Ramadan hari ke-20. Masih saja masjid ini penuh dengan para jamaah.

Membandingkan dengan di tempat lain. Memasuki minggu ketiga, adalah seperti masa babak final dalam pertandingan. Jika minggu pertama adalah babak penyisihan, minggu kedua adalah perempat final. Jika sebelumnya shalat jamaah atau malam tarawih jamaah melimpah sampai keluar masjid. Tenda dan karpet atau tikar dikeluarkan untuk jamaah yang penuh sampai di jalan. Lalu, seiring waktu tikar pun digulung, dan tenda pun dibongkar lagi.

Memasuki minggu ketiga, masjid ini jamaahnya masih tetap sama tak banyak yang berubah. Masjid masih penuh dan jamaah sampai keluar—baik oleh para santri, penduduk sekitar ataupun jamaah yang datang dari jauh. Apalagi esok sudah mulai masuk ke hari sepuluh terakhir Ramadhan. Jamaah baru yang meniatkan iktikaf (bermalam dan mengisi kegiatan ibadah di masjid) akan semakin banyak. Program pesantren khusus iktikaf ramadhan sudah dibuka dan akan dimulai.

Ada terasa yang berbeda semenjak awal Ramadan kami telah mengisi hari-hari di tempat ini. Setiap hari diisi dengan kegiatan dalam rangka memperbaiki diri. Ingin menjadi manusia baru, mengevaluasi dan mereprograming perjalanan hidup ini. Alhamdulillah, dari pagi sampai ke pagi berikutnya diisi dengan kegiatan ibadah.

Betapa hidup masjid dan lingkungan disini. Selesai subuh, ada ceramah dilanjutkan dengan membaca Alquran masing-masing. Shalat berjamaah selalu penuh dan bacaan imam terasa enak dinikmati dalam ritme yang tidak terburu-buru.

Ibadah tarawih diisi dengan penceramah yang berkualitas dan berganti-ganti. Shalat tarawih betapa nikmat sekali, dengan alunan bacaan imam yang masih muda yang hafidz Alquran. Bacaanya begitu bersih dengan irama yang indah. Tidak seperti kebanyakan masjid, imam membaca ayat-ayat seperti orang yang mengejar sesuatu. Dan kitapun shalat tarawih seperti senam kesehatan jasmani saja.

Suasana di kota santri, terasa nikmat sekali.

Sebelum berbuka, ada kegiatan membaca Alquran sebanyak 1 juz. Lalu berbuka bersama. Shalat magrib berjamaah. Isya masjid penuh, jika terlambat datang alamat akan dapat tempat di luar. Setelah ceramah lalu dilanjutkan dengan shalat tarawih dan witir. Jam 2 dini hari diisi dengan shalat malam dengan bacaan 1 juz juga.

Semua seakan berlomba dalam beribadah dan mencari kebaikan. Betapa lingkungan terasa memacu diri pula. “Barang siapa berteman dengan tukang minyak wangi, maka akan terkena wangi pula….”, demikian disampaikan Baginda Muhammad SAW.

Setiap hari, hampir tanpa sentuhan radio, jauh dari televisi, apalagi internet terasa ada yang berbeda dengan diri. Kita tidak lagi disibukkan, atau diintervensi oleh hal-hal yang di luar sana. Untuk sementara, dunia luar seakan jauh sekali. Serasa lebih jernih meneropong ke dalam diri.

Waktu terasa singkat. Tak terasa sudah memasuki minggu ketiga puasa. Waktu berjalan dengan membawa perubahan. “Barang siapa hari ini masih sama dengan kemarin, maka merugilah dia”, sabda Rasulullah SAW.

Para sahabat, waktu yang berlalu tak lagi bisa kita beli. Kata Imam Al-Ghazali, “Apa yang paling jauh? Yaitu waktu yang telah berlalu. Apa yang paling dekat? Yaitu maut atau kematian.” Waktu tidak menunggu orang yang termangu, ajal tidak pilih sapa pada orang. Tidak tahu kapan masa akan berakhir. Umur semakin bertambah, hakikatnya ajal semakin dekat. Entah esok atau sedetik lagi kita tidak tahu.

Ramadhan akan segera berlalu. Para sahabat, mari kita isi 10 hari terakhir Ramadhan dengan mengumpulkan sebanyaknya amal. Mari kita penuhi masjid-masjid dengan kegiatan iktikaf. “Puasa itu untuk-Ku. Dan Aku pula yang akan membalasnya langsung!”, demikian firman Allah SWT. Berbeda dengan ibadah yang lain, puasa adalah bukti spesial cinta seorang hamba dengan Tuhannya. Mari kita tunjukkan cinta, dan mengharapkan Ridha-nya.

Semoga nanti di hari yang fitri kita mendapatkan kemenangan. Dan ketakwaan pun kita dapatkan.

Daarut Tauhid, Bandung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s