Rindu Menulis

Ada kerinduan, setelah sekian hari, sekian minggu tidak menulis—ngeblog lagi. Banyak yang hendak diceritakan, hendak ditulis, tapi hampa ketika berhadapan dengan komputer. Kalau dulu alasannya tidak punya personal komputer, hanya mengandalkan komputer yang ada di kantor. Tapi yang namanya alasan, setelah punya notebook sendiri, malah masih jarang menulis.

Butuh kemauan yang kuat untuk tetap konsisten menulis. Saya saya salut dengan Pak Roni yang bisa konsisten menulis setiap hari, atau Pak Budi Raharjo yang dalam satu hari bisa sekian postingan. Tentu saja, sekelas mereka adalah orang-orang yang sibuk, tapi masih bisa menyempatkan mengetikkan tangan di keyboard komputer, dan mencerahkan dunia.

InsyaAllah, ke depan saya akan produktif lagi menulis. Apalagi tidak beberapa lama lagi, tinggal menghitung hari saya akan punya waktu bebas mengatur diri. Permohonan resign saya dari kantor sudah disetujui. Per tanggal 15 Maret 2008 yang lalu saya resmi mengajukan diri keluar kantor. Sesuai peraturan kantor saya, permohonan resign harus diajukan per 1 bulan sebelum keluar. Nah, perjalanan resign ini ingin saya sharing, paling tidak akan menjadi histori, rekaman jejak langkah saya dalam mencapai cita-cita. Postingan pertama saya menuju full TDA yang saya tulis sebelumnya ingin saya sambung-lanjutkan kembali.

Alhandulillah, tidak lama lagi saya akan menjadi manusia bebas. Punya kebebasan waktu, dan insyaAllah berharap bebas keuangan pula…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s