KETIKA TDA MEMANGGIL

Kala itu, tim Bamus TDA Tangerang Raya datang ke kantor. Sambil menyerahkan SK Penunjukan mereka meminta saya untuk mengemban amanah menjadi Ketua TDA Tangerang Raya periode 4.0. Kaget, tentu saja. Sebab sebenarnya saya ingin fokus mengembangkan bisnis terlebih dulu. Bagaimana mau mengurus kepentingan orang banyak jika bisnis dan kehidupan sendiri saja masih belum bagus?

Tapi ya begitulah, ketika TDA memanggil kesediaanlah yang utama.

Tak terasa, 2 tahun sudah saya mengemban amanah ini. Waktu yang berlalu serasa singkat dan nyatanya kemarin saya sudah menyerahkah amanah ini ke Ketua selanjutnya, yaitu Asyrof.

Sama seperti prosesi saya sebelumnya, pemilihan ketua tidak melalui pemilihan langsung ala demokrasi. Di TDA yang utama adalah musyawarah untuk mufakat. Walau sebelumnya mas Asyrof ketika penjajakan calon menolak untuk menjadi Ketua dan mengharapkan yang lain saja jadi ketua. Nyatanya tim Bamus memutuskan bahwa beliaulah yang terbaik dari TDA Tangerang Raya untuk menjadi Ketua. Tak bisa menolak, jika TDA memanggil maka siap tidak siap haruslah siap. Amanah adalah panggilan perjuangan dan itu adalah ibadah.

Inilah uniknya TDA. Jika organisasi lainnya banyak yang ingin menjadi pemimpin tapi di TDA malah sebaliknya. Orang-orang yang terpilih adalah orang-orang yang ternyata menolak menjadi pemimpin. Diperlukan rayuan tingkat tinggi agar mau mengemban amanah ini. Sampai keluarga pun diminta pengertiannya untuk mewakafkan anggota keluarganya untuk berjuang di TDA.

Perjalanan 2 tahun tentu tidaklah singkat namun lika-liku dan dinamika perjuangan ini terasa indah dan menjadi singkat. Sudah tentu banyak kekurangan dan belum mencapai hal ideal. Tapi ibarat berkapal, sudah saya jalani nakhoda selama ini. Tentu banyak ombak, badai dan bermacam-macam cuaca. Beberapa penumpang mabuk dan banyak pula yang menikmati perjalanan ini. Banyak yang berguguran. Tapi alhamdulillah kapal masih bisa melaju dan tak ada layar yang robek. Bersyukur setidaknya kapal ini masih melaju dan sesuai pada arah tuju. Organisasi masih selamat.

Boleh jadi tidak secepat dengan kapal-kapal lainnya, tapi bersyukur masih ada pejuang-pejuang yang tersisa dalam perjalanan ini dan kami masih bersemangat dalam perjalanan ini. Dari sekian banyak tim awal yang membersamai, berguguran tapi bersyukur masih ada yang setia. Dan saya percaya bahwa yang tersisa ini adalah yang terbaik, karena sudah tersaring dan teruji seiring dengan perjalanan waktu dan dinamika selama ini.

Tibalah saatnya tongkat komando saya alihkan dan kemudi beralih pegangan. Perjalanan masih panjang dan kami semua setia pada tujuan. Ada saatnya dulu saya yang menjadi nakhoda dan memegang kemudi, sekarang tiba pula saatnya saya menjadi penumpang di kapal besar ini.

Terimakasih para pelayan TDA yang sudah ikut berjuang, dan terimakasih juga kepada seluruh member TDA Tangerang Raya yang sudah membersamai selama ini. Mohon maaf atas banyak kekurangan selama melayani. Semoga bisnis teman-teman sekalian semakin maju dan menjadi berkah. Terkhusus, terimakasih disampaikan kepada isteriku Helfa Afrianti yang sudah merelakan suaminya mewakafkan waktu untuk TDA dan berbagi waktu dengan keluarga.

Selamat berjuang untuk kawanku Asyrof dan tim. Saya yakin dengan kepengurusan selanjutnya ini TDA Tangerang Raya akan semakin lebih baik.

Helsusandra Syam

Ketua TDA Tangerang Raya 4.0

Bagi teman-teman yang berkenan menapak-tilasi perjalanan 2 tahun ini, silahkan tonton video berikut ini. Ini adalah rekam jejak kegiatan TDA Tangerang Raya periode 4.0.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s