Ada yang berbeda pada subuh akhir Ramadhan kali ini. Selesai shalat berjamaah di Masjid, kami berdoa dan dilanjutkan dengan ceramah ba’da subuh. Tiada takbir pagi ini dan kami memutuskan berhari raya esoknya sesuai tanggal Masehi 31 Agustus 2011.

Sambil berzikir dan berdoa, di kejauhan terdengar kumandang takbir dan takmid menyambut hari raya dari masjid lain. Kumandang takbir dan tahmid yang tidak kompak ini menyedihkan hatiku. Ya, sekali lagi umat Islam Indonesia berbeda dalam penentuan berhari raya Idul Fitri.

Menyambung hasil keputusan ormas-ormas Islam semalam yang ditetapkan oleh pemerintah, beragam diskusi, debat, kritik dan protes masyarakat terjadi. Ada yang menerima ada pula yang tidak.

Ormas Muhammadiyah memutuskan hari raya jatuh pada hari Selasa, 30 Agustus 2011. Sementara ketetapan pemerintah berdasarkan keputusan banyak ormas Islam lainnya jatuh pada Rabu, 31 Agustus. Keputusan yang terlambat dibacakan membuat masyarakat bingung karena lama menunggu hasilnya. Beberapa masjid di Sumatera terlambat menyelenggarakan shalat Isya, karena masih menunggu keputusan pemerintah lalu apakah akan menyelenggarakan shalat Tarawih atau tidak. Dan bagian Tengah dan Timur Indonesia sudah tidak menyelenggarakan tarawih lagi. Sementara yang tidak ikut pemerintah sudah duluan menyampaikan takbir setelah shalat Isya.

Perbedaan keputusan dalam menentukan hari raya kali adalah karena metoda yang digunakan berbeda. Muhammadiyah menggunakan metodak Hisab, dimana berdasarkan keyakinan jatuhnya bulan sudah bisa ditentukan berdasarkan perhitungan tertentu. Sementara keputusan ormas-ormas Islam, Majelis Ulama berdasarkan gabungan metoda hisab, dan Rukyat, yaitu melihat dengan pandangan mata ke posisi bulan di langit.

Hasil perbedaan ini akibatnya menimbulkan kebingungan di masyarakat. Akibatnya, hari Selasa 30 Agustus ada yang sudah berhari raya dan ada pula yang masih berpuasa.

Perbedaan ini tidak akan terjadi jika ada satu suara keputusan di masyarakat atau negara. Di beberapa negara tetanggga hari raya Idul Fitri sudah jatuh pada hari Selasa 30-08. Disana tidak ada perbedaan pendapat, karena adanya satu badan yang dipercayakan membuat keputusan tertinggi masalah ini. Dan semua masyarakat patuh pada keputusannya!

Berbeda dengan di Indonesia, masing-masing kelompok punya pendapat sendiri. Permasalahan ini terjadi karena ada ormas yang sudah membuat keputusan atau pengumuman jauh hari sebelum jatuhnya hari raya, sementara pemerintah belum memutuskan. Sehingga, dalam pemikiran masyarakat hari raya sudah pasti waktunya dan bersiap menghadapinya. Ketika pemerintah menetapkan hari yang berbeda, maka berhadapanlah dengan masyarakat banyak.

Ya inilah persoalan negara demokrasi, Indonesia bukan negara Islam atau tidak adanya kesepahaman bersama untuk menyerahkan hal ini kepada negara atau lembaga otoritas.

Ke depan kita berharap persoalan ini tidak terjadi lagi dan menjadi pelajaran berharga. Jika MUI adalah perwakilan dari hampir semua ormas Islam dan ulama, seharusnya persoalan ini diserahkan kepada MUI atau pemerintah untuk memutuskannya.

Tapi yang jelas, apapun keputusan berhari raya yang Anda buat. Saya tidak berhak untuk menyatakan pendapat saya yang paling benar dan menyalahkan Anda. Saya tidak punya kapasitas dan otoritas untuk menyatakan kebenaran.

Kapan pun kalian berhari raya, namun kalian tetap sahabat dan saudaraku. Yang penting, apakah dengan berpuasa kita telah mendapatkan ampunan dan kemenangan? Jangan sampai karena memperdebatkan masalah hari raya, hilang sudah amal kita selama berpuasa!

Tidak penting bagi saya kapan kalian berhari raya. Mau ikut NU, Muhammadiyah atau Pemerintah, itu tanggungjawab masing-masing. Yang penting bagi saya, apakah kita masih bisa bersalaman dengan penuh senyum ketulusan? Yang penting apakah masjid dan surau kita akankah tetap penuh seperti bulan puasa?

Iklan

Satu tanggapan untuk “Kapan pun Berhari Raya, Kita tetap Bersaudara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s