Cinta tapi Dusta – Dan Ramadan pun Berlalu

Hujan deras yang turun di ujung petang menutup program i`tikaf petang kemarin. Selesai sudah program pesantren di Daarut Tauhid. Langit entah duka, atau gembira menutup petang terqkhir ini.

Petang perlahan menghilang. Gerimis menjemput senja.

Selesai magrib, menuju isya satu per satu mulai berdatangan. Jamaah masjid sudah mulai berkurang. Entah karena hujan atau memang sudah banyak yang pulang kamping.

Berakhir sudah program pesantren i’tikaf di Daarut Tauhid selama 10 hari. Tapi semenjak awal Ramadan, kami–saya dan istri sudah hadir di komplek pesantren ini. Kami kos selama sebulan. Alhamdulillah Allah sudah beri kesempatan kepada kami untuk menikmati jamuan Allah dan mmperbaiki diri.

Tarawih terakhir masih dipenuhi jamaah walau tak seramai biasa. Para santri sudah pada pulang kampung. Tarawih terakhir terasa berbeda dan penuh duka di dada. Ya Allah, ini tarawih terakhir dan tidak tahu apakah masih ada umur untuk tahun depan.

Berbeda dengan ibadah lain, seperti shalat, haji, sedekah dll hakikatnya untuk diri sendiri. Allah berfirman, “Puasa itu untuk Aku. Dan aku sendiri yang akan membalasnya.” Banyak rahasia Allah tersimpan di bulan ini.

Tapi ya Allah, serasa tak sempurna aku mempersembahkan ibadah puasa ini. Ingin mempersembahkan yang terbaik untuk Allah tapi tak sempurna aku mencintai-Mu. Hati–jiwa ini berselingkuh dengan maksiat dalam Cinta kepada-Mu.

Gerimis semakin deras di luar masjid. Segerimis di luar, demikian juga di hati ini. Sedemikian besar cinta Allah pada hamba, tapi tak sebanding cinta dan persembahanku pada-Mu.

Wahai Allah, terbuat dari apakah hati ini? Begitu lemah aku dalam menggapai-Mu.

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fuanni. Wahai Allah Engkau Maha Pengampun dan suka mengampuni, maka ampunilah aku ya Allah.

Shalat isrok di pagi terakhir ramadan ini, tersungkur aku dalam memohon maaf dan ampun pada-Mu ya Allah. Badai di dada ini bergejolak perlu dikeluarkan. “Terimalah ibadah hamba ya Allah. Walau tak sempurna persembahanku padamu, semoga Engkau mau memaafkan dan mengampuniku.”

Terimakasih Ya Allah, Engkau sudah beri kesempatan dan kelapangan untuk kami dalam mendalami cinta kepada-Mu. Semoga Engkau masih memberi kesempatan umur pada kami di tahun depan. Aku ingin terus memperbaiki diri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s