GOYANG TARUIH… (GOYANG TERUS)

Di pasar-pasar tradisional Sumatera Barat, masih bisa kita temukan ibu-ibu yang menggiling lado (cabe) dengan cara manual–digiling dengan batu gilingan.

Cabe giling manual ini bagaimanapun lebih enak dari cabe blender atau giling mesin. Cabe inilah yang biasanya menjadi bahan bumbu dasar gulai, rendang dan berbagai masakan nikmat lainnya di negeri Ranah Minang.

Gerak ibu-ibu ini menarik perhatian saya, di tengah gerimis pagi Payakumbuh yang dingin, seperti joget gerimis yang mengundang.

Selagi petani masih menanam cabe, selagi pupuk masih terjangkau, selagi cabe masih digiling, dan selagi harga-harga masih terjangkau maka kita masih berharap rendang masih bisa terhidang.

Tapi ketika harga-harga mulai naik, dipicu oleh kenaikan BBM, listrik dan beban-beban lainnya maka bersiaplah menahan selera, karena petani-nelayan sudah menjerit, buruh-karyawan gajinya semakin tertekan dan banyak lagi barang-barang tidak terbeli karena kita mesti berhemat….

Payakumbuh, 06012017

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s