Diary Mei ’98: Dari Trisakti hingga Turunnya Soeharto

Sebuah kesaksian dari sudut pandang mahasiswa kampus Budi Luhur Oleh: Helsusandra Syam   Menara kesombongan orde baru ternyata tidak cukup kuat untuk menahan terpaan badai krisis. Istana pasir yang dibangun, megah rupanya tapi rapuh isinya. Krisis moneter telah menghantarkan rupiah melemah sampai Rp 17.000 per dollar Amerika. Krisis multidimensial menggejolakkan mahasiswa untuk berteriak: REFORMASI!!! Aksi-aksi … Lanjutkan membaca Diary Mei ’98: Dari Trisakti hingga Turunnya Soeharto

Teringat Ibu Kemanakah Airmataku?

Hari ini Hari Ibu. Dimana momen penghargaan dan balasan kasih ditujukan kepada ibu. Kalau teringat ibu, saya selalu teringat pada puisi pak Handrawan Nadesul (HN). Puisi ini begitu menyentuh saya. Semenjak menemukannya di halaman depan sebuah koran sekitar tahun 2001 silam, puisi ini begitu menawan saya, dan merasa: gua banget!. Puisi ini saya kliping, dan … Lanjutkan membaca Teringat Ibu Kemanakah Airmataku?

Ramadhan di Kampung

Seperempat hari-hari bulan puasa telah dijalani. Bulan ibadah, bulan melatih diri dan menimba pahala. Berbagai cara dan aktivitas yang dilakukan untuk menyambut dan mengisi bulan suci ini. Teringat saya ketika masih remaja, menjalani bulan puasa di kampung halaman nun jauh di perut pulau Sumatera. Masa-masa gembira dan berkawan dengan teman seusia maupun yang tua. Ya, … Lanjutkan membaca Ramadhan di Kampung