Kreatif dan Produktif dalam Keterbatasan

Agak lama, tercenung ketika saya mengunjungi blog sendiri. Saya perhatikan, hampir 2 bulan saya tidak menulis. Ibarat rumah, halaman blog saya sendiri lama tak dikunjungi dan berisi tulisan. Sudah hampir 2 bulan, belum ada tulisan terbaru yang diisi.

Padahal, hampir tiap hari dan hampir seharian saya berada di depan komputer. Tangan berada di depan keyboar dan mouse, tapi kerjaanya lebih banyak baca! Ketika fasilitas sudah tersedia, bukannya menjadikan diri lebih produktif tapi malah pasif!

Sesuatu yang berbeda ketika dahulu zaman mahasiswa dan terbatas. Ketika belum punya dan jarang ketemu komputer. Setiap sempat saya selalu menulis, ya itu di buku, kertas, dan ketika ketemu dengan komputer lalu menyalin dan mengembangkannya. Kemana pun pergi–bahkan sampai sekarang, di kantong baju saya selalu terselip lipatan kertas dan pulpen. Tidak heran, di meja kamar saya akhirnya penuh dengan tumpukan-tumpukan kertas yang berisi catatan apa yang teringat, atau terlintas inspirasi di perjalanan.

Saya ingat, ketika di kampus saya punya akses ke ruangan redaksi majalah kampus. Hampir setiap sempat saya masuk kesana, memindahkan dan mengembangkan coretan-coretan di kertas ke komputer Macintosh. Setiap terbit majalah bulanan kampus, tulisan saya keluar dan punya penggemar tersendiri. Satu dua tulisan saya terbit per edisinya, dan dapat honor yang darinya lumayan menyambung nafas sebagai anak muda yang ngekost.

Ide dan pikiran keluar begitu saja, begitu jemari saya sudah berada di atas keyboard. Saya menulis tanpa konsep, dan mengalir saja seperti air yang tak akan berhenti sebelum kering.

Berbeda dengan sekarang, setiap ada ide begitu susah dieksekusi menjadi tulisan. Pernah, sudah begitu membuncah ide di kepala dan begitu sampai di depan komputer kok jadi begitu sulit untuk dicurahkan?

Dahulu begitu produktif saya menulis, dalam kondisi keterbatasn. Sekarang, ketika fasilitas telah ada kok malah jadi kontra produktif? Padahal hampir setiap hari berada di depan komputer. Seharusnya dengan tersedianya fasilitas semakin produktif pula menulis.

Ternyata, fasilitas atau sarana tidaklah menjamin seseorang menjadi  produktif. Hampir sama dengan bisnis, banyak yang mengeluh betapa modal adalah persoalan mendasar bagi mereka untuk memulai bisnis dan menjadi pengusaha. Toh, kita bisa melihat banyak anak-anak orang kaya yang semua ada malahan mereka tidak menjadi apa-apa dan malahan menghabiskan harta saja.

Banyak juga kita melihat dan membuktikan, di tengah keterbatasan malah memicu kreatifitas dan produktifitas seseorang. Dari keterbatasan itulah mereka menjadi maju.

Akhirnya saya menyimpulkan, bukanlah faktor eksternal yang menggerakkan seseorang. Tapi faktor internallah yang menyebabkan perubahan. Jika ingin berubah dan maju, tanyalah pada dirimu: Apakah sesungguhnya kamu benar-benar ingin maju?

2 pemikiran pada “Kreatif dan Produktif dalam Keterbatasan

  1. Iya, saya ingin maju. Benar, faktor internal yang menjadi faktor utama kita bisa menjadi maju. Faktor fasilitas, seperti laptop dan sambungan internet, itu alat netral, bisa untuk meningkatkan produktifitas menulis atau bisa juga hanya sarana untuk bermain games online dan fb an for fun. Yang faktor terakhir ini, daya tarik nya lebih besar, dari daya tarik untuk memanfaatkan nya untuk menulis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s