crack-glass-bird-mdSekali retak, kalau tak hancur sulit untuk kembali.

Alam terkembang jadi guru. Pengalaman memberikan pelajaran yang terbaik, penuh hikmah. Menjaga kaca haruslah penuh kehati-hatian. Sekali retak, maka sulit untuk kembali seperti semula. Hanyalah menghitung waktu akan datangnya kehancuran. Apalagi kalau sudah berderai, sulit untuk mengumpulkan yang terserak, membentuk rupa seperti semula. Kalau pun bisa merangkai, seperti puzzle yang terbentuk, tetap saja tampak ketidak-utuhan.

Sekarang ini zamannya orang jualan “kecap”. Mengaku, “kecap gue yang yang nomor satu!” Obral janji, cari data, cara fakta, cari kesalahan orang lain. Semua mengaku diri, kelompok, organisasi dan partainya yang terbaik. “Pilih saya, pilih kami!”

Perlu kecerdasan otak dan kecerdasan nurani untuk menilai. Walau seperti sirup yang dihidangkan, barangkali racun yang terpendam. Kemasan boleh cantik, tapi isi lebih penting. “Kubak kulik, tampak isi”, demikian orang Minang katakan. Ketika dukupas kulitnya, maka tampaklah isinya. Teliti sebelum membeli. Jangan terayu pada pandang mata, jangan terbuai oleh suara. Ada skenario di balik panggung.

Sejarah adalah adalah jejak-rekam dari pengalaman. Belajarlah dari masa lalu, lalu bersiaplah untuk masa depan. Pandang jauh dilayangkan, pandang dekat ditukikkan. Jangan silau oleh pandang jauh, lubang di hadapan siap menjerumuskan. Jangan khusuk pada langkah kaki, tapi ranting menghantam dahi, singa di kejauhan siap menerkam tak disadari.

Mereka boleh saja jual citra, seperti tukang obat cuap-cuap suara. Awas, teliti dulu sebelum membeli. Pelajari program, teliti masa lalu, pelajari jejak-rekam sejarahnya. Jangan terpukau oleh janji-janji yang mengatasnamakan rakyat. Sekali mereka terhantarkan ke atas panggung, berjoget dia lupa pada massa. Cerita dan peran tunduk pada skenario, bukan pada selera penonton.

Ini pesta 5 tahunan, ataukah keprihatinan? Sekali salah memilih, maka menyesallah selamanya.

Hayo bung, ayo mbak, ayo kak, ayo bapak-ibu. Pilihlah yang terbaik. Kalau gelas sudah retak, jangan dipakai untuk minum kembali.

Iklan

Satu tanggapan untuk “Sekali Retak Sulit Utuh Kembali

  1. Wah bagus juga nih postingannya,
    memang betul zaman sekarang sudah retak kena gempa, bukan retak tanah dan inspratrukturnya aja, orang-orang nya juga sekarang ini banyak yang retak tatakrama…

    trim’s

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s