Beberapa hari yang lalu, di rumah kami ada acara kumpul-kumpul ibu mertua dengan teman-teman semasa sekolahnya dulu di PGA (Pendidikan Guru Agama) di Payakumbuh. Ibu mertua yang baru datang liburan dari kampung, ingin reunian dengan teman-teman sekolahnya dulu yang saat ini berada di Jakarta dan sekitarnya.

Bapak-bapak dan ibu-ibu umur 50-an pun berdatangan, dan rumah kecil kami alhamdulillah cukup menyambut mereka dengan hidangan ala kadarnya.

Rumah kami pun ramai di datangi oleh teman-teman ibu yang kebanyakan mereka adalah para guru. Ada satu bapak yang menarik perhatian saya. Seorang guru di salah satu SMA Jakarta. Datang dengan mobil Land Cruiser Cygnus. Wow! Seorang guru dengan mobil mahal dan dengan supir pula!

Sebelumnya, saya sudah mendengar beliau dari cerita ibu mertua. Tentang temannya ini yang guru dan juga seorang Pebisnis sukses. Juga cerita kedermawan beliau di kampungnya.

Dalam bayangan saya, beliau itu pastilah seseorang dengan tampilan tertentu layaknya orang kaya kebanyakan. Dengan wibawa dan gayanya tersendiri. Tapi yang saya lihat kali ini adalah seorang lelaki yang tenang, bersahaja, dan biasa saja. Selain tentu saja aura tertentu yang melekat padanya.

Ketika para orangtua paruh baya ini berkumpul di ruang tengah, bercanda, bercerita nostalgia karena sudah puluhan tahun tidak berjumpa, saya mendengar saja sekilas suara mereka dari teras rumah. Dalam bayangan saya si pak Guru ini sudah pasti akan mendominasi pembicaraan, atau pertemuan akan terfokus pada kekuatan-kekuasaannya. Sebagaimana biasanya kalau dalam satu pertemuan, saya perhatikan biasanya orang-orang kaya dan hebat selalu mendominasi pembicaraan atau terfokus ke dia. Tapi, saya hampir tidak mendengar suaranya.

Yang dominan dan banyak heboh ternyata teman-temannya yang lain. Suara beliau kalaupun sekali-kali terdengar biasa-biasa saja dan tenang.

“Saya harus berguru kepada orang ini”, batin saya bersuara.

Selagi mereka berbincang dan bercanda di dalam, saya sempatkan untuk mengabadikan diri berfoto di depan mobil pak guru. Lumayan, saya mendapatkan bahan afirmasi dengan berfoto di mobilnya:). Apalagi nomor plat mobil ini, B XX HSB sesuai pula dengan inisial atau singkatan nama saya: Helsusandra Syam. Lalu, “B” di belakang “HS”, artinya apa kak?, tanya isteri saya. Yaa… ‘kan diawali dengan “B” dan diakhiri juga dengan “B”, kilah saya ‘maksain. He.he… Seolah alam memberi pertanda, akan hadirnya Triliuner Baru:).

Ketika saat makan siang, saya berkesempatan ngobrol dengan pak Guru dan teman-temannya. Di bagian rumah yang juga merupakan tempat produksi pakaian renang muslim—bisnis saya dan isteri, saya menceritakan bisnis saya karena ditanyakan oleh mereka. Saya bercerita agak banyak berharap dapat atensi dari pak Guru, karena saya memang berniat untuk mendapatkan ilmu dari beliau.

Sekali lagi, saya pikir beliau akan seperti pebisnis lainnya akan bercerita banyak menimpali saya. Lalu memberikan nasehat, masukan, sharing atau segala macamnyalah. Ternyata saya salah, beliau benar-benar low profile. Lebih banyak mendengar.  Yang banyak tanya-tanya dan berkomentar malah teman-temannya yang lain.

Selepas kami shalat Ashar berjamaah di mushola dekat rumah saya baru bisa ngobrol sedikit langsung dengan beliau. Lalu, ketika acara selesai dan beliau akan pulang memesan satu stel pakaian renang kami, “Untuk ngajak isteri berenang”, kata pak Guru sambil tertawa ditanya oleh teman-temannya untuk siapa.

Ketika saya minta kartu namanya, saya sampaikan ke beliau, “Pak, kapan-kapan saya boleh main ke rumah ya. Saya ingin berguru ke bapak mengenai bisnis. Mau jadikan mentor”.

“Ah, sudah bagus bisnis ini. Tak perlu lagi belajar ke saya”, kilah beliau merendah. Beliau bersedia, kapan-kapan saya bisa datang bersilaturahim ke tempatnya. Semoga saya bisa belajar banyak dari pak Guru ini. Sedikit saya dapat cerita dari ibu mertua, tentang bisnis yang berkah dari pak guru ini, sesuai pula dengan nama perusahaanya: Berkah Group.

Ternyata kita temukan banyak orang-orang hebat yanglow profile, luput dari media dan publikasi. Tanpa panggung dan sensasi, mereka berbuat untuk negeri.

Mengenai bisnis, perjuangan dan kisah hidupnya yang lain, lain waktu akan saya ceritakan kembali. Semoga suatu saat nanti saya dapat bertemu kembali dengan pak Guru ini. Ingin berguru langsung dan mendapatkan ilmu dan pengalamannya, dan bisa pula membagikannya kepada teman-teman.

Iklan

5 tanggapan untuk “Pak Guru yang Bermobil Land Cruiser

  1. Berikut komentar dari satu teman member TDA:

    Pak Syam

    Salam Kenal, saya agus TDA Jakarta Timur

    Baca postingan bapak ttg pak guru, Beliau adalah Sudirman Burhan, Adik dari ibu Mertua saya
    berasal dari desa Salo, Jopang Manganti, Payakumbuh Sumbar, istri saya adalah keponakan beliau

    Benar seperti yang bapak ceritakan, saya banyak belajar dari beliau ttg ilmu mendengarkan, beliau sangat Arif, bahkan tukang kebun di seoklahan SMA 54 di kampung melayu aja sering cerita bagaimana pak Dirman menganbil keputusan dengan mendengarkan dahulu semua masukan, sedikit bicara memang itu karakter beliau

    Beliau salah satu guru teladan diknas dki jakarta, terkahir pernah “diminta” untuk membereksan SMA 70 ( Bulungan) sebuah sekolah yang paling kompleks masalah nya jika dibandingkan dengan sekolah sekolah lain di jakarta, pernah jadi wakil kepsek 54 (jatinegara), kepsek sma negeri 77, yang unik, beliau di suruh jadi kepala sekolah, jika sekolah tersebut mau dibangun gedung baru, setelah gedung selesai beliau di pindah lagi, kecuali sma 70. Bapak tau gaji kepsek sma 70 ? 35 juta sebulan, dan gaji nya gak pernah di ambil 🙂

    Bila sekarang sukses kita bisa liat dari apa yg dikerjakan nya dahulu, dulu pak dirman pernah berjualan martabak lo pak.. he he..sampai sekarang gerobak nya masih ada, beliau besar di binsis ayam boiler dengan bendera berkah group, sehari bisa menjual 40 ribu ekor ayan, ada juga peternakan sapi (kurban), kuda pacu, terakhir membeli kebun sawit di pasaman sumatra barat. Saya sendiri pernah ikut bisnis dengan pak dirman, beliau buka warnet + cafe, saya yang mengelola cafe nya, tapi tidak berumur lama, cafe ya saya tutup he he..

    Bisnis ayam boiler menggunakan pola bagi hasil dengan investor, investor2 nya adalah kebanyakan atasan beliau di diknas, kebetulan saya yang pegang sistem di berkah group, jadi sedikit tau ttg investor2 beliau. Bisnis kuda pacu nya juga menarik lho pak, kuda2 dari sumatra barat banyak yang beraksi di pacuan kuda pulomas, salah satunya milik beliau, sepertinya ini hanyalah masalah “prestise” saja, tetepi jika dilihat secara mendalam, sebenernya beliau berbisnis juga..

    Bisnis sapi menggunakn pola inti plasma, beliau mebeli bibit untuk kemudian di ternak kan oleh masyarakat di sekitar cikunir, sapi ini adalah sapi premium untuk kurban “kelas atas” harga nya “wow” sekali, pasarnya juga masih ada. beda dengan sapi “dari jawa” yang kebanyakan “disuntik air” biar gemuk

    Pelajaran dari Pak Dirman
    – bisnis sejak dini
    – belajar mendengar, tidak banyak bicara
    – memulai dengan ketidak sempurnaan
    – bisnis bersama sama
    – sedekah, berbakti kepada orang tua

  2. ceritanya bagus banget pak….menginspirasi….cuma ada lucunya yaitu pak helsusandra menulis no mobil B xx HSB eh padahal kelihatan di foto tuh nomor mobilnya wkwkwkwk….buat teman2 TDA di Jakarta Timur…salam sukses ya

    dari owner gamis cantik

  3. Terima kasih Bung Syam, telah bercerita tetang teman dan seorang guru yang sukses. Kisah pertemuan itu telah saya tulis juga di Kompasiana:

    http://sosbud.kompasiana.com/2012/04/24/bertemu-lagi-setelah-40-tahun-lebih-berpisah/

    Hanya saja karena perpisahan yang begitu lama, sementara saya hanya sempat bergaul di sekolah dengan mereka sekitar 5 bulan. Maka terus terang saya akui bahwa saya memang telah lupa dengan mereka semua, semoga saja pertemuan-pertemuan berikutnya bisa membangkitkan kenangan masa lalu itu..

    Salam

  4. Postingan yang bagus dan bermanfaat untuk pengusaha pemula seperti saya…..alam telah mengajar kan agar kita juhud dan tidak jumawa, sehebat apapun kita hanya manfaat kebaikan yang akan dikenang orang, sekali terima kasih atas cerita yang inspiratif ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s