‘… Kelompok blogger dan hacker yang selalu bertindak negatif adalah pelakunya. Hal ini membuktikan, yang namanya blogger dan hacker Indonesia belum bisa mencerminkan citra positif,’ tegas Roy Suryo kepada detikNET, Kamis 27/3/2008.

Apa pendapat, komentar Anda para penggiat menulis (blogger) melalui media internet? Sudah tentu, beberapa orang blogger yang merasa tertohok oleh pernyataan Roy Suryo (RS) ini menjadi gundah, gelisah dan geram. Tidak tahu, apakah pernyataan RS di atas adalah benar atau “pelintiran wartawan”, maka Riyogarta, seorang blogger menginisiasi mengadakan dialog terbuka dengan RS dalam forum khusus.


Maka, Jumat 11/04/2008 bertempat di kampus Universitas Budi Luhur dan disiarkan langsung (live streaming) oleh Universitas Bina Nusantara berlangsunglah dialog antara blogger dengan Roy Suryo. Dialog yang bertema “Membuat Blogger Positif untuk Indonesia” sempat diprotes oleh Riyogarta sebagai pemrakarsa acara. Sebab awalnya bukan judul ini yang diajukannya, tapi malah usulan tema dari Roy Suryo sebagai undangan yang diterima.

Dengan dimoderatori Abimanyu, acara ini diberi kata sambutan oleh Rektor UBL Prof. Ronny Rahman Nitibaskara, seorang ahli kriminologi. Sebagai seorang ahli kriminologi, beliau bisa memprediksi akhir dari dialog ini, ada 2 kemungkinan:

  1. Roy akan mengakui kalau dia melakukan penyimpangan, kemudian memperbaikinya dengan tidak melakukan penyimpangan;
  2. Roy akan bertahan, dengan segala penyimpangannya, karena sudah terlanjur basah.

Kemudian dialog ini dibuka dengan pernyataan Riyogarta yang menyatakan landasan dialog ini adalah ingin mengkonfirmasi langsung ke RS dengan beberapa pernyataannya yang sering menyinggung para blogger dengan menyatakan blogger adalah negatif. Sebagaimana kita ketahui, RS seringkali menyampaikan pernyataannya yang negatif tentang para blogger, hacker dan praktisi IT di Indonesia.

RS menyatakan bahwa ada bias dalam pernyataannya yang dikutip oleh media massa. Hanya sekilas saja ucapan dia yang dikutip dan menghilangkan bagian lain pernyataannya.

Para insan media adalah penyampai berita. Sudah tentu, agar berita yang diusung oleh medianya bisa menjadi daya tarik buat pembaca, pemilihan judul yang sensasional dan konten berita biasanya hanya mengambil nilai tertentu saja, tidak mungkin semua pernyataan, wawancara akan dimuat dalam konten yang terbatas.

Ketika sesi tanya-jawab dibuka oleh moderator, langsung saya mengacungkan tangan meminta kesempatan bicara. Saya nyatakan, saya mengapresiasi atas keberanian RS datang pada forum terbuka ini. Dan saya akui bahwa, RS ahli dalam berkomunikasi. Dengan ratusan massa yang mengunjungi dialog ini, saya pikir beliau akan dihakimi. Tapi itulah jagonya dia, malah tepukan tangan yang dia dapatkan. Dapat massa juga dia rupanya.

Mengenai pernyataan RS bahwa ucapannya dipelintir oleh wartawan, saya nyatakan bahwa RS rupanya punya mainan baru lagi. Setelah sebelumnya berkonfrontir dengan para blogger dan hacker, sekarang malah dengan wartawan. Saya pikir, untuk sekelas Detik dan Kompas (yang memuat pernyataan RS), dengan track record yang lama dalam media tentu mereka tidak akan mau main-main dengan isi berita. Sebab, kalau salah yang disampaikan ini akan mempengaruhi kredibilitas mereka.

Boleh saja RS menyatakan bahwa pernyataan dia yang benar adalah “ada beberapa blogger” yang bertindak negatif yang diucapkannya.Tapi kalau kita compare dengan pernyataan beliau yang saya kutip di atas, sangatlah berbeda. Tertulis jelas, “Kelompok blogger dan hacker“, ini sudah bicara komunitas, kelompok, dan mengeneralisir blogger, bukan lagi bicara individual-individual.

Belum lagi pada penggunaan istilah bahasa, para orang IT tentu sudah paham apa arti istilah hacker. Hacker tidaklah pernah membuat kerusakan, hanya sekedar mengingatkan dan malah menjadi partner pada beberapa orang untuk menguji kehandalan sistem atau software yang mereka buat. Barangkali maksudnya RS adalah cracker yang melakukan pengrusakan pada beberapa website. Tapi, ya… masa’ RS ‘nggak tahu apa arti dan perbedaan hacker dengan cracker.

Pada kesempatan bicara ini, saya melanjutkan dengan menyarankan RS agar menulis. Sebab, pada khasanah intelektual dunia, itu diwariskan dalam bentuk tulisan. Selama ini, barangkali saya kurang baca saya tidak menemukan tulisan-tulisan RS baik dalam bentuk buku, koran ataupun blog. Supaya pernyataannya jangan dianggap lagi dipelintir oleh media, hendaknya RS menuliskan pikiran-pikirannya itu dalam tulisan atau di blog. Dengan adanya tulisan-tulisan ini, orang bisa membaca siapa itu Roy Suryo. Sehingga ketika ada hal yang kontroversial, orang tinggal membaca atau sudah mengerti siapa dia dari tulisan-tulisannya.

Riyogarta sepakat dengan pernyataan saya, dan malahan beliau menawarkan domain gratis untuk Roy Suryo dan menantang untuk ‘ngeblok. Silahkan diisi dan tulislah. Jika RS menyatakan blogger negatif, dan menyarakan para blogger ini bisa menjadi positif maka dia harus bisa memberi contoh bagaimana menjadi blogger yang positif.

Tapi… Roy Suryo menolak. Beliau menyatakan tiap orang punya alasan untuk berkomunikasi. Setiap orang punya pilihan layer apa yang dipilih. RS tidak memilih dalam bentuk blog atau tulisan.

Akhir acara ini tidak ada kesepakan yang dibuat, atau konklusi konkrit yang didapat. Acara berakhir dengan tanda-tanya, apa sih motif Roy Suryo dengan pernyataan-pernyataannya dan kebenarannya. Sebab setiap jawaban dan pernyataan yang disampaikan Roy Suryo pada sesi ini selalu saja panjang lebar dan bias dari fokus masalah.

Iklan

9 tanggapan untuk “Dialog Blogger dengan Roy Suryo

  1. I knew that whoever came to the battle they will prepared only to win. whatever it cost. :))

    jadi pasti masing2 punya trik. dan terbukti trik2 mereka menarik dan cerdik. bung Roy Cerdik, dengan kemampuannya membangun opini.

    bung Riyogartapun cerdik, dengan beberapa move dia.

    hasil yang tanpa hasil sudah saya duga dari awal. dan sudah saya utarakan pada pembukaan. tapi setidaknya semua mendapat manfaat dari acara tsb, setidaknya lebih mengetahui apa dan siapa dari tiap2 orang.

  2. “Roy Suryo menolak. Beliau menyatakan tiap orang punya alasan untuk berkomunikasi. Setiap orang punya pilihan layer apa yang dipilih. RS tidak memilih dalam bentuk blog atau tulisan.”
    — RS ini kan separuh Selebritis, separuhnya lagi Praktisi (termasuk dosen)..dia ga bakalan punya waktu untuk bagi-bagi ilmu secara gratis !!

    Kalo mbah saya “ONNO” memang betul2 praktisi IT yang bener2 mengamalkan ilmunya utk orang banyak.

  3. Hwakakakak…
    Roy itu orangnya mah, tendensius untuk jadi Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) gitu.

    Kan bentar lagi ada Pemilu 2009, jadi dia sengaja cari perhatian lah, biar sering diliput media masa.

    Kalo mau sepakat sih, yaa semua media diem aja dengan ulah si Roy itu, entar dia kan cape’ sendiri, ya nggak… 😉

    Kan di negara ini banyak orang yang lebih pandai dari si Roy, betul nggak? Oleh karena itu, agar namanya selalu didengar, maka dia sengaja bikin ulah kontroversial, biar kesannya pinter gitu… 🙂 padahal kan ilmunya juga terlalu umum.

    Salam Blogger Ceria,
    Wuryanano

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s