajaan Jepang ini merayakan hari ulangtahun yang ke 1200.

Beberapa pekan setelah liburan ini, tiba-tiba Ellison memecat Garnett, dan membatalkan pendirian TV Interaktif yang mereka rencanakan berdua. Ia berusaha tenang dan keluar dari ruangan Ellison dengan perasaan hampa. Merasa mati rasa, Garnett mengemasi barang-barangnya. Tentu saja Garnett terluka oleh ini. Ia menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk memahami alasan pemecatannya. Sampai-sampai Garnett menuntut Ellison karena merasa tidak adil tapi kemudian ia membatalkannya.

Karena murka, Garnett bersumpah pada diri, “Akan datang hari pembalasan!”

Kini, ia CEO Ingres Corp. Sebuah perusahaan piranti lunak yang berusaha menggerogoti pasar Oracle. Ketika ditanya, apakah Garnett termotivasi oleh dendamnya pada Ellison? Garnet menjawab, “Absolutely.”

Garnett hanyalah satu kisah contoh betapa dendam, perasaan terluka mampu membuat seseorang bangkit dan melawan. Banyak kita saksikan, betapa dendam bisa memicu seseorang untuk meraih kesuksesannya. Baik pada bisnis, organisasi ataupun perebutan kerajaan—tentu saja kita bisa saksikan pada sejarah raja-raja Jawa, atau pun belahan dunia lain. Dari seseorang yang tidak ada apa-apanya, malah bisa menjadi yang diperhitungkan dan meraih puncak karena dendam ini. Dari pecundang menjadi pemenang.

Kita pun tentu punya dendam masing-masing, yang menggerakkan perjalanan hidup kita sampai pada saat ini. Ada yang digerakkan oleh dendam negatif. Kisah raja-raja, kudeta berdarah telah menurunkan dendam berkelanjutan sekian turunan. Ada pula yang bisa mengelola perasaan dendam ini menjadi energi positif, mencapai kebaikan-kebaikan, dan akhirnya menyantuni atau mengasihi orang yang pernah menzalimi dia.

Dendam sangat powerfull dalam menggerakkah seseorang. Ia menjadi motif, faktor penggerak. Barangkali inilah yang menjadi alasan (reason) seseorang mengejar apa yang diiinginkan. Faktor dendam, bisa karena merasa pernah disakiti, dilecehkan, dihina, baik oleh seseorang ataupun pada kenyataan sosial.

Saya pribadi, mengejar pencapaian saya juga oleh dendam. Dahulu ketika pertama di Jakarta saya tinggal dengan paman. Beliau seorang pengusaha konveksi. Dunia beliau tentu saja beda dengan saya. Dunia saya adalah dunia mahasiswa. Dunia saya adalah ingin berhasil dalam pendidikan. Beliau ingin saya menjadi pebisnis. Merasa pernah diremehkan di rumah, lalu saya berusaha menjadi orang nomor satu di kampus. Saya buktikan saya bisa menjadi yang terbaik dengan tidak di jalan bisnis. Saya buktikan dengan beberapa kali saya masuk koran dan televisi. Tapi ternyata itu tidak ada artinya bagi paman saya. Saya malah bersumpah, saya tidak akan jadi pedagang! Eh, malah sekarang saya masuk ke dunia ini, heh.he..

Anda pun tentu punya kisah sendiri. Dan akhirnya saatnya pun tiba, kita berhasil meraih capaian kita. Dahsyat sekali energi dendam ini. Bahkan, Pak Roni sendiri pun mengakui kuatnya faktor dendam ini menggerakkan seseorang. Pada suatu makan pagi dengan saya di DT Bandung, Juni 2007, Pak Roni bahkan ingin ada orang yang menghina dia. Dari penghinaan inilah beliau ingin menjadikannya sebagai pembakar untuk mencapai hal yang lebih baik.

Anda tentu punya dendam, saya pun juga. Hampir semua orang juga punya dendam. Lalu, bisakah dendam ini menjadi energi positif yang menggerakkan kita? Mari kita buktikan!

Iklan

3 tanggapan untuk “Dendam sebagai Pemicu Sukses

  1. Rata2rata kita punya denndam! maka jika dendam bisa membuat kita lebih maju maka itulah dendam yang menurut saya bisa diizinkan Allah, tapi jangan sampai kita dendam membuat orang hancur hal itu akan menghancurkan kita juga!

    sukses selalu buat uda!

  2. Selama Dendam untuk memacu diri kita pada perubahan yang positif dan membawa kemaslahatan orang banyak, saya rasa bagus. Dendam tersebut pada akhirnya membawa diri kita untuk menunjukkan bahwa siapapun pasti bisa merubah nasib menjadi lebih baik, selama kita yakin dan keras berusaha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s