Beberapa waktu lalu saya pernah menyatakan kekaguman saya pada seorang teman yang selalu rajin belajar dan mengikuti workshop ataupun pelatihan. Dan pada saat itu, beliau juga mau ikut workshop lagi. 

“…Belajar terus nih mastah kita”, kata saya. 

“Masih belajar itu artinya belum mastah pak”, kata beliau merendah. 

Oh tidak “kalo udah gak belajar lagi itu namanya bukan mastah, tapi almarhum”, timpal saya.

Karena mastahlah makanya nggak pernah berhenti belajar.   Sebab, kalo sudah berhenti itu namanya almarhum. 

Ya, semakin belajar maka kita akan semakin merasa tidak tahu dan merasa kurang. Merasa semakin banyak yang harus ketahui lagi. Kata orang bijak, belajar itu dari ayunan sampai liang lahat: long life education

Jika sudah merasa hebat, maka itulah saat seseorang menjadi berhenti dalam proses perbaikan diri dan menjadi sombong. Lama-lama akan seperti katak dalam tempurung. 

Lalu, jika belajar terus kapan prakteknya? Ya, sudah tentu setiap apa yang dipelajari harus dipraktekkan dan terus memperbaiki diri. Tidak boleh juga kebanyakan belajar tapi minus action. Yang terbaik adalah banyak belajar, banyak pula praktek, banyak action! 

Jika para mastah aja rajin belajar dan memperbaiki diri, lalu kamu mau seperti apa? Yang namanya Mastah itu nggak pernah berhenti belajar. Kalo sudah berhenti itu namanya Almarhum. Ya, hanya orang matilah yang tidak butuh lagi belajar lagi! Dan jika kita sudah memutuskan diri berhenti belajar itu sama saja dengan kita telah mematikan dini diri kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s