How to Achieve What You Want?

Dalam sebuah sesi training The Pattern of Excellent Adam Khoo, para peserta ditujukkan bagaimana menggunakan kekuatan pikiran. Adam mendemonstrasikan bagaimana ia memecahkan 2 lapis papan. Ia mengambil posisi kuda-kuda, mengatur napas dan berkonsentrasi pada 2 bilah papan yang dipegang oleh seorang partner di depannya.

Melihat dari kuda-kuda, gerakan atau gesture tubuhnya saya yakin dia bukanlah seorang yang ahli dalam beladiri. Setelah 2 kali napas gerakan pendahuluan pada hitungan ketiga Adam melepaskan sebuah pukulan tepat ke tengah bilah papan, brakk!!! 2 lapis papan pun terbelah!

Kemudiah para peserta diberi kesempatan untuk mempraktekkannya, termasuk saya.

Seorang teman memegang 2 lapis papan. Pada papan pertama yang menghadap ke saya, ditulis apa-apa saja ketakutan dan perasaan negatif yang ingin saya hancurkan.

Saya lalu mengambil posisi, berkonsentrasi pada 2 bilah papan yang akan saya pecahkan. Dalam pikiran saya membayangkan kedua belah papan itu akan terbelah dengan satu kali hantaman. Saya begitu percaya diri, apalagi dahulu saya pernah latihan beladiri Jiu Jitsu.

Setelah dua kali helaan napas yang panjang dan berat, lalu saya meluncurkan sebuah hantaman telapak tangan kanan ke papan, huuaah!!!

Dalam bayangan saya kedua lapis papan itu akan terbelah. Malahan saya sampai memanggil seorang tukang foto yang bertugas di training itu untuk mengabadikan momen kemenangan, momen keberhasilan saya.

Lalu, apa yang terjadi saudara-saudara? Huh! Papan bukannya pecah, malahan saya yang meringis kesakitan, tangan jadi panas karena benturan dengan papan.

What’s wrong?! Apa yang salah?! Saya begitu tidak percaya kenyataan ini.

Saya begitu malunya. Kepercayaan diri saya terguncang. Saya tak habis pikir, bagaimana mungkin saya gagal memecahkan papan ini….?

Barangkali saya kurang konsentrasi, atau gerakannnya tidak tepat. Okelah, saya akan mengulangi sekali lagi.

Setelah mengurut telapak tangan, kemudian saya mengulang sekali lagi. Saya berkonsentrasi lagi, mengestimasi jarak, mengatur posisi. Melakukan beberapa kali gerakan pendahuluan ke arah papan. Lalu pada hitungan ketiga saya menghantamkan telapak tangan. Dengan sebuah teriakan, hantaman tangan saya meluncur deras ke arah papan.

Lalu, kembali saya gagal. Papan bukannya pecah, malahan telapak tangan saya semakin panas dan sakit.

Banyak mata yang melihat kegagalan saya ini. Bagaimana mungkin saya bisa gagal? Beberapa peserta yang lain berhasil memecahkan papan. Bahkan ada peserta perempuan yang bisa (tentu saja jumlah papannya tidak 2 lapis, cukup 1 saja). Saya kok tidak bisa?

Kejadian ini begitu meruntuhkan kepercayaan diri saya. Mental saya jatuh, saya gagal tidak bisa mendapatkan apa yang saya inginkan. Kok bisa? Padahal, kalau kita benar-benar menginginkan apa yang kita bayangkan maka kita pasti mendapatkannya. Saya kan sudah belajar tentang the power of mind, dengan kekuatan pikiran kita bisa mencapai goal kita. Apalagi saya merasa tubuh saya mantap, saya pernah belajar beladiri.

Mental saya jatuh, saya takut mencoba lagi. Sudah dua kali gagal, saya tidak mau gagal lagi. Saya tidak bisa menerima kegagalan lagi.

Tapi kalau saya mundur, memori saya akan terus selamanya menyimpan kegagalan ini. Kesadaran saya selamanya akan terus menyabotase saya ketika suatu saat nanti saya melakukan sebuah tantangan lain. Kesadaran saya telah mencap, saya pernah gagal.

Kalau begini terus, ini tidak baik buat saya. Kalau saya gagal dan tidak berhasil, maka selamanya saya akan takut memulai. Saya harus melakukannya. Saya harus bisa memecahkan ketakutan saya. Jika orang lain bisa, maka saya pun pasti bisa! I can do it!

Setelah mengurut tangan saya yang semakin panas, saya meminta teman untuk mengulang lagi. Saya harus bisa, saya pasti bisa, saya pasti bisa!

Saya mengatur strategi yang baru, mengevaluasi gerakan dan cara saya sebelumnya. Saya mulai mengatur posisi dan melakukan beberapa kali gerakan simulasi.

Saya berkonsentrasi, fokus, fokus. Saya begitu bergejolak dan penuh dengan emosi. Saya mengatur napas. Membayangkan hantaman tangan saya meluncur dengan penuh tenaga, menghantam papan dan memecahkannya.

Satu kali helaaan napas yang dalam dan berat, dua kali, tiga kali. Lalu, pada hitungan ketiga, haa..!!!! Saya menghantamkan tangan saya tepat ke tengah papa, lalu…. Brak!!! Papan pun terbelah dua.

Yes! Saya bisa melakukannya. Saya berhasil menaklukkan ketakutan saya! Kepercayaan diri saya pulih seketika!

Pelajaran yang saya dapat dari pengalaman ini adalah, ketika kita fokus dan benar-benar menginginkan sesuatu maka kita pasti akan menang! Kekuatan pikiran begitu dahsyat! Pada sesi yang lain, seorang peserta bisa menahan beban orang yang menindih perutnya. Dengan posisi tidur, ujung kepala dan kaki pada kedua ujung kursi, dia tidur dan tanpa penyangga di badan. Dia bisa menahan, dan punya kekuatan seperti baja. Tidak ada yang tidak mungkin.

Tapi persoalannya, tidak selesai dengan hanya kekuatan pikiran belaka. Banyak orang percaya, hanya dengan kekuatan pikiran, kita bisa mendapatkan apapun yang kita inginkan. Ini juga persoalan strategi, bagaimana kita mencapai apa yang kita inginkan, goal kita.

Saya membuktikan, ketika kita gagal mencapai goal kita. Kita harus merubah strategi kita. Pengalaman ini memberikan saya pelajaran ril. Bahwa tidak cukup dengan kekuatan pikiran, niat dan tekad semata. Ketika kita gagal, berarti ada yang salah dalam strategi. Tidak ada kata gagal, yang ada hanya umpan balik, again, again! Sampai kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Kita harus mendapatkan how untuk mencapainya. Setiap kegagalan adalah umpan balik.

Boleh saja saya begitu percaya diri karena saya dulu seorang praktisi beladiri. Tapi itu sudah lama. Long-long time ago. Sudah berapa lama saya tidak latihan lagi? Terus, perlu diingat saya dulu belajar Jiu Jitsu, beladiri khusus untuk untuk mempertahankan diri, defense! Jiu Jitsu tidak seperti Karate yang banyak belajar menyerang (offense).

Ada yang salah dengan gerakan saya. Pengaturan badan saya tidak tepat. Harmonisasi pikiran dan badang kurang tepat. Ini bukan semata tentang kekuatan pikiran, tapi juga strategi!

Semoga terinspirasi, Kawan. Wassalam.

2 pemikiran pada “How to Achieve What You Want?

  1. Wah, ternyata Pak Syam blogger juga. Saya juga punya blog di http://www.heryazwan.wordpress.com. Saya juga punya pengalaman yang sama dengan Pak Syam. Saya begitu percaya diri karena pernah belajar silat dan kungfu waktu masih SMP dan SMA. Tapi setelah 3 kali pukul ternyata tidak pecah juga. Tangan saya sudah merah lebam. Saya hampir putus asa. Untunglah Adam Khoo yang langsung turun tangan menyemangati saya. Akhirnya saya pukul2 dada saya untuk mendatangkan energi dan saya fokus ke papan sehingga akhirnya pecahlah papan tersebut. Dari sini saya belajar agar jangan menyerah sebelum tujuan tercapai…..Awesome….Senang bisa berteman dengan Pak Syam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s