[ Di Balik Keindahan itu Ada Proses Perjuangan ]

Langit laut di Padang kala pagi itu biru bersih. Cuaca bersahabat dan hawa terasa sejuk. Perjalanan dari Bungus naik kapal kecil ke Pulau Pasumpahan begitu mengasikkan. Dan ketika sampai, pesona Pulau Pasumpahan benar-benar menggoda. Laut dan pasir putih bersih, menggoda untuk segera berenang dan snorkeling.

Shooting video pun berlangsung lancar dan semua senang…

Lalu, kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Pagang untuk shooting selanjutnya. Rupanya alam berkehendak lain. Cuaca yang sebelumnya bersahabat terasa mulai menguji keberanian dan keimanan. Ketika perahu dalam perjalanan, tiba-tiba hujan mulai menggerimis dan angin mengencang. Ombak dan angin bersileweran dan menghantam kapal kecil kami. Beberapa penumpang menjerit ketakutan dan pucat. Setengah perjalanan, terasa lama waktu berjalan untuk sampai ke pulau. Rupanya akhir November cuaca seluruh Indonesia tidak baik. Kabarnya penyeberangan kapal Merak-Bakaheuni pun terpakasa ditutup karena ombak sampai 5 meter.

Karena kapal pendek, terasa hantaman dan percikan air masuk membasahi baju. Baju saya pun kuyup tapi masih memberanikan diri untuk mengambil video melalui action cam GoPro. Ya Allah, selamatkan perjalanan kami dan segera sampaikan kami ke pulau. Disitulah terasa betapa benar-benar sangat membutuhkan Tuhan.. (emang selama ini ente kemana aja bro…?).

Alhamdulillah melalui perjuangan pengemudi kapal yang seperti menarikan kapal, meliuk dan berselancar di antara gelombang. Kapal kecil kami pun sampai ke dermaga Pulau Pagang. Sesampai di pulau videografer dan model kami pun melanjutkan proses pengambilan video. Hendak mengambil proses snorkeling, namun badai masih berlanjut dan laut pantai pun keruh oleh pasir yang teraduk oleh angin dan gelombang.

Semakin sore badai semakin menjadi dan ombak terus mengguncang. Niat hendak balik ke Padang terpaksa tidak bisa dilakukan. Setelah berdiskusi dengan pengelola pulau dan seorang nahkoda senior disana, tidak memungkinkan dan melarang kami kembali ke laut. Disarankan menunggu sampai petang siapa tahu badai surut dan angin reda. Namun sampai petang dan malam menjelang cuaca terus-terusan tidak bersahabat. Terpaksalah kami menginap di pulau ini, terdampar tanpa persiapan.

Semakin malam badai dan laut makin menggelora. Atap penginapan seolah mau copot karena kencangnya angin. Tidur pun tidak tenang.

Pagi-pagi cuaca sedikit terang. Buru-buru kami bersegera pulang. Takutnya semakin siang badai kembali. Dan memang benar, dalam perjalanan di tengah laut pun cuaca kembali menggoda. Hanya doa dan pengharapan kami semoga selamat kembali pulang. Karena cuaca dan perjalanan pulang terasa panjang, kami memutuskan berhenti di Sungai Pisang tidak kembali ke Bungus. Dari sini kami akan melanjutkan naik kendaraan ke Bungus.

Alhamdulillah perjalanan mendebarkan ini telah menghasilkan karya video terbaik dari Sporte. Terbayar sudah perjuangan dengan hadirnya video ini. Selamat menikmati. Video ini adalah versi pendek untuk konten social media, karena dibatasi oleh durasi maksimal 1 menit. Nantikan video dan foto-foto selanjutnya ya, dari Sporte. Let’s explore Indonesia!

Now Muslimah Can Swim. Let’s swim with Sporte.

Sporte Explore Pasumpahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s