Kenapa Malaysia Butuh 5000 TKI per Bulannya?

Kemarin pada suatu sesi pelatihan yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Koperasi, UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta, pembicara menyampaikan ke peserta fakta menarik tentang Malaysia. Pada satu kesempatan ke Malaysia, beliau mendapat informasi bahwa setiap bulan Malaysia membutuhkan sekitar 5000 tenaga kerja dari Indonesia.

Bagaimana mungkin, negara sekecil itu yang lebih kecil dari pulau Sumatera bisa membutuhkan 5000 tenaga kerja dari Indonesia setiap bulannya?

Karena penasaran beliau mencari tahu. Jawababanya beliau dapatkan pada saat datang ke suatu kampus. Di suatu ruangan, beliau menyaksikan beberapa mahasiswa tengah diuji oleh sekelompok orang. Ternyata, kampus di Malaysia memberikan tugas akhir kepada mahasiswanya untuk membuat business plan dan diuji studi kelayakannya (feasibility study).

Mahasiswa tersebut di sidang oleh sekelompok pihak yang terdiri dari dosen, perwakilan pemerintah, perbankan, asuransi, dan pengusaha. Para pihak ini menguji kelayakan rencana bisnis yang diajukan. Jika rencana bisnis ini layak, pihak pemerintah akan mengeluarkan kebijakan dan memberikan fasilitas program bantuan usaha, dimana nanti melibatkan perbankan. Sebagai jaminan pinjaman kepada perbankan maka ada pihak asuransi.

Dari segi permodalan sudah ada bantuan atau dukungan. Tinggal bagaimana membuka dan memasarkan. Nah, disini ada wakil dari pengusaha yang berfungsi sebagai channel, membuka jaringan dan akses pasar.

Jadi, ketika lulus para mahasiswa ini tidak lagi mencari pekerjaan tapi langsung menjalankan bisnis yang telah lulus uji sebagai syarat kelulusan mereka.

Pantas saja setiap bulan negara kecil ini bisa membutuhkan 5000 tenaga kerja dari Indonesia.

Saya tidak sempat bertanya, apakah program tugas akhir uji kelayakan rencana bisnis ini diberlakukan kepada semua kampus disana atau pada beberapa kampus saja. Tapi fakta ini sangat menarik bagi kita. Bahwa, berbeda dengan kebanyakan anak-anak muda kita yang bersaing ketat dan sengit mencari kerja, anak-anak muda Malaysia malah membuka lapangan kerja.

Beberapa hari sebelumnya, pada acara dialog dengan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyampaikan, bahwa jiwa enterpreneurship itu memperkuat suatu bangsa. Hal ini bisa kita lihat di beberapa negara yang maju ekonominya, bahwa kewirausahaan telah berperan besar dalam kekuatan dan kemajuan bangsanya.

Ayo Pemuda Indonesia, tunjukkan kita juga bisa. Bung Karno sudah lama berpesan, bahwa kehebatan bangsa itu salah satunya ditopang oleh kekuatan ekonomi: Berdaulat di bidang politik, mandiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya.

Salam wirausaha!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s