Mental Penakluk

Mental Penakluk Kesuksesan dan kemenangan itu tidaklah hadiah yang turun dari langit. Ia membutuhkan persiapan hebat jauh sebelumnya. Suatu waktu Salahuddin kecil tengah bermain dengan teman-temannya. Lalu ayahnya menariknya keras sambil menggerutu: "Aku tidak menikahi ibumu, dan ibumu tidak melahirkanmu cuma untuk bermain bersama anak-anak lain. Aku nikahi ibumu, agar anaknya menjadi pembebas Masjid Al-Aqsha!" … Lanjutkan membaca Mental Penakluk

Iklan

Alah Bisa Karena Biasa

Halo pemirsa, ada yg bisa tebak di atas ini tulisan anak umur berapa? .................. Percaya nggak kalau tulisan di bawah adalah tulisan tangan saya sendiri. Lah! Kok jelek? Seperti tulisan anak TK atau anak kecil?  Relatif ya. Menurut saya secara obyektif tulisan di atas sudah bagus. Kenapa? Karena tulisan di atas saya tulis menggunakan tangan … Lanjutkan membaca Alah Bisa Karena Biasa

Jaga Lisan Jagalah Hati

Dalamnya laut bisa diduga, dalamnya hati tak ada yang tahu. Orang menghukumi karena zahir—dikarenakan apa yang diucapkan, apa yang dilakukan. Apakah ini adil? Bisa jadi batinnya tidak seperti yang ditampakkan, tidak bermaksud seperti apa yang dilahirkan. Tapi begitulah hukum kehidupan sosial. Soal motif, soal isi hati atau batin orang tak bisa mendakwa. Kebebasan pribadi mesti … Lanjutkan membaca Jaga Lisan Jagalah Hati

Aku Mengejar Suaraku

Ketika Hodja sedang mengumandangkan azan waktu zuhur, beberapa tetangganya justru asik mengobrol di depan rumah dan mereka bertingkah seolah-seolah mereka tidak mendengar azan tersebut. Memang para tetangga itu jarang pergi ke masjid. Hodja mengeraskan lagi suaranya, tapi tidak ada yang berubah. Ia kemudian lari ke arah para tetangga itu sambil terus mengumandangkan azan. Beberapa tetangga … Lanjutkan membaca Aku Mengejar Suaraku