Sudah beberapa hari ini cuaca di Jakarta sangat cerah. Saking cerahnya, malah menggerahkan di siangnya. Serasa lupa, beberapa waktu belakangan hujan telah mengguyur dan mengakibatkan banjir di beberapa tempat. Begitu selesai hujan, kemacetan membabi-buta membuat stress penduduk Jakarta yang akhirnya menimbulkan caci-maki kepada pengelola Jakarta, yang telah memproklamasikan Jakarta harus diserahkan kepada ahlinya.

Setelah hujan beberapa lama, begitu saja hari yang cerah dan panas datang menyapa.

Kita tidak tahu selanjutnya, apakah panas dan cerah beberapa hari terakhir ini juga akan berakhir dengan munculnya hujan tiba-tiba. Bisa jadi siang nanti, atau malam hujan kembali mengguyur bumi Jakarta—dan Indonesia pada umumnya. Dan…. seperti panas setahun, hilang dalam hujan sehari, kita bisa jadi lupa apa yang telah kita alami sebelumnya.

Alam punya hukum dan jalannya sendiri. Bisa saja kita mengeluh, protes atau stress dengan keadaan lingkungan kita. Motor atau mobil yang sudah dicuci kinclong, tiba-tiba begitu saja diciprati lumpur dan kotor kembali. Jalanan yang sudah macet, semakin macet dan dipenuhi oleh genangan air.

Banyak rencana-rencana yang bisa jadi tertunda, berantakan atau batal. Keluhan dan stress mungkin saja terjadi. Tapi alam punya cara dan kemauannya sendiri.

Apa hal atau hikmah yang bisa kita ambil dalam kejadian ini?

Apakah kita akan larut atau terpengaruh oleh keadaan atau lingkungan kita? Pada perubahan yang cepat, pada posisi mana kita harus bersikap?

Mungkin kita tidak bisa mengubah atau mengontrol alam dan lingkungan kita. Tapi, kita bisa mengontrol atau mengubah pikiran dan diri kita sendiri. Banyak persoalan, dan masalah yang terjadi di sekeliling kita. Jika kita tidak bisa mengubahnya, paling tidak kita bisa merubah cara dan sudut pandang kita (perspektif) terhadap objek tersebut.

Jadi, apakah lingkungan yang akan mengubah diri kita? Atau kita yang harus berubah, dan bisa jadi nanti dari diri kita yang akan mengubah lingkungan kita.

Kita bisa memulai dengan perubahan-perubahan kedisplinan, menjaga kebersihan, berhemat air, tidak membabat hutan semena-mena, tidak merusak dan menguras alam. Pada akhirnya nanti, alam yang sengsara, akan kembali kepada keramahannya semula. Dan, banjir, longsor, badai, dan bencana tidak akan terjadi lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s