Pagi ini saya menyaksikan di televisi, seorang anak kecil Palestina terkapar buta. Mukanya hancur dan matanya tak bisa melihat lagi. Israel menjatuhkan bom ke tempat tinggalnya, bom yang mengandung cairan kimia. Asapnya pekat dan membakar daging, malah sampai ke tulang. MasyaAllah, kemana warga dunia? Kemana PBB, Amerika yang mengaku pejuang HAM? Kemana negara-negara Arab?

Pada tayangan lainnya, satu ambulan penuh mayat bergerak cepat membelah kota yang hancur. Ada para ibu, ayah yang menangis histeris menyaksikan ananda tercinta tergeletak tak bernyawa. Ada jejeran anak-anak lugu yang berbungkus kain kafan, dan ada lagi yang belum. Asap hitam pekat dan putih membumbung dari kota yang luluh-lantak. Tak ada lagi tempat yang aman, rumah, sekolah, mesjid jadi sasaran bom peluru kendali. Tak cukup rasanya, sekedar air mata saja kita berikan ke Palestina.

Per hari ini (13-01) sudah 920 lebih warga Gaza tewas. Setiap menonton TV, hanyalah mendapatkan kabar setiap hari puluhan dan ratusan orang yang tewas. Hari demi hari, hanyalah menghitung jumlah orang yang mati.

Tak habis pikir, sekolah PBB, rumah sakit, ambulan, dan wartawan pun diserang. Dari TV saya menyaksikan seorang wartawan Televisi yang sedang meliput, ditembak berkali-kali. Setelah terkapar, sang wartawan mengangkat tangannya—mungki tanda menyerah atau minta ampun, tapi ditembak lagi berkali-kali sampai tak bisa bergerak lagi.

Seluruh dunia bersatu-padu mengutuk agresi Israel atas tanah Palestina. Mereka tak lagi memandang agama dan bangsa. Persoalan Palestina adalah persoalan kemanusiaan. Seluruh warga dunia bersimpati, tapi kenapa pemerintahannya masing-masing banyak yang membisu?

Sudah jelas, apa yang dilakukan Israel sekarang ini adalah holocaust. Basmi habis warga Palestina demi pembentukan Israel Raya yang terbentang dari Mesir sampai Irak. Maka, pembantaian tak berkemanusiaan harus dilakukan terhadap warga Palestina. Bisa kita lihat, sasaran agresi adalah para anak-anak dan wanita. Karena merekalah penerus generasi Palestina. Setelah wanita terbunuh dan tak lagi menghasilkan anak, setelah anak-anak habis, maka siapakah lagi yang akan meneruskan generasi Palestina?

Aah… Kok bisa ya, negara-negara pengusung HAM bisa berdiam diri melihat kekejaman ini? Rumah sipil, wanita dan anak-anak dibantai, sekolah PBB tempat berlindung diroket, rumah sakit dibom, ambulan diserang, wartawan diberondong peluru. Tempat-tempat terlarang dan dilindungi oleh hukum internasional….

Untuk melawan sedikit pejuang Hamas, Israel mengerahkan seluruh angkatan perang dan puluhan ribu tentara. Menjatuhkan bom-bom kimia berbahaya. Apakah yang terjadi…..?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s